Pengertian Pajak Bunga Obligasi serta Jenis Tarifnya

Pada sebuah saham terdapat beberapa surat berharga yang bisa digunakan, salah satunya adalah dalam bentuk obligasi. Pada surat berharga obligasi, seseorang dapat memperoleh keuntungan darinya. Tetapi, jangan lupa juga untuk selalu membayarkan pajak bunga atas hasil yang didapat. Berikut ada beberapa penjelasan mengenai pajak bunga obligasi, mari lihat saja penjelasannya:

Pengertian

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai pajak bunga obligasi, lebih baik mengetahui tentang apa itu obligasi. Pada dasarnya obligasi merupakan sebuah surat berharga dalam bentuk utang yang berlaku selama 12 tahun. Selain itu, pemilik surat tersebut juga akan mendapatkan bunga dari obligasi. Untuk bunganya bisa berupa bentuk bunga atau bisa juga diskonto.

Dalam memperoleh bunga tersebut, pemilik wajib membayarkan pajak dari hasil yang diperoleh. Pemotongan pajak penghasilan tersebut bersifat final serta harus dibayarkan. Di Indonesia sendiri, pemerintah sudah menetapkan ketentuan dari besarnya pajak bunga obligasi ini. Untuk besarnya yaitu sekitar 10% yang sebelumnya 15%.

Ketentuan tersebut sudah ditetapkan oleh pemerintah dan sudah keluar juga untuk Undang-Undangnya. Untuk ketentuan tersebut merupakan peraturan terbaru yang harus ditaati. Sebelum peraturan itu keluar, besarnya pajak bunga ditentukan berdasarkan kegunaan obligasi yang dimiliki. Jadi, setiap pemilik memiliki pemotongan pajak yang berbeda-beda.

Jenis Tarif Pajak Bunga

Terdapat beberapa jenis pajak bunga obligasi sebelum dikeluarkan peraturan terbarunya. Jenis tarif di bawah ini berdasarkan jenis pajak bunga obligasi yang dibayarkan. Tarif-tarif ini hanya sebagai pengetahuan saja, karena sudah ada tarif terbaru yang menjadi tarif final. Berikut beberapa jenis-jenis tarifnya:

  • Jenis tarif 15% ditambah dengan jumlah bunga bagi pajak yang wajib dibayarkan di dalam negeri.
  • Untuk tarif 20% ditambah dengan bunga obligasi yang diperoleh merupakan untuk wajib pajak di luar negeri.
  • Pada wajib pajak reksadana serta investasi tarif yang dikenakan sebesar 5% pada tahun 2020.
  • Di tahun 2021 tarif wajib pajak reksadana dan investasi bisa mencapai 10% sampai waktu yang belum ditentukan.
  • Wajib pajak dan pensiun dalam peraturan terbaru tidak akan dikenai pajak.

Keuntungan Penggunaan Obligasi

Setelah mengetahui tentang pajak bunga obligasi dan jenis-jenis tarifnya. Perlu mengetahui juga keuntungan yang akan didapat jika menggunakan obligasi. Beberapa keuntungan di bawah ini akan diperoleh pemilik jika menggunakan surat berharga satu ini. Mari ikuti saja penjelasan lebih lanjutnya:

  • Instrumen atau indikator dalam investasi yang mudah untuk digunakan oleh siapapun.
  • Penggunaanya cenderung aman karena melibatkan langsung pemerintah dalam prosesnya.
  • Bisa mendapatkan bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan instrumen investasi lainnya.
  • Pemilik surat obligasi bisa mendapatkan keuntungan dari nilai harga yang diperjual belikan.
  • Dapat digunakan sebagai jaminan saat akan melakukan peminjaman di bank-bank besar.

Kesimpulan

Jadi, dapat dikatakan bahwa pajak bunga dari obligasi yaitu merupakan pemotongan hasil yang harus dibayarkan saat memperoleh bunga dari obligasi yang dimiliki. Setiap jenis wajib pajak memiliki jenis tarif yang berbeda. Namun, dalam peraturan terbarunya terdapat jenis tarif yang baru dikeluarkan oleh pemerintah.

Selain itu, terdapat pula beberapa keuntungan yang akan didapat jika menggunakan surat berharga obligasi ini. Penggunaan obligasi ini lebih mudah dan juga tingkat keamanannya lebih tinggi. Karena, dikelola langsung oleh pemerintah sehingga prosesnya lebih akurat dan aman. Jadi, jangan khawatir jika ingin menggunakan obligasi.

Itulah sekilas penjelasan mengenai pajak bunga obligasi yang harus diketahui oleh pemilik surat berharga tersebut. Karena, membayarkan pajak adalah suatu hal yang wajib bagi warga negara. Setiap penghasilan serta bunga yang diperoleh sebaiknya dilaporkan sesuai dengan kenyataan.