Menyusuri Banjarmasin, Si Kota Seribu Sungai di Kalimantan

Banjarmasin merupakan ibu kota dari Kalimantan Selatan, sekaligus kota paling padat di Kalimantan. Dengan julukan Kota Seribu Sungai, kota ini mempunyai wilayah dengan luas 72 km2 dan jumlah penduduk mencapai 675.440 jiwa.

Sebagian daerah adalah kepulauan yang terdiri dari 25 buah pulau kecil atau delta. Beberapa di antaranya adalah pulau Rantauan Keliling, pulau Kelayan, dan pulau Tatas yang dipisahkan oleh sunga-sungai kecil.

Selain itu, ia juga mempunyai sejarah panjang seperti yang dipaparkan berikut ini.

Dari Kampung Kecil Menjadi Kerajaan

Banjarmasin mempunyai sejarah yang cukup panjang, Mulanya, sebelum tahun 1526, tempat tersebut adalah kampung kecil yang berada di bagian utara muara dari sungai Kuin.

Kemudian di abad ke-16, ada sebuah kerajaan bernama Kerajaan Banjar Masih yang dipimpin Raden Samudera sebagai raja kesatu. Raden Samudera juga berhasil mengambil alih Bandar Muara Bahan dan menjadikannya pusat dagang yang terkenal di masanya.

Banjar sendiri berarti kampung atau berderet-deret dalam bahasa Melayu.

Pemanfaatan Struktur Tanah Aluvial

Banyaknya sungai yang melewati Banjarmasin membuat struktur tanahnya sedikit berbeda dari kawasan lain. Sebagian besar di antaranya adalah tanah aluvial yang terdiri dari struktur lempung. Sementara itu, cekungan yang terbentuk dari batuan metamorf.

Permukaannya terdiri dari pasir, kerikil, kerakal, hingga lempung yang kemudian mengendap di bagian sungai serta rawa. Sehingga untuk pemanfaatannya pun sedikit berbeda dibandingkan tanah lainnya.

Berdasarkan data dari tahun 2003, sekitar 2.962,2 hektare wilayah digunakan sebagai lahan pertanian. Lantas untuk industri sebesar 278,6 hektare, perusahaan sebesar 337,3 hektare, perumahan 3.135,1 hektare, dan jasa sebesar 486,4 hektare.

Dari tahun ke tahun, lahan pertanian kian menurun dan digantikan dengan kawasan perumahan. Selain itu, Banjarmasin hanya mempunyai Ruang Terbuka Hijau seluas 12% dari total wilayah kota, sementara seharusnya sebesar 30%.

Beberapa destinasi wisata yang patut dikunjungi, seperti:

Pasar Terapung Banjarmasin

Banjarmasin sangat identik dengan pasar terapungnya. Saking ikoniknya tempat tersebut, banyak turis lokal hingga mancanegara yang berdatangan untuk sekadar melihat atau bertransaksi di sana.

Salah satu pasar terapung yang paling terkenal berada di muara Sungau Burito. Beberapa sumber mengatakan kalau pasar terapung di Sungai Burito sudah ada sejak lama, yaitu sekitar 400 tahun lalu.

Taman Siring Sungai Martapura

Destinasi wisata selanjutnya yang masih mengandalkan sungai terletak di Jalan Kapten Tendean dan Jalan Jenderal Sudirman. Di Taman Siring Sungai Martapura, wisatawan bisa melakukan aktivitas seperti jukung atau perahu khas asal Banjarmasin di permukaan sungai.

Tempat yang paling raman dikunjungi pada sore hari ini juga menjadi wilayah favorit orang-orang yang gemar memancing ikan.

Taman Maskot

Seperti namanya, wistawan akan menemukan dua maskot Banjarmasin di sana, yaitu phon kasturi dan bekantan. Patung bekantan yang ukurannya hampir setara dengan manusia dewasa terletak di gerbang masuk.

Sementara patung pohon kasturi terletak tak jauh dari patung bekantan tadi. Jika beruntung, kita akan mendapati sekumpulan monyet bergelantungan di patung pohon kasturi tersebut.

Banjarmasin mempunyai kekayaan kuliner yang tak kalah melimpah, sehingga rasanya sayang untuk kita lewatkan. Beberapa makanan yang patut disantap wisatawan meliputi ketupat kandangan, udang bakar, soto banjar, hingga patin bakar.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *