Motif Batik Iwak Etong

Motif batik iwak etong adalah motif populer lainnya sebagai batik pesisir. Pada motif batik ini terdapat banyak variasi dari ikan-ikan kecil dan ikan besar sebagai simbol dari kawasan pesisir Indramayu yang memang dekat dengan laut.

Mengenal Motif Batik Iwak Etong, Batik Pesisir yang Terkenal

Sebagai negara yang berada di wilayah strategis perdagangan internasional, Indonesia mendapatkan pengaruh kebudayaan dari berbagai bangsa di dunia, salah satu pengaruh kebudayaannya tergambar dalam motif batik yang sangat beragam. Dalam artikel ini akan berisi penjelasan mengenai motif batik yang berasal dari salah satu daerah pesisir di Indonesia, yaitu motif Batik Iwak Etong

Motif Batik Indramayu

Setiap daerah memiliki motif batiknya masing-masing, hal inilah yang menyebabkan motif batik Indonesia sangat beragam. Biasanya setiap corak yang tergambar pada kain batik tersebut dipengaruhi oleh letak geografis, adat istiadat, kepercayaan, mata pencaharian penduduk di daerah setempat, kehidupan sehari-hari masyarakat, dan juga cerita sejarah yang pernah terjadi pada wilayah tersebut. Dengan begitu, motif batik ini memiliki makna filosofis yang amat dalam.

Motif batik Indramayu memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan daerah lainnya, sebagai daerah yang berada di wilayah pesisir pantai dan berbatasan secara langsung dengan Laut Jawa, membuat batik Indramayu menampilkan motif-motif flora dan fauna yang tidak lepas dari penggambaran laut dan pantai. Selain itu, ciri motif batik ini juga menggambarkan ungkapan yang sederhana, lugas, datar, namun sayangnya tidak memiliki makna simbolis.

Seperti contohnya pada Batik Iwak Etong yang menampilkan gambar biota laut khas wilayah setempat, pada Batik Kembang Gunda menggambarkan tanaman yang biasanya tumbuh di rawa dekat pesisir pantai, kemudian ada juga Batik Kapal Kandas berupa penggambaran kapal karam dengan rantai-rantai yang sudah putus, dan masih banyak motif dari jenis-jenis batik indramayu lainnya.

Motif Batik Iwak Etong dan Karakteristiknya

Setiap motif batik yang ada di Indonesia memiliki ciri khas atau karakteristik masing-masing yang membuat adanya perbedaan antara motif batik yang satu dengan motif batik yang lainnya. Ciri khas dari motif ini sangat menarik dan juga memudahkan Anda untuk mengidentifikasi motif Batik tertentu. 

Motif batik

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa motif Batik Iwak Etong ini menampilkan kondisi perikanan yang ada di daerah tersebut, sehingga pada kain batik tergambar bentuk ikan baik yang kecil maupun besar, ubur-ubur, kepiting, dan juga cumi, yang mana biota laut tersebut sangat mudah ditemui di wilayah Indramayu.

Selain itu, gambar ikan yang tidak berkepala pada batik ini memberikan gambaran masa penjajahan oleh Belanda yang dialami warga pribumi saat itu, yang mana memakan waktu sangat lama.

Pola Batik

Ciri khas Batik Indramayu atau Batik Paoman ini dibuat dengan pola ritmis serta dinamis berbentuk lengkung dan bentuk runcing (ririan), terdapat titik-titik (cecek) pada latar batik, dan juga sawut yang memberikan kesan kaku berupa garis-garis halus yang pendek.

Pada Batik Iwak Etong terdapat bentuk ririan berupa sirip ikan yang meruncing sebagai karakteristik dari batik paoman, serta penambahan sawut dan cecek pada tubuh ikan mulai dari kepala, sirip, badan, hingga ekor untuk memberikan kesan yang berbeda antara ikan asli dengan ikan yang ada dalam motif batik.

Pengaruh corak batik

Batik Iwak Etong sudah terkenal dan banyak diminati sejak abad ke-13. Corak dari batik khas pesisir ini mendapatkan pengaruh paling kuat dari daerah pesisir Lasem Jawa Tengah yang saat itu pengrajin batik Lasem banyak yang pindah ke wilayah Indramayu.

Selain itu, batik ini juga mendapatkan pengaruh dari berbagai kebudayaan seperti Cina, Hindu Jawa, Timur Tengah, serta Eropa. Hal ini tentunya dikarenakan pada masa itu daerah pelabuhan pesisir pantai di Jawa termasuk Indramayu dijadikan sebagai tempat hilir mudiknya perdagangan dari berbagai bangsa di dunia.

Warna Batik

Menurut pengrajin yang ada di Indramayu, warna pada Batik khas Indramayu didominasi dengan warna alam dan penggunaannya disesuaikan dengan usia pemakai. Warna biru dan merah muda biasa digunakan oleh kalangan anak muda, warna merah dan biru dipakai oleh wanita setengah baya, sedangkan perpaduan warna hijau, cokelat dan biru biasanya digunakan oleh para orang tua.

Untuk Batik Iwak Etong sendiri dibuat dengan dominasi warna yang tidak terlalu mencolok, biasanya dibuat dengan gabungan warna yang senada yaitu cokelat dan biru.

Teknik Pembuatan Batik

Dalam proses membatik terdapat beberapa teknik yang biasanya digunakan, salah satu teknik yang digunakan untuk membuat batik Indramayu termasuk juga Batik Iwak Entong adalah complongan. Pada teknik complongan ini proses membatik dibuat dengan membuat lubang pada kain menggunakan deretan jarum sehingga terbentuk pola tertentu.

Nah, itulah penjelasan mengenai motif Batik Iwak Etong beserta ciri khasnya yang sungguh unik. Sebagai generasi muda, sudah sepantasnya untuk selalu bangga dan mempertahankan warisan kebudayaan bangsa salah satunya batik, agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman.

Motif Batik Iwak Etong