Dieng

Dieng, Negeri Diatas Awan

Apakah Anda familiar dengan sebuah tempat bernama Dieng? Dieng adalah nama dari sebuah desa yang terletak di kabupaten Wonosobo, provinsi Jawa Tengah. Jarak dari kabupaten Wonosobo sendiri ke desa Dieng adalah 26 km.

Beberapa bulan lalu sebelum pandemik menutup segala aktifitas traveling di Indonesia, saya dan teman-teman saya menyepatkan diri untuk mengunjungi desa yang sering disebut negeri diatas awan ini sekaligus melepas penat dari pekerjaan.

Berapa lama perjalanan menuju Dieng?

Perjalanan ke Dieng kami tempuh dengan menggunakan bus traveling melewati jalan darat selama kurang lebih 12 jam, dari sekitar jam 10 malam hingga jam 10 pagi. Benar, perjalanannya sangat panjang dan berliku-liku. Di tengah perjalanan, kami menyempatkan waktu untuk beristirahat di beberapa rest area.

Walaupun perjalanan yang ditempuh mamakan waktu yang lama, namun sebenarnya tidak buruk juga. Anda bisa tidur atau bisa melihat pemandangan selama perjalanan setelah jauh dari perkotaan. Anda akan  disuguhi pemandangan persawahan dan hutan-hutan diselimuti kabut.  

Semakin mendekati lokasi tujuan, perjalanan yang ditempuh semakin menanjak. Seolah-olah kita hiking tetapi menggunakan transportasi. Walaupun tidak ada rest area setelah beberapa kilometer mendekati desa tujuan, kami menyempatkan diri untuk berisitirahat sejenak sambil menikmati udara pagi. Udara yang sangat sejuk dan pemandangan dari ketinggian benar-benar membuat rasa lelah kami seolah-olah terbayar.

Bagaimana jika ingin menginap?

Selang beberapa jam kemudian, kami sampai di tempat penginapan lokal. Penginapan lokal yang akan menjadi tempat tinggal sementara kami selama 2 hari terletak diantara pemukiman warga. Jaraknya tidak terlalu jauh dengan beberapa destinasi yang rencananya akan kami kunjungi nanti.

Penginapannya sangat bersih dan lengkap. Dalam 1 kamar terdapat tempat tidur king size lengkap dengan bantal dan selimut dan kamar mandi yang dilengkapi dengan pilihan air panas atau air dingin. Selain itu di kamar juga tersedia TV, lemari, dan WiFi. Lengkap, bukan?

Sebenarnya jika Anda ingin berpergian ke Dieng, Anda punya 2 pilihan tempat tinggal. Anda bisa menyewa penginapan, atau bisa camping. Namun Anda akan lebih banyak menemukan penginapan dibanding camping karena mayoritas penduduk lokal banyak menawarkan jasa penyewaan penginapan untuk para pendatang.

Cuaca di Dieng

Berikut tips untuk Anda. Jika Anda merasa atau memang tidak tahan jika cuacanya terlalu dingin, Anda bisa memilih opsi untuk tinggal di penginapan. Karena selain Anda bisa merasa sedikit hangat, Anda bisa menggunakan selimut yang disediakan dan mandi menggunakan air hangat.

Namun sebaliknya, jika Anda memiliki jiwa petualang dan tidak masalah dengan cuaca dingin, Anda bisa mencoba camping dengan grup Anda. Anda cukup menyewa tenda dan perlengkapan memasak yang disediakan. Anda bisa membawa sendiri selimut atau kain untuk menghangatkan badan.

Cuaca di Dieng memang selalu sejuk karena lokasinya yang berada sekitar 1600 sampai 2100 m diatas permukaan laut. Suhu di Dieng pada siang hari berkisar antara 12-20 derajat Celsius dan pada malam hari 6-10 deraja Celsius. Namun berbeda lagi jikalau musim kemarau, dimana suhunya bisa turun hingga 0 derajat Celsius. Dingin juga, ya!

Candi Arjuna, dan candi lainnya di Banjarnegara

Di hari pertama, kami menyempatkan diri dan menghabiskan waktu untuk mengunjungi tempat yang bernama Candi Arjuna. Candi Arjuna lokasinya hanya 5 blok dari penginapan kami. Saat Anda tiba di gerbang, Anda akan disambut oleh para pemuda dan pemudi setempat dengan sebuah sarung untuk dipakai tiap orang saat memasuki Kawasan Candi. Hal ini merupakan tradisi yang dilakukan penduduk setempat untuk menyambut para wisatawan yang berkunjung ke area Candi.

Dieng

Memasuki Kawasan Candi Arjuna, Anda akan disuguhi pemandangan hijau yang sangat indah disekitaran Candi. Terdapat 5 bangunan Candi yakni Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Bagi kebanyakan orang, Candi-candi ini terlihat sama seperti candi lainnya di Indonesia dengan signatur khas candi Indonesia.

Namun sebenarnya jika diperhatikan, gaya bangunan tiap candi berbeda-beda. Oleh karena itu banyak yang menyimpulkan candi-candi ini dibangun pada masa yang berbeda. Anda bisa berfoto-foto di sekitaran Candi dengan memanfaatkan candi sebagai latar belakang ditemani bukit dan pepohonan hijau disekitarnya.

Dieng

Setelah mengunjungi Candi Arjuna, selanjutnya kami ke Kawah Sikidang. Sebelum beranjak kesana, Anda akan diarahkan ke pintu keluar, yang berbeda dengan pintu masuk Kawasan candi. Disana Anda akan diminta untuk mengembalikan kain yang diberikan sebelumnya. Jangan sampai dibawa pulang, ya!

Kawah vulkanik aktif, kawah Sikidang

Perhentian selanjutnya adalah Kawah Sikidang. Kawah Sikidang adalah salah satu kawah vulkanik yang masih aktif. Jika Anda menggunakan transportasi, Anda bisa parker lalu meneruskan perjalanan ke kawah dengan berjalan kaki.

Dieng

Tips untuk Anda, jika mengunjungi kawah ini, selalu gunakan masker. Mengapa? Karena kawah ini adalah kawah aktif dan mengeluarkan bau belerang. Menghirup belerang dengan jumlah yang banyak sangat tidak baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, selalu pakai masker, ya!

Banyak spot-spot indah disekitaran kawah Sikidang. Spot-spot ini biasanya dimanfaatkan untuk berfoto-foto maupun tempat istirahat sejenak. Namun ingat, untuk berfoto di spot ini, Anda akan dikenai biaya.

Gua Pengantin dan Gua Semar

Setelah mengunjungi kawah Sikidang, kami langsung ke gua Pengantin dan gua Semar. gua pengantin memiliki dua pintu masuk dan diibaratkan sebagai sepasang pengantin dan jika Anda masuk kedalamnya sangat gelap karena tidak ada lampu atau sinar apapun. Namun ingat, untuk memasuki gua ini, Anda harus minta izin pada juru kuncinya.

Konon katanya Anda dapat berdoa kepada sang pencipta di dalam gua ini. Penduduk setempat juga percaya jika Anda ingin dilancarkan perjalanannya dalam mencari jodoh, Anda juga bisa berdoa disini. Namun semuanya kembali pada Anda dan kepercayaan Anda.

Selain gua Pengantin, kami juga mengunjungi goa Semar, yang letaknya masih satu Kawasan. Memang gua ini tidak terlalu ramai dikunjungi. Faktanya gua-gua sebelumnya juga tidak sering dikunjungi karena harus ada juru kuncinya.

Batu Ratapan Angin, salah satu spot terbaik untuk berfoto

Dieng

Batu Ratapan Angin adalah salah satu lokasi wajib untuk dikunjungi selama Anda berada di Dieng. Salah satu alasannya adalah selain Anda bisa melihat hamparan hijau desa Dieng, banyak spot foto yang bisa Anda manfaatkan untuk berpose ria. Salah satu spot yang ramai dikunjungi, bahkan bisa sampai antri adalah Telaga Warna.

Batu Ratapan Angin adalah spot yang jarang sepi. Banyak orang yang berfoto dengan duduk di atas batu lalu dilatarbelakangi oleh dua telaga warna. Dua telaga warn aini terdiri dari telaga yang berebeda warna, dan dipisahkan oleh dataran yang sempit.

Selain telaga wanta, Anda bisa mengunjungi jembatan Merah Putih yang menghubungkan kedua bukit di dekat Batu Ratapan Angin, rumah hobbit, balon udara dan masih banyak lagi spot-spot indah untuk diabadikan.

Safe the best for last, sunrise di Bukit Sikunir

Dieng

Destinasi terakhir kami adalah bukit Sikunir. Untuk menuju ke bukit Sikunir, kami menggunakan bus selama 15 menit dari lokasi penginapan, lalu berhenti di pos pertama. Perjalanan kemudian diteruskan dengan mendaki hingga ke puncak.

Tips untuk pendakian, gunakan jaket yang nyaman karena diatas bukit anginnya cukup dingin. Gunakan sarung tangan dan penutup kepala jika perlu. Boleh minum namun jangan terlalu banyak karena tidak setiap tanjakan Anda bisa menemukan toilet.

Gunakan sepatu yang nyaman, jangan terlalu berat. Begitu juga barang bawaan Anda juga sebaiknya jangan terlalu berat. Jangan takut untuk beristirahat sejenak jika ingin beristirahat.

Jika Anda tidak sempat untuk sarapan, Anda bisa sarapan terlebih dahulu di pos pertama. Disana banyak dijual makanan-makanan dan minuman hangat untuk Anda konsumsi. Disana juga ada toilet jika Anda ingin buang air kecil.

Jika Anda memiliki masalah penglihatan, gunakan head lamp. Alat ini akan sangat membantu saat pendakian. Apalagi untuk menuju ke puncak, ada banyak anak tangga yang harus Anda lewati.

Saran saya, untuk benar-benar mendapatkan sunrise dengan maksimal, sebaiknya Anda datang pada musim kemarau. Jika Anda datang saat musim hujan seperti saya, sangat tipis kemungkinan untuk melihat golden hour.

Sekian pengalaman perjalanan singkat saya ke desa Dieng, Wonosobo. Jika Anda hendak berpergian ke Dieng, jangan lupa selalu gunakan masker, cuci tangan dan patuhi protokol kesehatan, ya!

Related

Peningkatan ekspor tenun dan batik nasional masih terbuka seiring produk dengan nilai semakin tinggi dan demi…

Read more
Alat dan Bahan Membuat Batik

Proses pembuatan batik serta alat dan bahan membuat batik yang dibutuhkan bergantung pada metodenya. Sebab ada kain…

Read more

Batik merupakan warisan budaya tak benda milik Negara Indonesia yang memiliki nilai seni yang tinggi. Batik sendiri…

Read more

Punya info situs menarik, tentang batik atau wisata Indonesia? Kirimkan disini.

About

BatikIndonesia.com adalah komunitas penggemar batik terbesar di Indonesia, dengan 5 juta fans di facebook, instagram, dan website.

Misi kami adalah membantu para pebisnis Batik Indonesia, agar dapat tumbuh terus. Dan semakin menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Alamat Redaksi
Cipinang Indah. Jakarta Timur

Navigation