Artikel Batik di BatikIndonesia.com


Karakter ku, Batik ku.

hi guys,

saya termasuk orang yang cuek. mulai dari penampilan ampe yang namanya perasaan. ku lihat batik indonesia ada lomba, perhatianku teralihkan.

yaa.. walaupun cuek, tapi kalau berkenaan dengan narsis sich. aku salah satu modelnya.

diminta untuk upload photo narsis batik, aku kepikiran untuk take action after hangout at surabaya.

kalau berurusan dengan artikel, aku cuma bisa kasih testimony pengenalanku dengan batik.

so, guys! mari kita simak bersama.

latar belakang:
sebenarnya aku tidak begitu menyukai batik. sedari smp hingga kuliah.
aku berpikir, batik itu kuno, kolot, ribet, aneh, dan kagak ada bagusnya.
selain itu, batik tidak cocok dengan penampilanku.
mungkin ada sebabnya, dimulai dari smp. dimana batik menjadi kewajiban yang menyeramkan. selain tidak dibekali pemahaman atau pemasukan pemikiran yang positif dan menyenangkan tentang batik kepada siswa/i sekolah. modelnya pun tidak menarik, bahkan corak serta ukuran seragam batik yang diberikan oleh sekolah kepada siswa, tidak melihat aspek ‘matching’. karena sikap ini terus-menerus berada dalam diriku, dan tak pernah pula diperiksakan ke dokter. maka, secara otomatis, penyakitku ini tentang batik, berlanjut hingga kuliah.

pengenalanku dengan batik:

saat maraknya beberapa batik telah diklaim oleh salah satu negara. maka, mulai dari penggila gosip hingga politikus, berbicara seputar SELAMATKAN BATIK! sampai pulalah berita ini hingap pada diriku. dan akhirnya batik ‘terkenal’ di pikiranku dan warga indonesia.

namun, hal demikian belum mampu untuk membuat hati ini berlabuh pada batik.
aku hanya bisa melihat artis beserta para fans mereka, menjadi demam batik. adikku pun merengek-rengek kepada ibuku, agar ia dibelikan tas batik. padahal, keuangan ibuku belum teralokasikan untuk tas batik. namun apadaya, sang ibu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya.

jatuh hati dengan batik:

pada saat kerja, pegawai harus memakai kemeja berkerah, lengan panjang, dan berdasi.
berkerah, ok! karena ini saatnya bekerja. tapi aku tak setuju dengan lengan panjang dan memakai dasi didaerah panas. namun, apadaya tangan tak sampai. aku hanya pegawai yang harus ikuti perintah atasan.

pada akhirnya, aku temukan cara untuk mengakali peraturan ini, yaitu batik. dengan batik, aku tak perlu berdasi, tak perlu lengan panjang, dan tak perlu memasukannya kedalam celana. hal inilah yang pada ujungnya membuatku jatuh hati pada batik. berawal dari batik asal beli hingga batik bermerk. mulai dari harga murah hingga harga mewah. ada batik cetak, ada juga batik tulis.

dulu hanya dipakai untuk menghindari aturan, namun sekarang, hampir setiap momen aku memakai batik. mulai dari hari kerja, jalan-jalan, pengajian, juma’atan, sampai peresmian.

ternyata batik memang cocok dengan kepribadianku yang cuek. corak dan modelnya pun mulai beragam sekarang. oleh karena itu aku suka batik. mungkin saat aku lamaran kelak, aku akan memakai batik.

oya.. sekedar tambahan. saat sunatan pun aku memakai batik loh.. ^^

-firman-

Photo dan artikel kiriman dari dang firman di jl.gubeng airlangga v no.6 surabaya




Related Posts with Thumbnails

-

Leave a comment