Inilah 5 Keuntungan Bertransaksi Di Pasar Sekunder Obligasi

Pasar sekunder obligasi adalah suatu tempat dimana investor bisa melakukan pembelian ataupun penjualan obligasi miliknya yang sudah tercatat di bursa efek secara bebas. Para investor bisa bertransaksi tanpa adanya intervensi dari penerbit obligasi yang asli. Pasar sekunder ini cenderung diminati karena lebih bebas dan fleksibel. Berikut adalah keuntungan melakukan jual beli obligasi melalui pasar sekunder:

1. Lebih Fleksibel

Keunggulan pertama dari pasar sekunder obligasi yaitu transaksi yang lebih fleksibel dibandingkan jika investor melakukan jual beli di pasar perdana. Hal ini dikarenakan obligasi tersebut dapat dibeli kapan saja dengan bebas.

Selain itu, obligasi juga dapat dibeli secara berulang kali asalkan belum jatuh tempo. Adapun fungsi dari membeli lebih dari sekali tersebut yaitu untuk mendapatkan peluang guna mencapai capital gain yang memiliki nilai tinggi.

Kemudian, investor juga dapat melakukan penjualan obligasi ataupun membeli secara langsung melalui investor lain. Jadi, investor tidak akan menggunakan perantara berupa perusahaan sekuritas guna melakukan jual beli surat-surat obligasi tersebut.

2. Lebih Aman

Berikutnya, alasan lain melakukan transaksi surat obligasi melalui pasar sekunder adalah investasi ini cenderung lebih aman. Hal tersebut terjadi karena pemerintah telah memberikan perlindungan berupa jaminan guna mengembalikan modal pokok apabila telah masuk pada saat jatuh tempo.

Dengan adanya jaminan tersebut tentunya investor pun tidak akan mengalami kerugian besar karena hal tertentu. Untuk itu, melakukan jual beli obligasi melalui pasar ini pun cukup diminati oleh sebagian investor.

3. Imbal Hasil Besar

Lalu, keunggulan berikutnya yang bisa diperoleh bila melakukan penjualan dan pembelian melalui pasar sekunder obligasi yaitu bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih besar. Hal tersebut terjadi disebabkan karena obligasi yang diperjualbelikan melalui pasar tersebut seringkali berdasarkan kondisi dari pasar itu sendiri.

Dengan demikian, harga nilai jual ataupun nilai belinya pun berbeda-beda dan lebih variatif. Selain itu, proses perjualbelian ini pun dipengaruhi oleh kemampuan dari investor itu sendiri. Apabila investor memiliki kemampuan untuk menganalisa waktu yang tepat untuk melakukan penjualan dan kapan saat yang pas saat melakukan pembelian maka imbal hasilnya juga menjadi lebih besar.

Kemudian, pada pasar ini juga tersedia dua buah jenis obligasi yang dapat dibeli oleh investor. Adapun kedua jenis itu yaitu dengan menggunakan uang rupiah atau IDR dan juga menggunakan mata uang konvensional atau FR. Namun, ada juga obligasi yang dapat dibeli menggunakan mata uang dolar atau USD.

4. Jangka Waktu Panjang

Lebih lanjut,waktu jatuh tempo dari obligasi yang diperdagangkan juga termasuk panjang bila dilakukan melalui pasar sekunder. Adapun jangka waktunya berkisar dari lima tahun hingga lima puluh tahun. Tentunya hal ini lebih fleksibel dan mudah untuk dijalankan dibandingkan pada pasar perdana yang memiliki tempo waktu yang lebih singkat.

Tak hanya itu, pasar sekunder pun memiliki penawaran berupa potensi bagi investor supaya bisa menghasilkan uang secara lebih cepat. Hal tersebut terjadi karena adanya permintaan akan sekuritas. Akibat yang ditimbulkan yaitu harga dari pasar sekunder tersebut bisa membantu untuk mengevaluasi suatu perusahaan dengan lebih efektif.

5. Strategi Keluar Sebelum Gagal Bayar

Berikutnya, di pasar sekunder ini investor juga bisa menerapkan strategi berupa keluar sebelum penerbit obligasi gagal bayar.  Selain itu, investor pun bisa mengalokasikan ulang modal yang dimiliki pada sektor lainnya. Hal tersebut tergantung dari arah ekonomi yang terjadi pada saat itu.

Kemudian,pasar obligasi juga memungkinkan untuk memaksimalkan pengembalian. Caranya yaitu dengan mengizinkan pembelian yang ada sebelum meningkatkan suatu kredit. Dengan adanya hal tersebut, investor pun berpotensi mendapatkan lebih banyak keuntungan.

Demikianlah beberapa keuntungan melakukan transaksi di pasar sekunder obligasi yang membuat banyak investor tertarik. Meski demikian, ada pula kekurangan dari pasar sekunder ini yaitu fluktuasi yang cukup besar dan bisa terjadi tiba-tiba. Dengan begitu, harga dapat melonjak ataupun menurun secara tajam secara tiba-tiba.