Motif Batik Cendrawasih Khas Papua yang Eksotis

Cendrawasih merupakan jenis burung khas Papua yang sangat ikonik. Burung ini menjadi inspirasi motif batik cendrawasih. Biasanya motif ini memadukan gambar burung cendrawasih dengan gambar tumbuhan dan bunga khas Papua.

Indonesia sangat kaya akan budaya yang tersebar luas dari sabang di ujung barat hingga Merauke, ujung timurnya. Satu diantara kekayaan budaya Indonesia tidak lain adalah batik.

Kalau kamu baru mengenal batik khas Jawa seperti parang, nitik, atau sidomukti, maka kini saat yang tepat untuk upgrade wawasan seputar budaya bangsa. Karena produk batik Indonesia sendiri sangat luas hingga tanah Papua.

Ya, Papua memiliki beragam motif kain tradisional yang tidak kalah menawan dan cantik. Bahkan, kain tersebut memiliki keunikan tersendiri yang tentunya tidak bisa kamu temukan di tempat lain.

Fakta Menarik Seputar Motif Batik Cendrawasih

Salah satu motif batik Papua yang paling populer adalah Cendrawasih. Cendrawasih sendiri merupakan nama burung endemik khas di pulau paling Timur Indonesia tersebut. Lantas, apa saja hal menarik dari motif Cendrawasih?

Mengenal Sejarah Batik Papua

Sebelum ke pembahasan lebih lanjut, tidak ada salahnya kamu mengetahui sejarah kain tradisional di tanah Papua. Lain dari batik Jawa yang sudah ada bahkan sejak era 1600-an, situasi di Papua cukup berbeda.

Perkembangan budaya batik di timur Indonesia ini bermula ketika pemerintah memperoleh program bantuan dari salah satu organisasi PBB, UNDP tahun 1985. Bantuan tersebut ditujukan untuk pemberdayaan kebudayaan di Papua.

Dengan bantuan tersebut, pemerintah mendatangkan para seniman batik dari Jawa untuk melatih penduduk asli agar memiliki keterampilan serupa. Seiring bertambahnya skill, mereka mampu menciptakan motif baru yang merepresentasikan daerahnya.

Secara umum, motif yang berkembang di batik Papua antara lain berupa corak flora, fauna, seni ukir, hingga keindahan alamnya. Hal tersebut karena masyarakat setempat memang begitu dekat dengan alam sekitar.

Terinspirasi dari Fauna Khas Papua

Nah, selanjutnya mari kita membahas motif Cendrawasih secara lebih spesifik. Sesuai dengan namanya, kamu pasti bisa menebak seperti apa motif pada kain tradisional tersebut.

Ya, kain tradisional ini mengandalkan corak burung cendrawasih yang begitu indah. Burung ini merupakan fauna endemik tanah Papua sehingga turut merepresentasikan wilayah timur Indonesia tersebut.

Motif ini menggambarkan keanggunan burung cendrawasih yang juga memiliki sebutan Birds of Paradise (burung dari surga). Keanggunannya tergambar dari bulu serta ekor berwarna-warni.

Motif Cendrawasih sangat kental dengan nuansa alam. Selain keindahan fauna tersebut juga biasanya dipadukan dengan corak tumbuhan maupun bunga khas Papua yang begitu cantik nan indah.

Berkait keunikan desainnya, para wisatawan tidak ragu untuk membawa pulang beberapa potong pakaian jadi maupun kain motif Cendrawasih tersebut. Motif-motif lain seperti Honai Tifa atau Asmat juga tidak kalah menawan.

Cara Pembuatan Batik Cendrawasih

Seperti layaknya batik pada umumnya, motif Cendrawasih dibuat dengan beberapa metode. Metode tersebut antara lain tulis, cap, atau printing. Jenis tulis memiliki harga paling mahal karena tingkat kesulitannya paling tinggi.

Sementara batik cap biasanya dibanderol lebih terjangkau. Ini dikarenakan proses produksinya terbilang relatif lebih mudah serta cepat. Kamu bisa membeli jenis ini jika ingin sedikit berhemat.

Nah, kalau ingin membeli oleh-oleh untuk keluarga, saudara, atau teman-teman yang jumlahnya banyak, tidak ada salahnya membeli tipe printing. Biasanya batik printing tersedia dalam bentuk hem atau kaos dari bahan nyaman.

Bahan Kain Motif Batik Cendrawasih

Bahan akan menentukan seberapa nyaman pakaian yang kamu kenakan. Batik motif Cendrawasih atau motif Papua pada umumnya menggunakan 3 jenis bahan. Mereka adalah kain katun, kain sutra, ataupun kain shantung.

Kain katun umumnya dibuat menjadi kemeja, blouse, atau tunik. Bahan ini dapat menyerap keringat dengan efektif sehingga nyaman dipakai untuk aktivitas bekerja ataupun lainnya.

Bahan sutra tentunya lebih premium dan kualitasnya lebih bagus. Bahan ini lembut di kulit, relatif tipis, namun tetap nyaman karena menyerap keringan. Bahan ini biasanya digunakan untuk membuat dress yang anggun.

Sedangkan bahan kain shantung memiliki karakteristik tidak terlalu tebal, dingin saat dipakai, serta sangat nyaman. Bahan ini biasanya dipakai untuk kaos bermotif Cendrawasih dan cocok sebagai cinderamata.

Menggunakan Warna-Warna Cerah

Fakta lain mengenai batik Cendrawasih adalah memiliki karakteristik warna cerah. Misalnya merah, hijau, hingga kuning keemasan. Pemilihan warna ini didasarkan pada warna cendrawasih yang terang dan cerah.

Warna-warna yang terang dan cerah pada umumnya menggunakan jenis pewarna sintetis. Namun tidak menutup kemungkinan juga dihasilkan oleh pewarna alami.

Makna di Balik Motif Cendrawasih

Di balik keindahan coraknya, batik satu ini juga memiliki makna tersirat. Burung cendrawasih dianggap sebagai burung surga. Masyarakat setempat memiliki kepercayaan bahwa burung tersebut menghubungkan kehidupan bumi dengan surga.

Sehingga tidak mengherankan jika fauna endemik tersebut menjadi simbol sakral bagi masyarakat Papua. Selain itu, motif ini juga menyiratkan makna keanggunan, gagah, serta menawan.

Ketika kamu memakai kain motif Cendrawasih, aura anggun, gagah, dan menawan akan terpancar. Jadi, tidak perlu ragu menambah koleksi batik di lemari dengan membeli motif Cendrawasih.

Pesona Papua seakan tidak ada habisnya. Bukan hanya keindahan alamnya yang eksotis, kebudayaannya berupa batik juga turut menambah eksotisme Timur Indonesia tersebut.

Motif Batik Cendrawasih