Kain Tenun dan Penggunaannya dalam Tradisi Indonesia

Mengulik sejarah itu selalu seru, apalagi kalau berkaitan dengan kain tenun Indonesia terutama tenun. Secara singkat, kain Tenun Indonesia sudah ditemukan dan digunakan pada abad ke sembilan masehi. Kain Tenun telah digunakan sejak masa kerajaan, dan sebagai simbol dari sebuah tradisi khususnya di Indonesia.

Tenun Ikat Lombok

Sejarah Tenun Indonesia

Sebuah Relief prasejarah di Trowulan menunjukkan bahwa kain Tenun digambarkan sedang ditenun oleh seorang Perempuan dan dulunya kain Tenun Indonesia dibuat menggunakan kulit kayu ataupun dedaunan.

Di luar bagaimana Tenun itu dibuat, Tenun sendiri sudah digunakan dan dipandang sebagai suatu yang wajib dimiliki karena mempengaruhi kebudayaan yang terjadi di zaman dulu kala.

Eksistensi Tenun

Kain Tenun memang sudah ada sejak zaman dulu kala, tapi saya tertarik untuk menilik bagaimana eksistensi kain Tenun Indonesia saat ini. Dari banyak berita dan informasi yang saya dapatkan bahwasanya, kain Tenun sudah merambah ke industri lokal dan mancanegara.

Banyak orang, bahkan dari kalangan terpandang, selebriti dan perancang busana terkenal yang sudah menggunakan bahkan memodifikasi kain Tenun menjadi busana yang elok serta ramah bagi seluruh pemakai dari umur atau budaya yang beragam.

Eksistensi Tenun pun saat ini beragam digunakan dan dikombinasikannya. Tak lagi, kain Tenun digunakan hanya untuk kain pelengkap dalam sebuah tradisi, namun penggunaannya sudah bisa dikombinasikan dan dimodifikasi sebagai hiasan busana tambahan.

Kain Tenun Indonesia pun bisa dipadupadankan pula dengan kain Tenun khas lain yang juga berasal dari daerah atau provinsi berbeda di Indonesia.

Daerah Asal kain Tenun dan Penggunaannya

Indonesia adalah negara dengan berbagai pulau besar yang kecil dengan budaya dan kain Tenun yang khas. Saya tertarik menilik lebih jauh tentang penggunaan kain Tenun itu sendiri di daerah masing-masing. Berikut ini adalah beberapa kain Tenun dari beberapa daerah dan provinsi di Indonesia.

Kain Tenun Ulos: Sumatera Utara

Siapa tak kenal kain Tenun Ulos? Sesuai dengan pengalaman saya yang memiliki teman yang berasal dari Sumatera Utara, Ulos merupakan bagian penting dari budaya mereka. Hampir seluruh upacara adat dan sendi kehidupan masyarakat Sumatera Utara baik yang ada di daerahnya, ataupun yang telah merantau, mereka jarang bisa melupakan Ulos. Ulos digunakan dalam upacara adat pernikahan, pernikahan dan kematian.

Kain Tenun Ulos berasal dari abad ke – 14 yang mempunyai banyak jenis dan motif. Penggunaan kain Ulos digunakan dari momen kelahiran bayi, upacara sakral, seserahan pernikahan bahkan untuk upacara adat kematian.

Arti kain Tenun Ulos sendiri penggunaannya dibedakan atas nama kain Ulos, sebagai contoh kain Tenun Ulos Padang Ursa sebagai kain pengikat, dan kain Tenun Ulos Ragi Hotang yang menjadi seserahan orang tua Perempuan untuk anak lelaki yang akan menikahi Putrinya.

Kain Tenun Iban: Kalimantan Barat

Kain Tenun Dayak Iban, atau Tenun Iban merupakan kain Tenun yang cukup terkenal yang berasal dari Kalimantan Barat. Kain Tenun khas yang biasanya digunakan oleh masyarakat suku Dayak ini, cukup populer di Indonesia ini memiliki motif yang cukup unik.

Pembuatan kain Tenun Dayak Iban ini dapat memakan waktu dua bulan atau lebih dan dimulai dengan ritual serta doa, dan memiliki pantangan serta syarat tersendiri sebelum membuat kain ini.

Masyarakat yang biasanya memiliki kain Tenun Dayak Iban ini biasanya menggunakannya sebagai hiasan interior di rumah. Dengan motif alam dan terbuat dari bahan yang berasal dari alam pula, Kain Tenun Iban digunakan pula dalam berbagai upacara adat di Kalimantan.

Kesakralan dalam pembuatan kain Tenun Iban juga membuat kain ini tidak sembarang orang menggunakannya.

Kain Tenun Sengkang: Sulawesi Selatan

Pulau Sulawesi pun terkenal untuk salah satu kain Tenun Indonesianya yang diberi nama kain Tenun Sengkang. Ketika saya melirik dan melihat motif yang digambarkan pada kain Tenun ini, kekhasannya mencerminkan suku Bugis dengan warna warni yang mencolok dan motif yang unik.

Tidak heran, jika kain Tenun ini dipadupadankan dengan pakaian formal lainnya, akan tetap terlihat elok.

Kain Tenun Sengkang biasa digunakan pada upacara adat seperti, pernikahan dan perayaan hari raya. Kain Tenun Sengkang mempunyai khas pada coraknya jika digunakan oleh laki-laki atau perempuan yang masih melajang ataupun yang sudah menikah.

Kain Tenun Sengkang menjadi daya tarik tersendiri dari proses pembuatannya hingga penggunaannya.

Kain Tenun Terfo: Papua

Kain Tenun Terfo, merupakan kain Tenun yang ditenun oleh para perempuan suku Sobey. Tenun yang berasal dari tanah Cendrawasih ini menggunakan bahan alami baik dari benang dan pewarnaannya.

Kain Tenun berbahan utama daun pucuk muda pohon Nibun ini menjadi warisan nenek moyang yang sampai sekarang masih dipertahankan dan digunakan.

Tenun Terfo khas dari provinsi Papua ini digunakan dalam upacara adat. Pemakaiannya dapat dipakai sebagai selendang, pelengkap bawahan ataupun sebagai pakaian lengkap.

Pembuatan yang cukup lama dari pengambilan bahan baku hingga penenunan, membuat kain Tenun ini cukup sulit untuk bisa merambah ke produksi yang lebih luas sehingga banyak yang bisa menggunakan nantinya.

Kain Tenun Tanimbar: Maluku

Tenun Tanimbar merupakan kain Tenun yang cukup dikenal dari daerah Maluku. Motif yang unik dan warna yang meriah serta corak yang khas, membuat kain ini juga cocok dipadupadankan dengan busana lain.

Tenun Tanimbar dulunya dibuat dari Kapas, namun sekarang, penenunannya dapat menggunakan benang jahit biasa.

Warga masyarakat Maluku khususnya menggunakan kain Tenun ini biasanya untuk upacara adat. Namun, warga Maluku tidak sembarang dalam menggunakan kain ini, terutama dari pemilihan corak atau motifnya. Selain digunakan oleh warga Masyarakat Maluku khususnya, kain Tenun ini biasa menjadi hadiah spesial untuk orang spesial yang dikenal oleh warga Maluku.

Kain Tenun Ikat: Nusa Tenggara

Tenun Ikat khas dari Nusa Tenggara ini, juga cukup dikenal oleh khalayak dunia. Kain Tenun Ikat dengan beragam motif dan jenis ini ditemukan sejak abad ke-3 Masehi.

Seluruh bahan alami yang berasal dari alam, terutama tumbuhan menjadi bahan baku dari kain Tenun Ikat Nusa Tenggara yang sudah mendunia ini.

Masyarakat Nusa Tenggara khususnya biasa menggunakan sebagai busana, seserahan pada upacara adat, dan juga penunjuk status sosial. Terkadang, kain Tenun ini tidak hanya menjadi busana biasa, namun dapat digunakan sebagai pakaian penghangat dikala suhu dingin.

Tak hanya menjadi busana atau pelengkap busana saja, kain Tenun Ikat ini juga digunakan sebagai alat pembayaran, khususnya membayar denda atau transaksi barter antar barang.

Kain Tenun Jawa: Jawa

Kain Tenun yang berasal dari pulau terpadat di Indonesia ini, memiliki banyak makna berdasarkan motifnya. Ditambah lagi, perbedaan dan pemisahan daerah antara Jawa Barat, Tengah dan Timur pun mempengaruhi macam corak, warna dan makna yang terkandung di jahitan setiap kainnya.

Kain Tenun Jawa Barat coraknya khas dengan gambar bunga-bunga besar. Kain Tenun Jawa Tengah dengan kain Troso sebagai yang ternama, serta kain Tenun Jawa Timur dengan motifnya yang terkenal, Salur, ikan Lele atau Kembang Waluh.

Penggunaan kain Tenun Jawa ini tidak cukup jauh perbedaannya dengan daerah atau provinsi lain di Indonesia. Masyarakat Jawa pasti menggunakan kain Tenun khasnya untuk upacara adat, seserahan ataupun memperlihatkan status sosial. Penggunaan kain Tenun di Jawa pun sudah dapat diaplikasikan dalam bentuk aksesoris dan menjadi pakaian adat khas pada saat pernikahan.  

Peran Masyarakat dan Pemerintah untuk Tenun Indonesia

Pengenalan dan Produksi Tenun Indonesia

Pengenalan kain Tenun sudah didukung oleh peran pemerintah. Menurut hemat saya, peran pemerintah cukup penting, dalam membantu memperkenalkan, menjaga dan mendukung salah satu warisan budaya khas Indonesia ini.

Tidak hanya warga masyarakatnya saja yang harus mempunyai rasa memiliki dan bangga, pemerintah selaku aparatur negara pun harus merasakan hal yang sama, agar kain Tenun Indonesia diketahui khalayak terutama generasi penerus bangsa.

Peran masyarakat dalam memperkenalkan kain Tenun Indonesia dapat diwujudkan dengan cara menggunakannya. Tidak hanya dalam acara formal, mengilhami sedikit makna dibalik motif dan asalnya juga merupakan suatu tindakan dalam menghargai keberadaan kain Tenun Indonesia.

Kain Tenun Indonesia yang sudah cukup dikenal masyarakat lokal dan dunia, menjadikannya salah satu kain yang banyak diminati dan mempengaruhi peningkatan produksinya.

Berdasarkan peningkatan produksi ini, beberapa pengusaha rumahan ataupun dalam skala besar, memproduksi Tenun dengan mesin otomatis. Langkah ini diambil, guna memenuhi permintaan pasar dan mempercepat kegiatan produksi dari kain Tenun sendiri.

Tenun Indonesia di Kancah Dunia

Pengenalan dan proses produksi kain Tenun yang sudah semakin aktif dilakukan dan dipercepat, membuat kain Tenun sudah merambah ke kancah dunia. Perancang busana baik lokal maupun internasional memodifikasi kain Tenun dalam berbagai model busana gaya baru.

Merek ternama seperti Dior dan perancang busana seperti Julie Laiskodat dan Handy Hartono yang membuat busana dengan kombinasi dan bahan kain Tenun Indonesia.

Pengenalan, penggunaan, dan penerimaan makna dari kain Tenun Indonesia merupakan hal penting dalam mempertahankan eksistensi kain Tenun. Tidak hanya oleh masyarakat lokal dan sesuai tradisi saja untuk penggunaannya, namun modifikasi dan inovasi dalam perancangan busana juga tidak serta merta menghilangkan kekhasan kain Tenun Indonesia.

Kain Tenun Indonesia merupakan kebanggaan dan bagian penting pengetahuan akan budaya khas Indonesia.