Bingung Antara Reksadana vs Deposito? Pertimbangkan Hal Penting Di Bawah Ini!

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa pada masa sekarang ini semakin banyak yang tertarik untuk investasi bahkan mulai dana yang kecil. Hanya saja, masih banyak yang kebingungan terkait dengan reksadana vs deposito yang benar agar tidak mengambil keputusan yang dinilai salah. Selain itu, kedua instrumen tersebut bisa memberikan keuntungan yang berbeda.

Setiap orang terutama yang baru pertama kali mencoba sebuah investasi saham, biasanya akan mendapatkan penawaran terkait dengan instrumen yang dipakai. Apalagi pada masa sekarang ini, ada dua pilihan yang paling mudah dan menarik untuk dicoba baik itu deposito maupun reksadana. Silakan penjelasan secara lebih lengkapnya dalam uraian di bawah ini:

1. Ketentuan Jangka Waktu

Para investor sebaiknya juga mempertimbangkan hal yang pertama ini sebelum mencoba langsung, terutama bagi yang belum punya pengalaman sama sebelumnya. Sebenarnya, bagi yang memutuskan untuk menggunakan bantuan dari instrumen reksadana akan diuntungkan dengan jangka waktu yang lebih fleksibel. Sedangkan bagi pemilih deposito biasanya memilih waktu tiga atau enam bulan.

2. Kemudahan dalam Pendaftaran

Memang tidak dapat dielakkan bahwa kedua jenis instrumen ini ternyata menawarkan kemudahan dalam proses pendaftaran terutama bagi yang baru mencoba. Hanya saja, secara lebih lanjutnya, untuk yang memilih deposito harus lebih direpotkan dengan beberapa aturan yang khusus dan penting. Sedangkan para pemilih reksa dana mungkin lebih mudah ketika mendaftar.

3. Jumlah dari Bagi Hasil

Sementara itu, untuk jenis informasi yang berkaitan dengan reksadana vs deposito ini, kenali juga seperti apa hasil bagi dari keduanya. Secara sederhana, bagi yang menggunakan pilihan seperti reksa dana akan kurang diuntungkan karena akan ada perubahan yang tidak bisa diduga. Sedangkan bagi para pemilih deposito, maka jumlahnya bisa lebih tetap.

4. Jenis Produk yang Ada

Terutama dikhususkan bagi yang baru saja mencoba, setidaknya untuk jenis instrumen seperti deposito ini menawarkan jenis produk yang berbeda. Secara khusus bagi deposito ini, setidaknya jenis produk yang disediakan akan diatur secara langsung oleh bank sesuai dengan ketentuan masing-masing. Sedangkan bagi reksa dana, nantinya ada produk dari para profesional.

5. Likuiditas yang Dipakai

Untuk jenis informasi yang berkaitan dengan reksadana vs deposito ini, ada perbedaan yang cukup besar antara deposito dengan reksa dana. Secara sederhana, untuk yang memakai bantuan dari deposito maka harus memperhatikan aspek likuiditas yang ternyata harus dicairkan ketika jatuh tempo. Sementara untuk pilihan reksa dana, setidaknya bisa dicairkan kapanpun itu.

6. Setoran untuk Awal

Jangan sampai ketinggalan terutama bagi yang memiliki rencana untuk mencoba investasi bahkan dalam durasi waktu yang lama. Untuk setoran awal yang diperlukan bagi yang memilih deposito, maka setidaknya siapkan uang yang banyak sekitar minimal Rp8 juta dahulu. Untungnya bagi yang memilih reksadana, bisa memulai dari Rp100 ribu.

7. Aturan Tentang Pajak

Terakhir, ada hal yang jangan sampai dilewatkan untuk dikenali terlebih dahulu, sehingga nantinya bisa langsung menentukan mana pilihan yang memang tepat. Secara sederhana, untuk pilihan melalui bantuan dari deposito, maka setidaknya nanti investor harus menyerahkan pajak sekitar 20 persen secara rutin. Sedangkan untuk jenis reksadana, maka investor bisa dibebaskan dari pajak.

Informasi yang menjelaskan mengenai hasil dari reksadana vs deposito seperti di atas bisa dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Ditambah lagi, ada beberapa hal yang sebaiknya diberikan perhatian yang lebih sejak awal terutama terkait aturan pajak yang sudah dikenakan. Selain itu, ada juga perbedaan mengenai kemudahan dalam proses pendaftaran.