Isen isen Batik Karakteristik Sarat Makna

Setiap produk tekstil memiliki desain tertentu yang menjadikannya terlihat lebih hidup. Meski banyak juga yang menggunakan bahan atau pakaian jadi dalam motif polos, namun coraknya akan lebih cantik bila dipadukan corak tertentu sehingga tampak dinamis, termasuk isen isen Batik.

Menggunakan pakaian berwarna polos sendiri mampu menunjukkan sisi kalem dan apa adanya. Anda mungkin menjadi salah satu pecinta pakaian polos. Salah satu alasannya adalah terlihat lebih fleksibel bila dipadukan dengan aksesoris beraneka motif.

Menambahkan motif pada bagian yang polos akan menjadi pelengkap desain yang menarik. Bahan atau pakaian yang semula kalem menjadi lebih hidup dan bermakna dengan adanya motif dari isen isen batik tersebut. Hal ini berlaku sama pada batik.

Jika diperhatikan lebih jauh, setiap batik memiliki corak tertentu yang menjadi identitas tersendiri. Misalnya mega mendung, merupakan batik dengan corak awan yang seragam. Selain corak dalam kain batik, ada isen didalamnya yang melengkapi.

Mengenal Isen Isen Batik dengan Lebih Jauh

Isen dalam bahasa jawa artinya adalah isi, bagian dalam dari suatu pola. Contoh gambar kotak didalamnya terdapat bulatan-bulatan kecil. Bulatan di dalam kotak tersebut dinamakan isen, atau isian.

Dalam bahasa fashion atau tekstil batik, isen isen batik didefinisikan sebagai corak yang mengisi suatu ragam motif. Corak yang merupakan isi tersebut bisa berupa garis, titik, spiral dan sebagainya. Jadi corak isen isen batik desainnya bervariasi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Seperti yang diketahui bahwa pada umumnya banyak konsumen lebih mengenal batik karena coraknya. Meskipun ada batik yang memiliki lebih banyak warna polos dengan sedikit sekali motif seperti jumputan. 

Namun dalam pemakaian tertentu jumputan lebih dipilih sebagai busana atasan saja. Melihat hal tersebut, bagi penggemar kain tradisional ini pastinya sudah paham tentang beberapa ketentuan tersendiri dalam pembuatan desain batik. 

Gambar pada kain tersebut merupakan identitas yang juga bisa dijadikan sebagai daya tarik bagi pemakainya. Umumnya, ada konsumen yang hanya menyukai satu macam desain gambar saja, misalnya garis salur-salur. 

Penggemar desain seperti ini umumnya menggambarkan seorang pribadi yang optimis dan memiliki kepribadian kuat. Selain itu, ada juga konsumen yang memiliki kecintaan terhadap hampir semua motif. 

Pribadi seperti ini merupakan orang yang dinamis, menyesuaikan dengan trend, fleksibel dan cinta dengan kehidupan petualangan. Yang pasti setiap isen pada desain batik memiliki makna tersendiri.

Dengan mengenakan pakaian berdesain tertentu, seseorang bisa tampil dengan lebih percaya diri. Apalagi batik yang sarat nilai filosofis, sudah otomatis mencerminkan bahwa pemakainya adalah pemerhati penampilan.

Mengenakan batik dengan isen sarat makna pada saat menghadiri acara formal, berarti menghormati acara tuan rumah. Tidak ada batasan isen seperti apa yang harus dikenakan pada suatu acara tertentu karena bisa disesuaikan kebutuhan setiap orang. 

Setiap isen memiliki karakter berbeda. Isen bukan hanya pakem di daerah tertentu seperti Solo atau Jogja. Daerah lain tentu juga memiliki desain serupa namun berbeda istilah.

5 Fakta Menarik tentang Isen-Isen Batik

Isen isen batik sebagai ornamen atau penghias suatu desain pokok memiliki sifat khusus. Setiap konsumen memiliki pandangan berbeda berkaitan keindahannya. Ada 5 fakta menarik mengenai isen batik yang belum banyak dipahami konsumen, antara lain: 

  1. Pertama, Isen lebih dikenal di daerah Jawa Tengah khususnya Solo dan Yogyakarta. Isen isen batik sendiri berasal dari bahasa Jawa. Menunjukkan istilah untuk pengisi desain pokok dalam selembar kain batik.
  2. Kedua, isen melengkapi desain utama tanpa mengubah pola dasarnya. Meski berupa titik, garis, kombinasi keduanya, namun tidak merubah desain utama. Penghias yang sekaligus menegaskan karakteristik pola dasar.
  3. Fakta ketiga, terdapat 12 motif isen yang paling banyak digunakan dalam tekstil tradisional ini. Setiap motif adalah titik, garis dan paduan keduanya dengan bentuk yang diulang-ulang.

Ada-ada, Mlinjon, Rawan, Sabut Kelapa dan Sawut adalah isen garis. Gringsing, Mata Dara, Cecek, Cecek Pitu, berisi titik. Kemudian Atap Sirapan, Berangan, Cecek Sawut adalah paduan antara garis dan titik.

  • Fakta keempat, digunakan dalam batik cap atau tulis. Karena polanya teratur dan diulang-ulang dalam satu lembar kain, ornamen lebih mudah dibuat. Sehingga bentuknya seragam baik untuk desain geometri atau bukan.
  • Fakta kelima, isen tidak ditemukan dalam kain jumputan. Karena cara pembuatannya tidak menggunakan canting dan lilin melainkan dengan dijumput, kain jenis ini tidak disertai ornamen.

Dalam hal ini, jumputan dibuat melalui teknik khusus, tidak ada penulisan atau cap. Jadi apa yang dihasilkan dari proses pengikatan atau penjahitan dan pencelupan, tidak menghasilkan isian. Namun bukan berarti desainnya tidak lengkap sesuai kebutuhan.

Isian harus menyesuaikan dengan motif utama sehingga menghasilkan desain padu. Lebih indah dilihat karena tidak saling tumpang tindih. Motif tegas seperti parang memiliki isen isen batik simple seperti garis atau titik.

Jarang ditemui batik parang dengan ornamen gambar bidang atau paduan antara garis dan titik. Sebab dinilai kurang menegaskan sifat dari parang itu sendiri. Namun pada motif batik abstrak sering dimodifikasi.

5 Motif Batik Terpopuler di Indonesia

Ornamen pengisi motif merupakan pelengkap kain polos. Biasanya salah satu hal paling utama yang akan dilihat oleh konsumen adalah melihat dari pola dasarnya. Ada banyak sekali motif batik sebagai hasil dari keragaman dan kreatifitas leluhur.

Dari seluruh penjuru nusantara, setiap daerah menghasilkan batik yang berkarakter dan berkelas sehingga diminati konsumen. Di bawah ini adalah 5 motif batik paling populer di Tanah Air, antara lain:

  1. Motif mega mendung, merupakan salah satu corak paling populer dari Cirebon dan diminati oleh semua orang karena warnanya dinamis. Sehingga tidak heran bila banyak orang memilihnya.
  2. Kedua adalah motif asal Madura yaitu Gentongan. Berisi gambar tanaman, bunga, sedikit abstrak dengan warna lebih variatif dan tegas. Motif ini cocok untuk anak muda karena paduan warna atraktif.
  3. Ketiga adalah Sogan, merupakan motif khas Solo. Kental dengan sisi klasik, tradisional, sarat makna budaya. Dominan warna coklat, menegaskan sisi halus, ramah, rendah hati, lemah lembut seperti karakter masyarakat setempat.
  4. Masih dari Jawa Tengah, Yogyakarta memiliki motif populer hingga pelosok tanah air. Kratonan, motif satu ini diminati karena melambangkan kearifan, sifat bijaksana, kharismatik. Sarat dengan nilai agung kerajaan Jawa.
  5. Motif paling populer kelima adalah Tujuh Rupa khas Batik Pekalongan. Didaulat menjadi kota Batik, Pekalongan memiliki identitas unik pada hasil kreasinya. Kental dengan nuansa alam, hewan dan tumbuhan.

Batik Tujuh Rupa merupakan motif kontemporer karena hasil dari paduan antara kebudayaan Tionghoa dan Jawa. Memiliki nilai sejarah, dimana pada masa lampau kota Pekalongan merupakan tempat transit perdagangan internasional.

Tentu masih banyak lagi motif batik yang bisa Anda temukan di pasaran. Selain motif khas daerah, Anda bisa menemukan gaya kekinian pada batik modern. Produsen seperti tidak pernah kehabisan ide.

Selalu ada inovasi dalam industri tekstil tradisional ini. Sehingga tidak terkesan kaku dan penggunaannya lebih luas. Anak muda jadi semakin percaya diri mengenakan batik sebagai warisan budaya bangsa.