Motif Batik Buketan

Motif batik buketan menampilkan bentuk pohon atau rangkaian bunga yang lengkap, sering dilengkapi burung atau kupu-kupu. Nama-nama untuk motifnya antara lain adalah Pring Sedapur, Kelapa Setundun, Soko Cina, dan Kembang Terompet.

Keindahan dari Motif Batik Buketan

Batik identik dengan budaya yang asli dari Indonesia, namun pada perkembangannya, motif batik sendiri mendapatkan pengaruh dari budaya asing. Salah satu motif batik yang mendapatkan pengaruh dari budaya asing adalah motif batik buketan. Untuk lebih jauh mengetahui terkait dengan keindahan motifnya, simak terus artikel berikut.

Sejarah Batik Buketan

Penerapan dari berbagai jenis hias buketan dilakukan pada saat Catherina Carolina Van Oosterom dan Caroline Josephine Van Franquemont, sehingga menjadi pelopor dari batik Belanda yang bermula sekitar tahun 1840. Awalnya pola buketan tidak ditampilkan di dalam batik Belanda, namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan pola, maka ragam hias buket yang indah dan halus serta menggunakan warna yang cerah sudah terdapat di batik Belanda. 

Bahkan sering dipadukan dengan latar yang menggunakan ragam hias dari tradisional keraton seperti gringsing, galaran, dan blenggreng yang dibatik sehalus mungkin. Setelah adanya bahan kimia yang masuk ke daerah Jawa, batik Belanda semakin mempunyai ragam warna sehingga terlihat lebih indah.

Cristina Van Zuylen adalah seorang pengusaha batik dengan keturunan Belanda dan mempunyai kelas menengah di daerah Pekalongan, dialah yang pertama kali memproduksi pola buketan. Cristina Van Zuylen pada tahun 1880 telah mengubah tradisi yang awalnya hanya mempunyai sifat missal dan sebagai karya anonim menjadi karya individual. 

Identitas dari Cristina Van Zuylen dituliskan di setiap sudut bagian kain dengan bentuk tanda tangan T. van Zuylen. Batik buketan yang sangat terkenal berasal dari karya Cristina Van Zuylen dan juga Lies Van Zuylen sehingga disebut dengan Zuylen bersaudara.

Makna dan asal Batik Buketan

Makna dari motif adalah sesuai dengan namanya. Pemilihan motif batik tersebut berasal dari nama buketan tersebut, yaitu dengan menggunakan motif serangkaian dari bunga yang dikenal dengan Bahasa Perancis yaitu bouquet. Seperti yang kita ketahui bahwa orang Indonesia sulit melafalkan nama-nama yang seperti itu, maka akhirnya bouquet menjadi buketan. Dengan nama itulah orang-orang Indonesia mudah mengingat dan melafalkan motif batik tersebut dan akhirnya terkenal dengan nama batik buketan.

Pola Batik Buketan

Polanya merupakan pola yang mengambil bunga maupun tumbuh-tumbahan sebagai hiasan dan ornamen yang dibuat memanjang sesuai dengan lebar kain. Kata buketan berasal dari bahasa Perancis yaitu bouquet, artinya adalah rangkaian bunga. 

Gambarnya mudah untuk dikenali karena menggunakan pola yang bergambar kupu-kupu, bunga, burung bangau, tumbuhan yang bersulur-sulur, dan juga burung hong. Gambar tersebut dirangkai menjadi satu kesatuan yang menghasilkan karya cantik dan dengan warna yang indah. 

Pada abad yang ke-19, pola ini berkembang pesat di daerah pesisir Jawa bersamaan dengan zaman kolonial yang menyebabkan adanya pengaruh Eropa, khususnya Belanda. Selain itu, pola batik ini juga mendapatkan pengaruh dari keberadaan pengusaha serta pedangan batik yang berasal dari Tiongkok pada waktu yang lampau.

Beberapa Fakta Menarik

Berikut ini beberapa fakta terkait dengan batik buketan yang harus Anda ketahui.

  1. Batik yang Sangat Tua

Sebelum bangsa Indonesia mempunyai berbagai kecanggihan, bangsa ini sudah menciptakan batik buketan di tahun 1880. 

Warna-Warni Kain

Warna dari kain batik ini sangat menarik karena mempunyai motif bunga. Banyak sekali warna dasar cerah dari motif ini, mulai dari putih, hijau, biru, dan juga merah marun. Tidak akan ada warna gelap dan juga kurang menarik di dalam ini.

Batik Belanda

Fakta menarik berikutnya adalah bahwa batik ini bukan asli Indonesia, melainkan asli milik Belanda. Hanya saja, orang yang menciptakan batik buketan ini tinggal di Pekalongan dan berkebangsaan Belanda.

Batik Buketan Pekalongan

Terdapat batik buketan Pekalongan, Bali, dan lain sebagainya. Namun, yang umum Anda dengar pastilah dari Pekalongan. Wajar saja hal itu terjadi karena pada awalnya batik dari Van Zuylen sangat laku di pasaran, sehingga pengusaha menengah yang berasal dari Tionghoa yang awalnya menggunakan pola ragam hias dari keramik Cina maupun mitos Cina mulai membuat motif batik buketan sekitar pada tahun 1910. 

Para pengusaha dari Tionghoa tersebut diantaranya yaitu Oey Soe Tjoe yang berasal dari Kedungwuni, Lock Tjan yang berasal dari Tegal, serta Nyonya Tan Ting Hu yang sudah memproduksi batik dengan pola pagi – sore pada tahun 1925. 

Tak hanya itu, dari golongan Tionghoa juga terdapat dua golongan pengusaha yang cukup dikenal oleh masyarakat, yaitu Mook Bing Liat dan juga Tjoa Sing Kwat yang berada di kampung Kwijan (merupakan tempat tinggal dari seorang kepala daerah Pekalongan yang Bernama Tan Kwi Jan). 

Bangkitnya pengusaha kelas menengah dari Tionghoa yang berada di Pekalongan dalam memproduksi motif batik buketan mampu menambah nilai dari karya seni batik dan menjadi tidak hanya sekadar barang dagangan.

Motif Batik Buketan