Motif Batik Ciptoning

Batik Ciptoning ini memiliki unsur gurdo, parang, dan wayang sebagai simbol kebijaksanaan. Motif ini mengandung harapan mampu memberi kesan berwibawa, sopan, bijaksana, dan memiliki tata krama yang baik bagi para pemakainya. Motif batik ini biasa dikenakan pada acara resmi.

Simak Informasi Berikut Ini Agar Semakin Mengenal Motif Batik Ciptoning!

Batik merupakan kain yang sudah sangat familiar di masyarakat Indonesia, bahkan batik merupakan kain khas Indonesia yang harus dilestarikan keberadaannya.

Kata batik sendiri dalam bahasa Jawa diartikan sebagai sebuah pekerjaan tangan yang detail, lembut, halus yang dimana hasilnya mengandung unsur keindahan. Selain itu, batik juga merujuk pada proses pembuatan motif pada kain dengan meneteskan lilin menggunakan alat bernama canting. 

Motif batik sendiri sangatlah banyak karena hampir setiap daerah di Pulau Jawa memiliki motif khasnya salah satunya yang akan dibahas pada artikel ini adalah motif batik ciptoning. Simak beberapa informasi di bawah ini mengenai motif batik tersebut yuk!

Asal Batik Ciptoning

Menurut sejarah, motif batik ciptoning berasal dari daerah Yogyakarta, tetapi saat ini sudah banyak daerah lain yang memproduksi atau membuat kain batik dengan motif ciptoning dengan pengembangan motif serta warna. Kemunculan batik khas Yogyakarta tidak bisa terlepas dari sejarah akan berdirinya Kerajaan Mataram Islam.

Pada tahun 1755, terdapat sebuah perjanjian yang dinamakan Perjanjian Giyanti dimana akhirnya memecah Kasultanan Mataram menjadi dua bagian, yaitu Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Semua harta kekayaan kerajaan yang tersisa tanpa terkecuali warisan budaya, dibagi kepada dua wilayah tersebut. Namun, khusus untuk kelengkapan busana di Keraton Mataram, seutuhnya menjadi hak milik Keraton Yogyakarta, termasuk batik.

Cerita yang Terkandung Dibalik Batik Motif Ciptoning 

Nama ciptoning sendiri berasal dari kata cipta hening atau cipta bening, dimana memiliki arti cipta yang murni tidak tercampur dari nafsu duniawi yang dianggap kotor. Batik dengan motif ciptoning menceritakan tentang Arjuna yang mesu diri, menekung, serta menembah sehingga bisa berhasil dalam mengalahkan berbagai macam godaan dan hawa nafsu yang jahat sehingga bisa menjadi Begawan Ciptoning Mintagara.

Kisah mengenai Arjuna ini berawal dari keprihatinannya saat terjadi perang Baratayuda, dimana ia tidak yakin dengan kemampuannya sendiri untuk berhasil memenangkan peperangan sesuai dengan keinginannya. Maka, dituangkanlah cerita ini ke dalam motif batik ciptoning.

Konon katanya, pada jaman dahulu, kain batik motif ini digunakan oleh para ksatria guna meneladani sikap dan perilaku Arjuna.

Apa Saja Gambar Motif Batik Ciptoning?

Dalam motif batik ciptoning, tersusun beberapa gambar diantaranya adalah gambar parang, wayang, burung, gurda, isen-isen, dimana semua gambar ini disatukan menjadi satu kesatuan membentuk motif yang sangat cantik.

Kemudian, batik motif ini memiliki pola yang dinamakan pola ceplok. Pola ceplok ini memiliki ciri utama yaitu bentuk geometris yang diulang serta saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Motif yang sangat cantik ini sangat cocok jika dijadikan kemeja atau dress yang akan digunakan pada acara spesial atau formal.

Makna Filosofis dan Kegunaan Batik Ciptoning

Setiap kain batik memiliki makna filosofisnya masing-masing, jika motif ciptoning sesuai dengan kisah Arjuna yang digambarkan dalam motifnya, maka maknanya adalah agar menjadikan si pemakai orang yang bijak sekaligus mampu memberikan petunjuk jalan yang benar bagi orang lain atau orang yang dipimpinnya.

Batik motif ini bisa digunakan dan cocok untuk acara resmi. Dengan makna filosofis dan kegunaan yang demikian, maka tak heran banyak pemimpin yang menggunakan batik motif ini dalam acara resmi atau formal.

Arti Warna dalam Motif Batik Ciptoning

Motif kain ini banyak menggunakan warna-warna gelap, kemudian apa saja makna dibalik warna-warna tersebut? Berikut beberapa penjelasannya:

Warna Coklat.

Batik ciptoning sering menggunakan warna coklat, dimana warna ini melambangkan pribadi yang bersahabat, rendah hati, hangat, sederhana, dan juga tenang. Sehingga, jika menggunakan kain batik dengan warna coklat, diharapkan akan mempunyai sifat-sifat sesuai perlambangan warnanya dalam segala perilaku dan tindakannya.

Warna Hitam.

Warna hitam melambangkan pribadi yang berwibawa, kuat, percaya diri, penuh misteri, serta kukuh dalam menjalankan pendiriannya. Jika menggunakan motif batik dengan dominan warna hitam, maka diharapkan sifatnya sesuai dengan perlambangan warna hitam itu sendiri.

Warna putih.

Warna putih dalam motif batik melambangkan suatu pribadi yang jujur, suci, bersih, polos, dan tenang. Jika anda menggunakan kain batik dengan dominan warna putih, maka diharapkan sifatnya sesuai dengan perlambangan warna itu sendiri.

Penggunaan kain batik saat ini sudah semakin jarang karena tergerus oleh zaman. Banyak anak muda yang tidak ingin tahu atau bahkan memakai baju berbahan dasar kain batik. Motif batik ciptoning merupakan salah satu dari sekian banyak motif batik yang ada di Indonesia yang bisa kamu gunakan karena memiliki makna filosofis yang sangat bagus.

Kain batik ini bisa kamu modifikasi dengan model-model terkini sehingga akan tetap terlihat mengikuti mode serta sebagai kawula muda bisa bergerak melestarikan kain batik yang sudah semakin terkikis oleh modernisasi saat ini.

Motif Batik Ciptoning