Motif Batik Paksi Naga Liman

Motif batik Paksi Naga Liman adalah motif batik klasik yang menggambarkan tentang sebuah kereta sakti atau kereta kencana keraton Cirebon. Dikisahkan bahwa motif ini menggambarkan peran raja atau sultan sebagai penguasa dan pengayom bagi semesta alam di Cirebon.

Pengenalan Tentang Motif Batik Paksi Naga Liman

Motif ini merupakan motif batik yang menggambarkan tentang kereta kuda sakti yang memiliki nama Paksi Naga Liman. Motif batik ini berasal dari kereta kencana Keraton Cirebon. Digambarkan bahwa peran seorang pemimpin di zaman dulu, raja atau sultan sebagai seorang penguasa dan pengayom bagi rakyat, serta semesta alam.

Motif Batik Paksi Naga Liman

Motif Batik 

Berbicara mengenai motif batik, Indonesia memiliki keanekaragaman tentang batik. Apalagi dari zaman dahulu sampai sekarang, batik memiliki peran sebagai tempat untuk mengekspresikan budaya dan sebagai keunikan yang indah bagi bangsa. Karena adanya karakter yang beragam juga dapat menunjukkan jati diri bangsa. 

Untuk dapat mengenalkan dan memberikan pengetahuan sejarah secara umum dapat kita wujudkan dengan adanya motif batik. Dari motif batik yang beragam inilah kita bisa belajar dan mengetahui cerita di balik ornamen-ornamen yang terukir tersebut.  

Sejarah Lahirnya Perpaduan Motif Batik Dua Budaya

Banyaknya batik di setiap wilayah memiliki perbedaan. Sebab dalam motif batik yang digambarkan memiliki kisah sejarah dari wilayah tersebut. Seperti sejarah motif batik Cirebon yang mempunyai perpaduan gambar unik, salah satunya batik paksi naga liman. Penggambaran hewan keramat dari gabungan 3 hewan ini, bisa kita tahu adanya pengaruh kebudayaan dari Negara lain, yaitu China. 

Berawal dari pernikahan Sunan Gunung Jati dan Putri Nio Ong Tien. Karena itu terjadilah percampuran dua kebudayaan, dari budaya Islam dan budaya China. Sehingga salah satu wujud untuk melestarikan dan mengenalkan sejarah Cirebon pada kalayak umum dengan membuat motif batik tentang sejarahnya.  

Filosofi dan Makna

Seperti yang kita tahu batik adalah sebuah karya nusantara, hasil karya seni yang dipadukan dengan teknologi, yang sudah dibuat oleh leluhur kita. Dari motif batik setiap daerah berbeda-beda, sesuai dengan ciri khas daerah tersebut. Didalam motif batik ini ada nilai filosofinya. Inilah filosofi batik paksi naga liman. 

digambarkan bahwa paksi naga liman adalah hewan keramat gabungan dari 3 hewan, yaitu paksi (burung garuda), naga (ular), dan liman (gajah). Bisa kita telusuri paksi sebagai simbol kebudayaan Islam, naga yang digambarkan berasal dari kebudayaan China, dan liman atau gajah simbol dari kebudayaan Hindu. 

Dari filosofinya dapat digambarkan adanya sifat bijaksana yang ditampilkan dalam nuansa Islam. Bentuk perwujudan gambar burung garuda, naga, gajah memiliki perpaduan antara kekuatan secara fisik dan sikap, yaitu melindungi yang didasari dengan kebijaksanaan. Dan perlindungan dalam kekuatan hidup. Sehingga motif batik ini menjadi salah satu simbol dari kekuatan kerajaan atau keraton Cirebon dalam mencapai sebuah kemakmuran. 

Proses Gambar Batik Paksi Naga Liman

Untuk proses pembuatan gambar, biasanya pembuatan batik ini secara khusus berpegang pada adat dan  kebiasaan secara turun temurun. Pembuatan motif batik paksi naga liman termasuk, motif batik keraton. Sehingga motifnya dibuat berdasarkan berbagai ornamen yang ada di dalam keraton. Walaupun kekuatan ornamen dari kebudayaan China tidak terlalu mendominasi. 

Proses penggambaran yang cukup rumit dan dibuat secara hati-hati, serta teliti. Detail dari setiap penggambaran yang kecil-kecil, membuat kita butuh namanya kesabaran. Tidak itu saja kita juga harus tahu filosofi dan makna yang terkandung dalam motif batik yang dibuat. Sehingga pesan sejarah yang terkandung pada motif batik itu bisa tersampaikan. 

Perkembangan Batik Paksi Naga Liman 

Batik semakin berkembang dengan pesat, selain memiliki peran sebagai keunikan budaya dan jati diri bangsa. Perwujudan dari batik itu sendiri adalah pengenalan antar wilayah atau daerah. Salah satu batik yang berkembang dengan pesat, yaitu motif batik paksi naga liman yang diadopsi dari kereta sakti bernama paksi naga liman. Karena memiliki penggambaran sebagai lambang kekuatan kerajaan Cirebon. Dan menariknya lagi dari penggambarannya adalah dua budaya yang menjadi satu. 

Perkembangan batik yang sebelumnya sempat mengalami penurunan karena kurangnya pelestarian budaya oleh generasi muda. Dan mulai banyaknya cetak tapi hasilnya kurang bagus. Sehingga diadakannya pembelajaran tentang batik tulis. 

Itulah sedikit penjelasan tentang motif batik yang beragam. Sehingga kita tahu peran batik tidak hanya untuk menunjang perekonomian saja. Tetapi sejarah motif batik setiap daerah itu berbeda-beda. Kita juga bisa mempelajari sejarah melalui potongan-potongan cerita yang digambarkan pada batik. 

Sedikit tentang motif batik paksi naga liman, dari sejarahnya dan filosofinya, juga perkembangan batik di zaman modern ini. Pengenalannya yang menjadi salah satu ciri khas kota Cirebon. Sebagai pengetahuan tentang sejarah kerajaan atau keraton Cirebon yang memiliki keunikan dan sebagai simbol yang berlandaskan kebijaksanaan yang membawa kemakmuran.