
Lebaran idul Fitri Tahun Kemaren, Semua pada sibuk bersuka cita dengan Baju barunya. Dan aku juga begitu tentunya, Tapi karena sibuk kerja, jadi nggak sempet ikutan belanja baju baru. Alhasil, Ketika hari bahagia tiba, keluarga udah pada Kinclong sama baju Koko dan Baju Muslimnya. Nah Saya yang bingung mau pake baju apaan, Huft. Kelar Sholat Ied di masjid Kita pulang ke Rumah. Keluarga udah pada asyik santap ketupat aja, dan aku asyik buka tutup Lemari, hehe. .
Bongkar sana sini, akhirnya ketemu juga sesuatu yang berkilau. Baju Batik Kesayangan ku, yang cuma satu-satunya ku punya kala itu
Udah lama banget aku belinya, tapi udah lama juga ndak kepake. itu aku pake waktu ke nikahan kakaknya temen. Makin Pede Keluar kamar dengan Batik Kinclong berwarna ijo kekuning-kuningan, kupadupadankan dengan selendang hitam bermotif Bunga yang kujadikan syal. Di hari raya itu, Bukan cuma Hati yang bersih, muka yang bersinar setelah sebulan penuh berpuasa melawan hawa nafsu, tapi juga kepercayaan diri yang up lagi meski nggak pake baju baru, Tapi batik ini membuat suasana menjadi Baru
Silaturahmi ke tempat keluarga, sanak saudara dan kerabat juga ndak ada yang Komplain, kenapa aku Berbatik. Beda dari Tradisi, tapi tetap terlihat apik
Menularkan Kebiasaan Berbatik, siapa tahu lebaran Tahun Ini satu Keluarga kita berbatik semua yaa
Lebaran itu kan ndak mesti semuanya baru, yang Penting Hatinya yang Baru
dan lebaran Juga ndak Mesti pake Kaftan atau Baju Muslim. .
Berbatik juga Oke, selain Indonesia Banget, batik juga bukti pencitraan diri yang eksklusif. .
Dengan Motif yang serupa tapi tak sama, kesannya juga Beda, lebih pede. .
Setelah itu, Jadi Lebih Nyaman aja kalo pake Batik, Formal Informal Sah sah aja
- Ke Kantor, Jum’at-an Berbatik – dan temen-temen kantor juga ketularan pake batik, Merubah Mind set mereka selama ini, kalo batik cuma Ok buat Kondangan aja, Haha. Ngantor juga trendi toh berbatik, Kawan-
- Hang Out bareng temen juga tetep ngerasa gaya Berbatik.
- Dan Kondangan kalo ndak Berbusana Batik, Paling Kebaya yang dipadu padan pake kain batik.
Jadi Sekarang, Nggak Pusing-pusng mikirin Kostum lagi deh kalo mau pergi-pergi. Meski Koleksi Batik Gue baru seberapa, yaa nanti juga nambah kalo rejekinya ada, hehe. .
Temen-Temen bilang, Kalo Aku Berbatik itu kesannya Lebih Feminim, Katanya
Semoga Artikel ini menginspirasi kawan-kawan sekalian, Lebih Mencintai Karya Indonesia. Lebaran Berbatik, kenapa Nggak ? Apalagi kalo Indonesia berbatik, Alangkah Bahagianya
Catatan: Photo dan artikel kiriman dari Melda Idris di Palembang
Punya Photo dan artikel yang lainnya? Kirim saja dan bisa dapat hadiah batik dari kami. Klik disini.
Koleksi Terbaru Kami
-
-
Kain Batik Tulis Buket Bunga Kuning Bertumpal Biru, Rp. 495.000,00
-
Kain Batik Tulis Motif Manuk Toska Bertumpal, Rp. 495.000,00
-
Tas Batik Cap Motif Lereng Merah Marun Hitam, Rp. 55.000,00
-
-
-
Tas Batik Tulis Motif Bambu Hijau Latar Putih, Rp. 85.000,00
-
Syal Jumputan Motif Motif Trapesium Coklat Kombinasi Hijau Merah, Rp. 145.000,00
-
Kain Batik Tulis Megamendung Pink Kombinasi Latar Putih, Rp. 295.000,00
-
Punya photo batik atau cerita yang lebih seru dari ini? Klik disini untuk Kirim cerita batikmu di sini
Mau dapat bonus 5 ribu rupiah?, sekaligus cerita batik, info produk batik terbaru? Join klub batik kami di sini



Komplek Kimia Farma, Jl. Laut Banda, Duren Sawit – Jakarta Timur. Mohon hubungi kami melalui telpon atau email sebelum melakukan kunjungan.

