
Sudah menjadi tradisi di keluarga papa setiap lebaran selalu ada acara halal bihalal keluarga besar (trah dalam istilah jawa) yang dihadiri oleh semua generasi yang sudah ada (eyang, anak, cucu, cicit, canggahyang berarti 5 generasi) di daerah klaten Jawa Tengah. Dan setiap tahun kurang lebih 500an orang berkumpul, mulai yang dari jakarta, bandung, palembang, cilacap, jogja, kalimantan, bisa kebayang ramenya.
Tahun ini (Idul Fitri 1431H) pertemuan yang ke 22, berarti sudah 22 tahun berjalan…
Dan kebetulan giliran keluarga besar papa yang menjadi tuan rumah. Sudah sejak sebelum puasa mama pesen untuk pakai seragam batik kembar. Biasanya juga pakai batik sih, tapi ga kembar, hehehe..
Mulailah nemenin mama berburu batik, akhirnya dapat di sentra batik bantul. Cerita nya mborong berpuluh-puluh meter batik karena anak n cucu mama banyak, hehe..
Serunya waktu hari H, begitu kelar acara kami menemukan ada kereta kelinci (itu lho… kereta mini yg penuh hiasan yg ditarik mesin mobil. biasanya dipasar malam) yang lagi diparkir dilapangan..
Spontan kami sekeluarga lari berhamburan ke kereta kelinci n sibuk foto-foto. Padahal siang itu panas sekali, tapi kami tetap semangat mencoba berbagai macam gaya dengan berbalut batik.
Jadilah eyang kakung, eyang putri, anak, menantu dan cucu-cucu ber-narsis ria dengan batik kebanggan diatas kereta kelinci!!! Yippiy!!!
Photo dan artikel kiriman dari P. Niken Widyasari di Yogyakarta