Apa itu Reksa Dana Terproteksi? Inilah Ulasannya

Siapa bilang berinvestasi harus memiliki modal yang besar? Bagi para pemula, investasi bisa juga dilakukan meski dengan modal yang kecil. Instrumen investasi yang cocok digunakan adalah reksa dana. Reksa dana sendiri memiliki beberapa jenis, salah satunya reksa dana terproteksi.

Dengan harga yang murah, reksa dana merupakan solusi yang tepat bagi pemula yang masih belajar melakukan investasi dan memiliki pemahaman investasi yang terbatas. Reksadana terproteksi merupakan salah satu investasi yang memiliki profil risiko yang aman. Agar lebih jelas, simak penjelasannya berikut ini:

Pengertian dan Karakteristik dari Reksa Dana

Reksa Dana terproteksi memiliki pengertian sebagai reksa dana yang menawarkan proteksi seratus persen atas modal pokok investasi. Terdapat perbedaan reksa dana terproteksi dengan reksa dana pada umumnya. Perbedaan itu berupa cara mengelola pengelolaan dana investasi oleh manajer investasi.

Pada reksa dana konvensional, dana dikelola secara aktif bahkan jika perlu manajer investasi akan melakukan trading. Namun pada reksadana terproteksi ini, pengelolaan dana umumnya diinvestasikan pada surat utang atau obligasi yang pasif. Manajer investasi akan menahan obligasi tersebut hingga jatuh tempo dan tidak melakukan trading.

Namun proteksi tersebut juga tidak sepenuhnya bisa melindungi modal awal investor. Sebab bagaimanapun, investasi memiliki risiko tertentu, misalnya perusahaan gagal bayar. Hal ini akan menyebabkan investor mengalami risiko beruba kehilangan dividen dan juga modal awal. Untuk itu sebaiknya pahami juga karakteristik dari reksadana berikut ini:

1. Masa dan Unit Terbatas

Pembelian reksadana jenis ini tidak dapat dilakukan bebas seperti halnya reksa dana konvensional. Sebab reksa dana terproteksi memiliki keterbatasan pada nominal dan juga masa penawaran. Untuk masa penawaran reksa dana tersebut hanya maksimal 120 hari kerja. Sedangkan untuk nominal yang ditawarkan juga terbatas sesuai dengan ketersediaan surat utang yang menjadi tujuan investasi.

2. Terdapat Jatuh Tempo

Sebenarnya reksadana tidak memiliki jatuh tempo, namun hal tersebut berbeda dengan reksadana terproteksi. Pada reksa dana jenis ini terdapat jatuh tempo yang tanggalnya bersamaan dengan jatuh tempo surat utang. Setelah jatuh tempo, manajer investasi membubarkan reksa dana.

3. Adanya Perkiraan Return

Pada jenis reksadana terproteksi diperbolehkan mencantumkan perkiraan return yang didapatkan. Return tersebut merupakan bunga dari surat utang yang telah dikurangi dengan biaya dan pajak. Namun manajer investasi juga harus menjelaskan perkiraan return kepada investor bahwa tetap terdapat resiko tertentu pada investasi ini.

Risiko Reksadana Terproteksi

Meskipun terproteksi bukan berarti reksadana yang satu ini tanpa risiko. Setiap kegiatan investasi tetap ada resikonya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa risiko yang terdapat dalam reksa dana terproteksi:

  • Turunnya harga obligasi.
  • Tindakan yang dilakukan oleh Investor dengan mencairkan dananya sebelum jatuh tempo.
  • Manajer investasi bisa jadi menginvestasikan modal tidak hanya pada obligasi saja, sehingga terdapat kemungkinan kerugian dari jenis investasi lain yang dilakukan oleh manajer investasi.

Kelebihan

Setelah mengetahui seluk beluk dari reksadana investasi, dapat dipahami jika reksadana jenis ini memang memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan tersebut diantaranya adanya proteksi 100 persen terhadap modal awal investor. Oleh sebab itu reksadana ini cocok sekali untuk para pemula yang masih belajar.

Tak perlu terlalu khawatir dengan risiko investasi, sebab modal dikelola oleh manajer investasi profesional dan diinvestasikan secara pasif. Dividen dari reksa dana ini akan diberikan secara berkala dengan return yang telah diketahui sejak awal melakukan investasi. Oleh sebab itu jika ingin berinvestasi yang minim resiko maka reksa dana terproteksi ini bisa menjadi pilihan.

Itu tadi adalah beberapa penjelasan mengenai reksa dana terproteksi. Memilih reksa dana dengan jenis ini memang bisa menjadi alternatif pilihan saat baru mulai belajar investasi. Selain memberikan keuntungan, investasi ini juga minim risiko.