Mengagumi Keindahahan Antar Negara di Nunukan

Nunukan merupakan kabupaten yang berada di Kalimantan Utara dengan ibu kota yang bertempat di kota Nunukan. Kabupaten tersebut mempunyai wilayah seluas 14.493 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 140.842 jiwa (pada tahun 2010).

Nunukan mempunyai moto Penekindidebaya atau Membangun Daerah yang asalnya dari bahasa Tidung. Selain itu, kabupaten ini pun menjadi pelabuhan lintas negara dengan kota Tawau yang berada di Malaysia dengan rata-rata delapan unit kapal tiap harinya.

Kemudian, sebelum jadi kabupaten, Nunukan juga punya sejarah seperti yang disebutkan di bawah ini.

Berawal dari Pemekaran Bulungan

Awalnya, Nunukan merupakan bagian dari Kabupaten Bulungan yang akhirnya memekarkan diri. Lantas, Nunukan jadi kabupaten setelah melewati beberapa pertimbangan seperti peningkatan pembangunan, luas wilayah, hingga pelayanan terhadap masyarakat.

Adalah R.A. Besaing yang mempelopori rencana pemekaran tersebut hingga akhirnya menjadi salah satu bupati Nunukan. Hingga sekarang, Nunukan mempunyai 16 kecamatan dan 218 kelurahan.

Menjadi Tempat Lintas Antar Negara

Di tahun 2003, sebuah tragedi kemanusiaan terjadi di sini. Pekerja-pekerja gelap Indonesia yang berada di Malaysia dideportasi lewat Nunukan. Setelah tragedi tersebut, tempat ini menjadi tempat lintas antar negara dengan Tawau di Negeri Jiran.

Masyarakat yang ingin berkunjung ke salah satu wilayah harus membawa dokumen Pas Lintas Batas atau PLB. Setidaknya, ada sekitar seratus orang yang pergi dan pulang dengan menggunakan kapal-kapal cepat di sekitar Nunukan dengan Tawau.

Meski begitu, letaknya yang berbatasan dengan Malaysia jadi keuntungan tersendiri di sektor pariwisata. Wajar saja kalau ada banyak pihak yang tertarik untuk berinvestasi di bidang tersebut.

Dengan sistem imigrasi dan promosi yang baik, bukan tidak mungkin akan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Sebab, kabupaten tersebut memang menyimpan banyak tempat-tempat indah yang patut dikunjungi dan dijaga kelestariannya agar tidak cepat rusak.

Berikut ini ada beberapa tempat yang patut dikunjungi bagi para wisatawan, yaitu:

Pantai Batu Lemampu

Destinasi wisata alam ini mempunyai hamparan pasir yang indah dan bebatuan luas. Kondisi ombaknya yang relatif sedang juga tidak akan membahayakan wistawan yang berlibur ke sana.

Selain itu, Pantai Batu Lemampu juga mempunyai pohon-pohon kelapa dan vegetasi yang tumbuh subur. Pantai tersebut juga kerap dipakai untuk festival budaya hingga upacara-upacara adat yang sakral.

Puncak Bukit Batu Sicien

Bagi wisatawan yang menggemari kegiatan menantang, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Puncak Bukit Batu Sicien. Disebut juga dengan Batu Madu, tempat wisata ini berada di ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut.

Puncak Bukit Batu Sicien terletak di Desa Long Rungen yang dikelilingi hutan asri dengan Batu Sicien yang dianggap keramat oleh penduduk Dayak Lun Dayeh.

Air Terjun Ruab Sebiling

Dengan ketinggian mencapai 25 meter, air terjun ini wajib dikunjungi bagi mereka yang menyukai tempat wisata menantang. Air Terjun Ruab Sebiling yang berada di Desa Baaee Liku ini lekat dengan legenda tanah keramat yang konon pernah ditinggali suku Adda atau Hantu. Hulu si sungai Krayan yang berada di sekitar air terjun punya arus deras dan berpotensi dijadikan wilayah arung jeram.

Nunukan juga mempunyai kekayaan kuliner yang tidak boleh kita lewatkan, antara lain seperti elio dan kue inalog.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *