Batik Serabut Kelapa

Aku Bersama Batik Serabut Kelapaku

Batik Serabut Kelapa

Hai.. salam semangat dan sehat walafiat di manapun kita berada

Kenalan yuk, namaku Arni Alisha asal Yogyakarta kelahiran 5 April 1993. Pasnya sih di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahu kan pasti daerah yang dikenal dengan gudegnya, Malioboro, ramah tamahnya dan juga batiknya tentu saja. Yes, aku seniman batik lho yang menciptakan metode mbatik menggunakan serabut kelapa yang aku temukan saat masih ngampus di UNY. Jangan salah, aktivitas batikku ini sudah membawaku ke banyak tempat hingga ke luar Indonesia.

Awal Kisahku Bertemu Batik

Aku punya background pendidikan yang memang condong ke arah seni batik, termasuk daerahku juga tempat budi daya batik tulis. Aku alumnus SMK 5 Negeri Yogyakarta jurusan tekstil dan (untungnya) sambung sesuai jurusan di UNY jurusan pendidikan seni rupa. Awal tekadku mendalami batik sebenarnya sederhana sih dulu, karena saat SMK yang nempel di otakku yaitu batik karena memang banyak praktiknya. Jadi ya tinggal lanjut aja biar tetap fokus.

Dengan ilmu batikku yang ada, aku sudah mulai memberanikan diri ikut  beberapa lomba batik sejak tahun 2012 saat masih semester dua. Selain lomba, aku juga aktif di organisasi DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa). Teman-temanku di sini memiliki impact yang cukup untuk membuatku termotivasi dalam ikut lomba batik, salah satu impact dari mereka yang suka yaitu ditraktir kalo menang. Padahal mestinya aku sih yang traktirin mereka.

Batik Serabut Kelapa

Nah, di tahun 2014 aku mengikuti ”Lomba Cipta Seni Batik Nusantara” yang diselenggarakan Kemendikbud kala itu dengan skala nasional. Dan.. syukurlah aku menyabet juara harapan satu di sana. Berkat prestasi ini juga aku bisa mendapatkan penghasilan sampingan dari menerima pesanan batik tulis yang ada. Dari sinilah aku sadar bahwa batik adalah jiwa seniku selama ini. Dengan kesadaran ini, aku mulai serius dengan batik dan menciptakan gayaku sendiri yang menggunakan serabut kelapa sebagai alat yang kupakai untuk menari di atas kain-kainku kelak. Dan FYI, metode ini kugunakan di skripsiku.

Pandanganku Terhadap Batik

Batik Serabut Kelapa

Batik? Itu apa sih? Seragam sekolah kita tiap hari Jum’at, baju kondangan, taplak meja, seragam dinas ya? Ya, itu adalah salah satu media batik bisa dicurahkan, tapi apasih aslinya batik tu? Kalo kataku sih, ini adalah media berekspresi sekaligus melatih kesabaran, belajar makna kehidupan, belajar sejarah dan belajar filosofi tiap coretan batik yang berkarakter dari motif-motif yang ada. Kalo kamu pernah lihat proses pembuatan batik tulis atau malah pernah praktik, mungkin kamu sadar buat batik tulis itu juga melatih kesabaran kamu lho.

Aku tadi sempat singgung batik serabut kelapa, kan? Itu apa sih? Batik serabut kelapa yang aku maksud yaitu teknik menggambar menggunakan serabut kelapa sebagai media tulis tapi lebih lebar yang abstrak namun tetap berpola. Ide inilah yang bisa membuatku betah dengan batik dan makna di balik teknik ini bisa memotivasi banyak orang yang sudah aku temui selama ini.

Baby Step to Big Step

Batik Serabut Kelapa

Saat aku bercerita tahun 2014 aku mulai menerima batik sebagai jiwa seniku, namaku juga sudah mulai dikenal di beberapa daerah karena seringnya mengikuti lomba dan kerap kali mendapat tawaran mengisi acara di beberapa event seperti mengisi pelatihan batik, presentasi karya, mengisi acara seminar, pemberian motivasi, ke luar negeri sebagai duta pemuda kreatif Indonesia dan masih banyak lagi. Ini semua tak akan terjadi jika baby step-ku yaitu aktif lomba batik untuk memberikan tantangan pada diri sendiri tidak kulakukan.

Selama menempuh jenjang akademik apapun dan juga bermasyarakat memang harus diselingi untuk berkarya atau berkontribusi pada linkungan sekitarmu agar lebih berfaedah. Konsistensimu dalam berkarya atau berkontribusi akan memberikan branding tersendiri di mata masyarakat. Aku bisa dijadikan contoh untuk kalian bahwa konsistensiku di inovasi batik bisa membuatku melakukan banyak hal.

Berkat konsistensiku ini juga, karya-karyaku banyak diakui sampai pernah menerima pesanan batik tulis yang cukup banyak di taun 2014 ini juga. Yang pesan mulai dari civitas kampusku sendiri hingga pejabat daerah yang biasanya mereka pesan untuk dijadikan buah tangan dari Yogyakarta.

Travelling Nyambi Batik

Usahaku untuk terus memajukan batikku ini tidak terhenti di lomba saja. Dengan inovasi batikku ini, aku memberanikan diri untuk mengikuti seleksi Duta Pemuda Kreatif Indonesia di tahun 2017 yang diselenggarakan Kemenpora RI. Dan aku yakin membatik dengan metode serabut kelapa ini akan dipandang dan dibanggakan oleh Indonesia. Dan betul saja aku lolos dan mengikuti segala prosedur yang ada untuk menjadi Duta Pemuda Kreatif Indonesia. Dengan lolosnya aku dari seleksi ini, hobiku untuk jalan-jalan ke banyak tempat jadi terealisasikan.

Batik Serabut Kelapa

Sebagai Duta Pemuda Kreatif Indonesia, tentu saja event-event kreatif dan seni di Indonesia akan sering datangi. Dari yang lokal di Yogyakarta, Bali bahkan hingga ke luar Indonesia lho. Tentu saja jalan-jalanku ini ditemani oleh karya-karya batik serabut kelapaku ini. Aku jadi bisa bertemu banyak seniman hebat, mendapat banyak relasi baru dan dapat mengenalkan apa itu batik serabut kelapa ke khalayak lebih luas. Lelah nan seru tentu saja jalan-jalan itu, thanks to my batik deh pokoknya.

Batik Serabut Kelapa di Negeri Sakura

Partisipasiku sebagai Duta Pemuda Kreatif Indonesia mengundang minat sebuah organisasi yaitu Badan Kepemimpinan Bogor yang bekerja sama dengan Kemenpoa RI untuk menyelenggarakan Festival Budaya Indonesia di Kyoto, Jepang. Maksud dan tujuan penyelenggaraan ini sendiri adalah untuk mengenalkan budaya Indonesia di Jepang. Dan, mungkin juga untuk warga Indonesia sendiri yang tinggal di Jepang untuk mengusir kangen pada Indonesia.

Penyelenggaraan festival Budaya Indoensia ini hanya sehari saja. Namun, untuk persiapannya sendiri aku dan tim butuh sekitar 2 hari 2 malam termasuk konfirmasi ulang tempat dan pemerintah Jepang. Aku membawa bekal batik searbut kelapaku ini untuk nanti dipamerkan di salah satu booth batik yang akan disediakan.

Batik Serabut Kelapa

Pada hari-H, Festival Budaya Indonesia ini dibuka oleh sambutan-sambutan termasuk dari Kedutaan Besar Jepang. Acara ini hanya berlangsung sekitar 4 jam. Kalian tahu kan kalau di Jepang budaya disiplin waktunya sangat ketat. Nah aku dan tim sebenarnya agak kewalahan sama hal ini terutama saat pengosongan tempat kami mengadakan acara ini saat sudah selesai. Aku dan beberapa temanku yang bergabung dalam tim ini memutuskan untuk gak pulang lebih cepat untuk menikmati Jepang sedikit lebih lama

Carilah Batik Serabut Kelapa Hingga ke Negeri Cina

Pada tahun 2019 bulan November, aku dipanggil oleh Kemenpora RI sebagai Duta Pemuda Kreatif Indonesia untuk diajak tur ke 3 pilihan negara untuk mengenalkan budaya Indoensia yaitu Jepang, Cina dan India. Aku memutuskan untuk menjadi perwakilan ke Cina kala itu dan berangkatlah aku dan tim dari Kemenpora RI ke Cina.

Di Cina ini, kami tidak membuata acara festival budaya seperti di Jepang. Melainkan untuk presentasi dan bercerita tentang budaya Indonesia di pertemuan antar negara itu. Tentu saja aku mempresentasikan tentang batik serabut kelapa. Aku menceritakan banyak hal mengenai batik ini mulai dari filosofi, penciptaan dan kekagumanku sendiri pada batik ini. Respon pemerintah Cina ini luar biasa, bahkan mereka memintaku untuk mengisi pelatihan batik di sana di November 2020 yang akan. Tapi, kegiatan itu diundur atau mungkin tidak jadi karena kondisi pandemi Covid-19.

Batik Serabut Kelapa

Setelah presentasi, tentu saja aku jalan-jalan dong. Aku mengabadikan foto-fotoku bersama batik di beberapa tempat wisata terkenal di Cina sebagai dokumentasi perjalananku. Aku jadi bisa punya kenalan orang asli Cina yang bisa aku mintai tolong suatu saat jika aku berkunjung ke negara ini lagi.

Pesanku untuk Pembaca

Kalau kalian lihat foto-fotoku selama membaca, batik itu sebenarnya gak cuma sebatas baju untuk kondangan atau acara formal lainny dan taplak meja lho. Banyak aksesoris dan model baju kekinian yang bisa dipadukan dengan batik seperti cardigan, syal dan baju kasual yang stylish untuk jalan-jalan. Ini kan identitas kita, jangan malu jadinya pakai produk sendiri sekaligus melestarikannya.

Selain memakai produk batik, kalian juga bisa lho belajar bikin batik sendiri. Dengan pengalamanku, aku siap kok untuk mengajari kalian atau mungkin komunitas kalian ingin mengenal lebih dekat tentang batik. Atau kalau kalian tertarik dengan karyaku, kalian bisa datang melihat-lihat atau membelinya sebagai buah tangan kalian. Kalian bisa menghubungi aku lewat IG di @artniqbatik atau bisa lewat WA di 0857-4100-7510. Kalian juga bisa lihat beberapa vlog aku di YouTube dengan nama Arni Alisha. Banggalah dengan batik, banggalah dengan budaya Indonesia. Sekian dan terimakasih… semoga menginspirasi untuk selalu berkarya dan kita bisa jadi teman

Related

Batik Bogor

Siapa sangka bahwa Bogor merupakan salah satu produsen batik paling fenomenal di Nusantara. Salah satu kota di Jawa…

Read more
Gunung Andong

Gunung Andong adalah gunung yang secara adimintratif adalah gunung yang ada di Kabupaten Magelang. Mempunyai…

Read more
Batik Banten

Batik Banten. Banten merupakan salah satu wilayah di Barat pulau Jawa, Indonesia yang…

Read more

Punya info situs menarik, tentang batik atau wisata Indonesia? Kirimkan disini.

About

BatikIndonesia.com adalah komunitas penggemar batik terbesar di Indonesia, dengan 5 juta fans di facebook, instagram, dan website.

Misi kami adalah membantu para pebisnis Batik Indonesia, agar dapat tumbuh terus. Dan semakin menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Alamat Redaksi
Cipinang Indah. Jakarta Timur

Navigation