Hamzah Batik Malioboro

Hamzah batik Malioboro merupakan toko aneka jenis batik, aksesoris, serta souvenir khas Jogja, yang terletak di area Malioboro. Jl. Margo Mulyo No.9, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122.

Intip Dahulu.. Inilah Filosofi Unik Kain Batik Asli Kota Yogyakarta!

Layaknya daerah lain di Indonesia, Yogyakarta juga menjadi salah satu penghasil bati unik dengan filosofinya sendiri. Setiap periode high season, tentunya berbagai toko oleh-oleh akan dibanjiri permintaan batik dari para pembeli sebagai buah tangan yang hendak di bawa ke kampung halamannya. Dari pakaian, tas, kain, hingga atribut-atribut khas Yogyakarta lainnya. 

Sebenarnya, apa saja sih motif batik asli Yogyakarta dan filosofi dibelakangnya? Mungkin beberapa dari para pembaca sudah cukup familiar dengan motif kain batik Yogyakarta, yang sebagian besar didominasi oleh warna putih / pethak, cokelat / soga, hitam, biru tua hingga gelap / wedel. 

Secara garis besar, motif batik ini ternyata melambangkan keadaan alam dan kondisi geografis yang mempengaruhi kota pelajar ini loh! Tak lupa juga, motif-motif batik asli dari Yogyakarta ini juga merepresentasikan warisan budaya lokal, salah satunya Keraton. Unik sekali ya?

Pada artikel ini, penulis akan menjabarkan sebagian motif-motif batik asli Yogyakarta beserta filosofi singkat dibaliknya. Penulis berharap, dengan pembahasan informatif ini, pembaca semakin mengenal keberagaman warisan budaya di Indonesia. Oh iya, jika anda ingin memilih-milih secara langsung, anda bisa mengunjungi toko Hamzah Batik Malioboro. Penasaran? Mari kita simak variasi-variasi motif batiknya yuk!

Parang Rusak Barong 

Motif ini merupakan motif yang mungkin paling sering ditemukan di masyarakat. Batik dengan motif ini sendiri merepresentasikan parang, yang dianalogikan sebagai senjata kekuatan dan kekuasaan. Tak hanya filosofinya saja yang menarik, ternyata batik dengan motif ini konon memiliki mitos turun temurun yang masih dipercayai masyarakat, loh.

Jaman dahulu, ada kisah yang menyatakan bahwasanya seseorang memakai kain batik dengan motif parang rusak barong ke suatu acara pernikahan, akan membawa ketidakberuntungan atau dampak yang buruk pada kehidupan pengantin. 

Wahyu Tumurun 

Kain batik dengan motif ini sangat kental sekali dengan upacara adat asli Jawa. Batik ini dikhususkan bagi acara temu manten, dan sudah dikenal dari tahun 1480. Untuk unsurnya sendiri, batik ini hampir sama dengan motif Pamiluto dimana terdapat ornament ceplok, teruntum, parang, dan lainnya. Masyarakat mengatakan, bahwa ketika pengantin memakai batik ini, keberuntungan, kemakmuran, dan kesuburan (bagi para calon ibu) akan senantiasa datang padanya.

Batik Sidomukti

Sebelumnya, penulis ingin bertanya, apakah anda tahu arti Sidomukti? Sidomukti sendiri berarti mulia dan sejahtera. Batik motif ini berasal dari Keraton, sobat. Konon katanya, siapapun yang mengenakan batik dengan motif ini, diharapkan bisa menjadi selalu bahagia, berkecukupan, dan sejahtera lahir dan batin. 

Penggunaan batik ini biasa diperuntukkan untuk rangkaian upacara pernikahan sakral, seperti siraman, pemberkatan, atau ijab. 

Ceplok Kasatrian

Motif batik ini bersifat geometris, ornamennya terdiri dari baris persegi, persegi panjang, bintang, oval, atau segitiga yang diulang dan membuat baris. Untuk fungsinya, kain batik dengan motif ini sering dijadikan kain kirab pengantin. Motif batik ceplok kasatrian ini memberikan kesan gagah untuk siapa saja yang memakainya. 

Motif Semen 

Menurut filosofinya, motif kain batik semen ini menunjukkan kedekatan umat manusia dengan alam semesta. Maka dari itu, untuk keseluruhan ornament motif batik ini, biasanya selalu dipenuhi dengan flora dan fauna.

Untuk pemakaiannya sendiri, motif ini termasuk ke dalam kategori larangan, hampir sama seperti batik parang rusak barong.

Batik Nitik 

Dan yang terakhir, penulis akan membahas mengenai kain batik bermotif nitik. Untuk kain batik motif ini, biasanya akan didominasi dengan warna biru, cokelat, atau putih. Motifnya biasa menunjukkan keanekaragaman flora, seperti daun, bunga, atau sulur. Cara pembuatannya juga cukup unik, loh, sobat. Kain batik motif nitik ini dibuat dengan teknik dobel ikat atau yang lebih dikenal dengan cinde atau patola. 

Nah, sekarang pastinya anda jauh lebih mengenal keragaman motif asli Kota Yogyakarta kan? Tentunya tidak hanya batik lokal jogja, semua motif dan jenis batik Nusantara pun pasti memiliki filosofinya yang menarik untuk dipelajari. Seperti yang sudah penulis singgung sebelumnya, anda bisa langsung berkunjung ke Hamzah Batik Malioboro Yogyakarta. 

Hamzah Batik Malioboro menyediakan berbagai pilihan kain batik berkualitas yang bisa anda pilih sesuai preferensi anda. Dari warna, model pakaian, ukuran, dan sebagainya. Hamzah Batik Malioboro buka jam 8 pagi hingga 9 malam setiap harinya. 

Untuk lokasi atau alamat lengkap Mirota Hamzah Batik Malioboro, toko ini terletak di Jl. Margo Mulyo No. 9, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dengan menghubungi narahubung toko di nomor 0274588524, atau mengakses rute dari google maps. 

Demikianlah informasi yang bisa penulis berikan mengenai motif-motif batik lokal Kota Yogyakarta, beserta Hamzah Batik Malioboro, sebagai pilihan destinasi toko buah tangan. Semoga bermanfaat!

Hamzah Batik Malioboro