Blog Batik


2
May 12

BATIKKU…….INDONESIAKU (BATIK SEMARANGAN)

salah satu kain batik yang dipamerkan di ruang Galeri Batik Semarang 16

Saya sangat mengagumi kain batik yang kaya akan motif-motifnya, hampir setengah isi lemari baju saya penuh dengan baju batik aneka motif dan corak warna. Tentu saja motif-motif kain batik tersebut berasal dari seluruh kota-kota yang ada di Indonesia jadi ya 100% asli buatan Indonesia, sebut saja Kota di Jawa Tengah yang terkenal dengan batiknya yaitu Kota Cirebon, Pekalongan, Yogyakarta, Solo dan masih banyak yang lainnya. Sementara di Jawa Timur bisa kita temui kain batik khas Madura dengan motif serat. Setiap motif entah berasal dari kota manapun selalu punya kisah cerita tersendiri. Motif-motif batik tersebut bisa dibedakan menjadi 2 macam yaitu batik dengan motif tradisional dan batik dengan motif modern. Saya belum terlalu pintar untuk membedakan kedua jenis motif ini.

Saya lahir dan besar di Kota Semarang yang -kata orang- terkenal sebagai kota yang sangat panas. Kota Semarang juga sangat terkenal dengan jajanannya seperti lumpia, wingko babat, bakpia, bandeng presto, dan lain sebagainya. Sayang, untuk hal batik Kota Semarang bisa dibilang jauh tertinggal dengan kota tetangganya sebut saja Pekalongan (terkenal dengan sebutan kota batik) dan Solo yang sangat terkenal dengan kerajinan batiknya, bahkan sebagian besar masyarakatnya hidup dari penghasilan kerajinan batik.

Menurut sejarah mengenai batik Semarang, sebenarnya sudah lama ada sejak zaman penjajahan Belanda. Terletak di Kampung Batik yang merupakan daerah pusat batik Semarangan, bisa ditemukan sisa kejayaan batik Semarang yang hanya ada beberapa saja, selebihnya sudah tidak ada karena terkikis oleh zaman. Menyedihkan.

Zaman dahulu orang Semarang membatik (membuat batik) hanya untuk dipakai sendiri sehingga tidak pernah dipatenkan motif dan nama batiknya, lain halnya dengan batik Pekalongan maupun batik kota lainnya yang sudah mematenkan hak produksinya sehingga sampai sekarang kita mengenal nama dan ciri khas dari setiap motif batik dari kota-kota tersebut. Motif-motif yang digunakan pada tempo dulu lebih banyak menggunakan motif-motif naturalis seperti motif flora, pohon, rumah, dan kupu-kupu.

Pada tahun 2006, Pemerintah Kota Semarang mulai aktif menggerakkan kembali usaha kerajinan batik dari pengusaha-pengusaha kecil yang sempat mati suri. Akhirnya melalui berbagai seminar dan pembinanaan-pembinaan secara teknis, mulai bermunculan sentra-sentra batik di Semarang seperti yang pernah saya kunjungi yaitu Galeri Batik Semarang 16 milik Ibu Umi S. Adi Susilo yang terletak di Desa Sumberejo Kel. Meteseh Kec. Tembalang. Batik milik Ibu Umi ini pemasarannya cukup unik karena menggunakan media online sebagai bagian cara penjualannya.

Sayangnya, waktu berkunjung ke lokasi yang sangat jauh dari pusat kota tersebut, saya tidak bertemu dengan Ibu Umi sebagai pendiri sekaligus pemilik 219 macam motif batik Semarang yang diciptakannya. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 1 jam dari pusat kota Semarang (baca : Simpang lima), terbayarkan ketika saya sampai disana. Suasana yang sangat asri (back to nature) dan masih kental dengan budaya Jawa Tengahnya, benar-benar dapat membayar rasa lelah saya setelah seharian berkeliling kota.

Motif batik ciptaan Ibu Umi ini lebih menampilkan motif yang menjadi landmark Kota Semarang, seperti Tugu Muda, Gereja Blenduk, Lawang Sewu, dan lain sebagainya. Selain landmark Kota Semarang, Ibu Umi juga memilih motif kuliner untuk batik ciptaannya, seperti motif batik lumpia dan motif tahu gimbal. Lucu dan sangat unik sekali tentunya. Tidak heran bila motif batiknya mulai dipatenkan menjadi batik khas Semarang oleh Ditjen HAKI.

Di galeri Batik Semarang 16 ini menyediakan berbagai macam hasil kerajinan batik seperti dress untuk resepsi pernikahan, selendang, kemeja kerja untuk perempuan dan laki-laki, kaos batik, taplak meja, sampai mukena dan sajadah untuk ibadah. Saya pun memutuskan untuk membeli sebuah kemeja yang kebetulan titipan teman saya pada waktu itu, sempat bingung juga untuk memilihnya karena semua batik yang ada disana menurut saya sangat bagus. Walaupun saya sendiri tidak membeli, namun saya cukup puas dengan mengunjungi galeri milik Ibu Umi tersebut. Rasa puas saya terlebih karena si pemilik sangat pintar menata dan membuat galeri batik miliknya menjadi nyaman dikunjungi oleh para peminat batik. Disana selain galeri batik yang dipamerkan ke pengunjung, ada juga anjungan (baca: semacam rumah-rumahan seperti gubug dengan atap dari jerami) sebagai tempat untuk melakukan pewarnaan, pembuatan batik dengan cara tulis maupun cap, dan tempat untuk penjemuran sebagai tahap akhir proses pembuatan batik. Sayang, saya berkunjung sudah sangat sore sehingga tidak bisa melihat langsung bagaimana mereka (baca: para pekerja) memproduksi batik yang mampu mengangkat nama harum Kota Semarang ini.

Bila ada waktu luang berkunjunglah kesini, dijamin Anda akan terkagum-kagum. Untuk masalah harga ya…siap-siap saja untuk merogeh kocek yang dalam untuk motif dan jenis kain tertentu, namun masih ada kok beberapa yang masih terjangkau. Selamat ber-hunting batik semuanya……

Catatan: Photo dan artikel kiriman dari Ambar Rianti Soebari di Jl. Batu Tulis VII No. 30 Pecenongan-Jakarta Pusat

Punya Photo dan artikel yang lainnya? Kirim saja dan bisa dapat hadiah batik dari kami. Klik disini.


2
May 12

Pusat Perhatian

Sungguh luar biasa saat kita memakai batik beda dari yang lain, itulah yang saya alami saat memakai baju batik di acara pesta pernikahaan rekan kerja saya… ternyata banyak melihat ke saya, dan pastinya tujuan utama dgn baju yg saya pakai… kesimpulannya yah saya kelihatan lebih keren, tentunya ini membuat saya semakin percaya diri dgn tampil beda dgn batik klasik (barong sogan). Thanks batik indonesia

Catatan: Photo dan artikel kiriman dari SOSO di palembang

Punya Photo dan artikel yang lainnya? Kirim saja dan bisa dapat hadiah batik dari kami. Klik disini.


2
May 12

‘senada alam meski extrem

ofrod lebaran 2008 silahturahmi di  panjalu

saat kedamaian di muka bumi, Ied 2008 menjelang… kusiapkan batik jogja lama untuk silahturahmi di kampung halaman. 2 minggu masa wira wiri mampir teman2 daerah untuk berkunjung dan jalin silahturahim. setelah Ied arus balik pun memakai hem yang masih kering dan skalian berdantang adalah batik…maklum jarang laundry hihihi… ofroad pun dilakoni meski teman mengajak bermain motor di area panjalu, hutan, lumpur dan beraroma alam. namun batik tetap senada…Minal Aidin Wal Faidzin.

Catatan: Photo dan artikel kiriman dari agus di manggarai

Punya Photo dan artikel yang lainnya? Kirim saja dan bisa dapat hadiah batik dari kami. Klik disini.


30
Apr 12

Batik Mega Mendung membuatku tampil sempurna bersama belahan jiwaku

Serunyaberbusana batik bersama belahan jiwa

Serunya berbusana batik bersama belahan jiwaku, semakin mencerminkan kekompakan kami. Aku bangga loh berbusana batik yang merupakan kain khas Bangsa Indonesia dengan berbagai warna dan motif yang unik. Aku tampil penuh percaya diri denga berbusana batik karena cocok di padu dalam berbagai suasana. Kali ini aku mengaplikasikan batik Mega Mendung berwarna merah dengan kain abu-abu. Meskipun model baju sederhana tetapi dengan aplikasi batik membuat busana batik yang kami pakai tampil istimewa.

Catatan: Photo dan artikel kiriman dari Linda Natalia di Jl. H. Agus Salim no. 24 Madiun

Punya Photo dan artikel yang lainnya? Kirim saja dan bisa dapat hadiah batik dari kami. Klik disini.


30
Apr 12

Merangkai titik

i ni terbentuk dalam waktu yang lama
berabad -abad lalu mungkin telah ada
terlahir dari ketekunan bangsaIndonesia
yang melahirkan budaya bermahakarya

filosofi yang tergambar dalam sehelai kain
tak dapat terungkap dalam seucap kata
tak dapat tercipta dalam sekejap mata
karena ini sejarah bangsa

warna yang menggambarkan benda
berpadu dalam tatanan artistiksempurna
menyatu dalam raga yang ternalut olehnya
memancarkan jiwa Indonesia dari lubuk hatinya

kaulah batik Indonesia
warisan dunia tiada duanya
mahakarya abadi para leluhur
yang tercipta dari rangkaian seribu titik kehidupan yang masyhur

Catatan: Photo dan artikel kiriman dari RIZKAH KHOERUL UMI di KAYUAPU ADIKARSO RT:03 RW:02 KEC KAB :KEBUMEN JAWA TENGAH

Punya Photo dan artikel yang lainnya? Kirim saja dan bisa dapat hadiah batik dari kami. Klik disini.


30
Apr 12

Batik, Cintaku

Batik ijo

Salam Batik….

Sepertinya, hari-hariku tak pernah terlewatkan tanpa batik (Hihihi…lebay)
Dan tiap kali memakai batik, tak pernah lupa juga untuk berfoto-foto ria (Emang dasar aku-nya juga Narsis. Hehe…)
Tapi….. bener deh, terlanjur jatuh cinta sama Batik….

Catatan: Photo dan artikel kiriman dari Riska Yunita di Paiton, Probolinggo, Jatim 67291

Punya Photo dan artikel yang lainnya? Kirim saja dan bisa dapat hadiah batik dari kami. Klik disini.


30
Apr 12

Batik, I Luv U Full

batik ungu

Apapun kesempatannya, Batik adalah pilihan utama kami, selalu cinta deh sama Batik….
Saat aku mau ngantor, inget batik, kondangan, inget batik, ke acara reuni keluarga, Apalagi! Tak terrhitung banyakknya batik di lemariku, dan hampir semua, Kembar! Seru deh punya banyak batik, Bahkan batik-batik kami sering dipinjem temen-temen. Hehe…
Dulu, batik itu terkesan tua dan kuno bagi pemakainya, tapi sekarang, Batik hadir dimana-mana dengan segala macam corak dan model. Salut deh buat para desainer yang sukses bikin Batik jadi In.

Catatan: Photo dan artikel kiriman dari Riska Yunita di Paiton, Probolinggo, Jatim 67291

Punya Photo dan artikel yang lainnya? Kirim saja dan bisa dapat hadiah batik dari kami. Klik disini.


30
Apr 12

Selalu Serasi Dengan Batik

Batik Kembar

Sejak lama, aku dan suami selalu kompak dalam berbusana, baik itu casual maupun formal, bahkan kebiasaan berkompak-kompak ria itu sudah kami jalani sejak kami pacaran dulu, dari kaos oblong, kemeja, dan Baju Batik, hampir semua baju kami kermbar. hal itu sering membuat teman-teman kami iri.hihihi….

Dan hingga kini, hingga kami telah dikarunia-i seorang anak, kami masih setia dengan batik kembar kami, lihat deh foto-foto kami, seru kan???

Catatan: Photo dan artikel kiriman dari Riska Yunita di Paiton, Probolinggo, Jatim 67291

Punya Photo dan artikel yang lainnya? Kirim saja dan bisa dapat hadiah batik dari kami. Klik disini.


30
Apr 12

MENGENALKAN KOTA SURABAYA DI NEGARA CHINA DENGAN MENGGUNAKAN BAJU BATIK

FOTO BERSAMA GURU DI GUANGZHOU SAAT PRESTASI TENTANG KEBUDAYAAN

Dikirim ke Negara china merupakan salah satu hal yang mengejutkan sekaligus gembira. Karena saya diberikan kesempatan untuk pergi ke Negara dengan jumlah penduduk yang terbesar. Hal ini saya mengucapkan kepada Universitas Widya Kartika yang telah memberikan saya kesempatan ini. Melalui program Outstanding Students yang diadakan pihak kampus, saya berhasil menjadi salah satu mahasiswa yang berangkat ke Negara China.

Program yang didadakan oleh universitas widya kartika bertujuan untuk menjalani short course di salah satu universitas yang ada di Negara China. Dimana kita akan belajar bahasa dan kebudayaan china. Salah satu universitas yang saya dan teman-teman kunjungi dan menjadi tempat belajar kami adalah di Guandong University of Foreign Studies.

Dimana kami selain belajar bahasa mandarin, kita juga mempelajari kebudayaan yang ada di China. Dimana saat itu, ternyata guru kami yang ada di sana juga tertarik dengan bahasa dan kebudayaan yang ada di Negara Indonesia. Dimana saat itu pulau Bali yang dikenal oleh para guru kami yang ada di China. Karena pulau Bali merupakan pulau yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan.

Sehingga selain ingin mengetahui tentang pulau Bali, guru kami juga ingin mengenal akan kebudayaan atau kebiasaan orang Indonesia maupun yang berkaitan dengan nilai dan politik yang ada di kota tempat kami tinggal, yaitu kota Surabaya. Dimana guru kami ingin saling bertukar informasi tentang kebiasaan masyarakat China dengan masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, kami pun bersepakat untuk menggunakan baju batik untuk berprestasi tentang kebiasaan masyrakat Indonesia, nilai atau historis, politik maupun tempat kunjungan yang ada, khusunya di kota Surabaya. Hal ini kami lakukan juga tidak hanya melaksanakan kenginan dari guru kami. Tetapi kita juga ingin mengenalkan akan kota Surabaya bagi mereka, agar mereka mengetahui dan mengenal Negara Indonesia, khususnya kota Surabaya.

Saat itu saya mendapat kesempatan pertama berprestasi tentang kebiasaan masyarakat Indonesia jika mempunyai waktu luang atau tidak ada kesibukan. Saat itu saya memamparkan kegiatan yang biasa saja. Seperti pergi bersama keluarga atau berada di rumah dan berkumpul bersama dengan keluarga. Hal tersebut dilakukan pada orang umumnya. namun, kadangkala anak muda khusunya sering berpergian dengan teman mereka. Biasanya di suatu tempat bagi mereka untuk berbincang dan bercanda. Selain itu mungkin juga ada beberapa kegiatan lain yang dimanfaatkan seperti kegiatan membersihkan halaman rumah maupun di dalam rumah maupun menyempatkan untuk mengerjakan sesuatu yang berguna dan bermanfaat.

Ternyata kebiasaan tersebut tidak jauh berbeda dengan kebiasaan masyarakat china pada umunya, dimana selain berjalan-jalan dengan para teman, internetan maupun berfoto-foto yang dilakukan para anak muda ketika liburan dan tidak ada kegiatan. Tidak ada kegiatan disini adalah ketika mereka berlibur. Karena di China semuanya sibuk untuk mengerjakan fungsinya masing-masing. Jika seorang mahasiswa berate dia harus belajar, pergi ke kampus, dan mengerjakan tugas yang ada. Semua waktu dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan kegiatan yang mereka lalui.

Yang paling mengasyikan adalah guru kami sangat suka sekali dengan pakaian yang kami gunakan. Karena kami berpikir selain mengenalkan kota Surabaya, kita juga harus mengenalkan pakaian yang menjadi andalan Negara Indonesia, yaitu Batik. Batik juga familiar dikalangan para wisatawan. Dengan khas budaya yang ada maupun keunikan dari corak yang ada membuatnya menjadi unik dan menarik. Saat itu guru kami juga menyepatkan untuk menggunakan baju yang sejenis dengan kami untuk menghormati kami yang menggunakan baju Batik.

Dimana saat itu, pas kami melakukan prestasi pada hari jumat dan bertepatan pula kebiasaan Negara Indonesia pada hari jumat menggunakan baju batik. Tidak hanya mengenalkan baju batik pada guru kami tentang kebudayaan, kebiasaan, maupun nilai dan tempat menarik di Surabaya. Baju yang kami gunakan tetap kami pakai sampai acara perkuliahan selasai. Saat itu kuliah terkahir pada kelas papercuts. Dimana papercuts adalah salah satu kegiatan di China, yaitu membuat sesuatu kertas merah menjadi sesuatu yang menarik dan bagus untuk dijadikan accessories saat digunakan pada perayaan.

Kami disana juga berfoto-foto untuk menjadi tanda, bahwa kami juga bangga dengan menggunakan baju batik di Negara China. Selain itu, mereka juga tertarik dengan pakaian yang kami gunakan dan disana ketika kami menggunakan baju batik semunya hampir memperhatikan kami. Ya disana kami jadi pusat perhatian seperti artis jika mau lewat akan selalu dilihat. Kemudian disana baju batik juga ada, namun harganya sangat mahal. Sebenarnya kami ingin berikan kenangan yang ada batiknya. Tetapi kami tidak membawa souvenir yang berbau batik, jika ada pasti kami berikan kepada guru-guru kami yang ada di china. Tetapi beberapa bulan ini mereka akan datang ke Indonesia untuk mengajarkan bahasa mandarin. Jadi saya masih sempat memberikan souvenir berbau batik. Batik tetap maju dan jadilah kebanggaan Negara Indonesia.

Catatan: Photo dan artikel kiriman dari Marcos Tanuwijaya di Lebak Timur VI No 24A Suarabaya

Punya Photo dan artikel yang lainnya? Kirim saja dan bisa dapat hadiah batik dari kami. Klik disini.


29
Apr 12

Pulang Kondangan

Pu

Menghadiri undangan pernikahan putri/anak pertama teman waktu remaja dulu…
Turut bahagia sekaligus senang karena bertemu teman-teman masa kecil, masa remaja, hingga selesai acarapun, belum habis kami kangen-kangenan mengobrol nostalgia.
Untuk itu kami lanjut nongkrong bareng, untungnya pakai kemeja batik lengan pendek, walaupun tetap rapi saat menghadiri resepsi juga masih nyaman dipakai nongkrong bareng teman di tengah hari yang panas…. buat lucu-lucuan kami sebut “Batikers”

Catatan: Photo dan artikel kiriman dari Asri Widiastuti di Cluster The Castila Blok A1 No. 5 BSD sektor 14.4 serpong Tangerang

Punya Photo dan artikel yang lainnya? Kirim saja dan bisa dapat hadiah batik dari kami. Klik disini.