Blog Batik


23
Oct 11

World Batik Summit 2011, ” Indonesia: Global Home of Batik “

Bangsa Indonesia layak berbangga memiliki Batik.. Ya, gelora cinta warisan budaya ini semakin menggema setelah UNESCO mengesahkannya. Tak cukup hanya sekadar euforia masal, sebaiknya kita harus lebih mengenal secara mendalam makna filosofis serta hikayat dari selembar kain Batik. Terlebih batik tulis atau cap sebagai produk adiluhung dari tangan-tangan terampil anak bangsa.

Waktu yang pas ketika saya mendapat panggilan diklat di Jakarta berkaitan dengan pekerjaan di kantor. Kenapa pas? ya.. bertepatan dengan bulan Oktober, bulan yang identik dengan bulan Batik bagi rakyat Indonesia. Bertepatan pula dengan diselenggarakannya World Batik Summit 2011 yang dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 28 September 2011. Acara ini ditutup pada tanggal 02 Oktober 2011. Waktu yang cukup bagi saya untuk meluangkan diri sejenak untuk berkunjung ke salah satu event bertaraf Internasional ini. Jarang-jarang kan seperti ini, mengingat domisili dinas saya di ujung Pulau Sumatra yang cukup terpencil dari ingar bingar suatu peristiwa khusus layaknya kota-kota besar lainnya di Indonesia.

World Batik Summit 2011 ini mengambil tema “Indonesia: Global Home of Batik”. Terlihat dari penyelenggaraanya yang culup berkelas, membuat kita sebagai pengunjung mampu meraba dengan jelas akan arti di balik setiap jenis batik. Sekali pun kita awam dan baru, teks tertulis dan display yang menarik, mampu merangsang kita untuk kenal lebih dekat dan mendalam. Berbagai macam koleksi pribadi dan organisasi membuat kita naik level setingkat dalam memberikan apresiasi terhadap batik, tidak lagi hanya ikut-ikutan mengecam saja apabila negara lain berusaha untuk menancapkan klaimnya atas batik.

Setelah memanjakan mata dengan beragam warna ragam hias serta corak yang beaneka rupa, puluhan usaha kecil dan menengah dari seluruh penjuru negeri siap melayani akan keinginan kita untuk turut melestarikan warisan budaya ini dengan cara memiliki. tentunya transaksi jual beli ini akan meningkatkan kesejahteraan dari berbagai pihak dalam rantai ekonomi para pelaku yang berkecimpung dalam dunia batik.

Sungguh tidak rugi menukar tiket masuk sebesar Rp. 10.000,00 dengan segudang rasa bangga yang menjalar di dalam dada setelah melewati pintu keluar, bahwa kita Bangsa Indonesia memiliki batik… ya.. bangsa Indonesia, bukan yang lainnya :)

Photo dan artikel kiriman dari Hasbi Assidiqi di Kost Bu Broto, JL AR Prawiranegara Gang Lambang II No 35 Metro Pusat Metro Lampung 34111


23
Oct 11

Syawalan Ceria dengan Batik

Syawalan di desaku adalah salah satu tradisi perayaan idul fitri di penghujung bulan syawal, yah tepatnya tanggal 22 Agustus 2011. Semua warga hadir dalam acara itu, besar, kecil, tua, muda, anak-anak, sampai dewasa, laki-laki, perempuan turut serta meramaikan dalam halal bihalal kali ini. Haru, canda, tawa menghiasi rangkaina acara ini. Tak lupa sebagai wujud cinta kami pada indonesia, maka hari itu aku bersama teman-teman pemuda-pemudi sepakat untuk mengenakan “Batik” sebagai dresscode kami. Tak lupa juga kami dokumentasikan moment itu dengan foto-foto.. hehehe (narsis dulu :p). Acara demi acar pun berlalu, akhir dari sungkeman serta doa penutup setelah makan-makan, kami turut bersama-sama membersihkan tempat dan semua peralatan yang digunakan. ^_~ Alhamdulillah selesai sudah acara syawalannya dengan hati yang “Lega” semoga keberkahan akan selalu menaungi hidup kita… aamiin… (saling memaafkan kepada seluruh orang yang kita kenal… heheh)
“hidup Batik”… ^_~

Photo dan artikel kiriman dari Sulastri Rinahyu di Sleman, Yogyakarta


20
Oct 11

Batik Pernikahan Putri Bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X

Kota Yogyakarta disibukkan dengan perhelatan besar yang diadakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X demi merayakan pernikahan putri bungsunya.

Pernikahan yang digelar pada 16-19 Oktober ini mempersatukan GRAj Nurastuti Wijareni yang sekarang bergelar GKR Bendara dengan Achmad Ubaidillah yang mendapat gelar KPH Yudanegara. Kabarnya, pernikahan tersebut adalah pernikahan paling akbar di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Batik apakah yang dikenakan oleh kedua mempelai?

Mereka mengenakan kain batik motif semen raja. Motif batik ini merupakan motif batik klasik khas Yogyakarta yang memiliki makna doa agar si pemakai memiliki keharmonisan dalam hidup dan kebaikan budi pekerti hingga akhir hayat.

Batik ini sudah turun-temurun dikenakan dalam upacara pernikahan di lingkungan keraton sejak masa pemerintahan Sultan HBVII. Batik asli motif ini tersimpan rapi di salah satu tempat di keraton.Adapun batik yang dipakai kedua mempelai merupakan hasil desain ulang pembatik sekaligus desainer Afif Syakur. Afif Syakur adalah desainer yang pernah menjadi Ketua Jogja Fashion Week 2011.

Motif batik semen raja yang ditulis dalam kain sepanjang 2,5 x 4,5 meter tersebut sarat corak flora dan fauna yang menggambarkan makna seseorang yang mulia dan memiliki budi pekerti luhur serta prinsip hidup seseorang yang lahir dari tunas. Motif ini juga bercerita tentang fase kehidupan manusia dari lahir hingga meninggal.

Semoga nilai luhur yang termakna pada kain tersebut dapat membawa kedua mempelai kepada pernikahan yang langgeng dan bahagia.

Sumber: Harian Seputar Indonesia


19
Oct 11

Hunting Foto with Batik

Foto-foto di rumah tua yang masih dapat kita temui di Surabaya, di salah satu daerah peninggalan sejarah dulu. JMP (Jembatan Merah Plaza) tepatnya di Kya-Kya. Walaupun aslinya tempatnya sedikit tidak terawat, namun kalau kita bisa mengambil setting-settingnya bagus hasilnya juga akan bagus. Di sana juga sering digunakan sebagai tempat foto Pra Wedding yang disediakan sepeda jadul juga lhow.
Cocok baget kan suasananya yang jadul-jadul kalau dipakai foto-foto dengan batik.
Pokonya ASYIK dech..!!

Photo dan artikel kiriman dari Ayu Anggarani .S di Perum.TNI-AD Asrama Koterm “A” RT 05 RW 02, Balas Klumprik, Wiyung, Surabaya


15
Oct 11

Belajar membuat pola Batik bersama Ibu Kembar

Disela2 menjadi pendamping anak jalanan dalam kegiatan Care For the little hands yang di adakan oleh Kementerian Sosial RI tak lupa para pendamping ikutan belajar membatik juga..

Bersama Ibu Kembar, kami belajar membatik..
Berhubung tak mahir menggambar,, jadilah bu kembar yang menggambar kan untuk kami…

:)

Photo dan artikel kiriman dari RR Zulia Kusumawardani di Jakarta Selatan


15
Oct 11

Belajar Membatik di acara Care For the Little Hands

Kegiatan Care For the little hands yang diadakan Kementerian Sosial RI memberikan keterampilan untuk 200 anak jalanan salah satunya adalah keterampilan membatik.

Ramai riuh kelas batik karena kemudian yang menjadi peserta tak hanya anak jalanan saja, para pendamping dari kementerian sosial, tamu2 pun berbaur untuk mengikuti kelas batik,,,

Keseruan dan keriuhan pun terjadi,,,

Belajar membatik yang menyenangkan….

Photo dan artikel kiriman dari RR Zulia Kusumawardani di Jakarta Selatan


15
Oct 11

Menjadi Pusat Perhatian saat Plesiran di Negeri Orang, karena Mengenakan Batik

Walaupun bepergian ke negeri orang, saya tetap nyaman mengenakan baju batik. Karena saya bangga pada batik sebagai identitas pakaian orang Indonesia.

Pada saat mengunjungi objek wisata di Singapura, saya sangat menikmati sekali berfoto degan mengenakan batik berwarna cerah yang membuat saya tampak lebih “glowing”. Dan waktu itu, saya sedang menonton pertunjukan Song of the Sea di Sentosa Island, Singapura. kebetulan saya berada di tempat duduk bagian depan, disana ramai akan turis dan penonton pertunjukan.

Tak luput dari pandangan orang-orang yang seakan kagum, melihat saya mengenakan baju batik yang membuat penampilan saya tampak lebih bersahaja.., menarik.., dan “glowing”..

Photo dan artikel kiriman dari NASRINDAH DWIASIH (ERIN) di SEMARANG


15
Oct 11

BATIK DAUN EMAS JEMBER

Siapa yang tak kenal Jember? Kabupaten yang indah di selatan pulau Jawa di Jawa Timur ini memiliki sejuta pesona baik dalam pemandangan yang indah dan hasil kerajinan tangan masyarakatnya.

Jember adalah penghasil daun tembakau tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Hal ini menjadikan Jember menghasilkan devisa negara yang tinggi.

Dari situlah daun tembakau menjadi lambang kabupaten Jember yaitu “Daun Emas”. Terinspirasi dari daun emas inilah, dibuatlah tarian kontemporer “Lahbako” yang menceritakan tentang petani tembakau yang sedang memetik dan menggunting daun-daun tembakau ekspor.

Jika tertarik ingin mengundang tarian ini dan mengenal batik daun emas yang indah, Anda dapat menghubungi kami melalui email: [email protected]

Outbound Tourist saja sangat senang belajar tarian ini, kita sebagai masyarakat Indonesia yang cinta batik dan budaya negeri sendiri harusnya bangga dan melestarikannya. Selamat hari batik. Mari kenalkan batik pada dunia. Batik hanya milik Indonesia.

Photo dan artikel kiriman dari MONALISA EKA SHINTA di Jember dan Depok


15
Oct 11

Jauh dari Kota Batik

Tterletak 100km dari kota banjarmasin yaitu di kota rantau atau kabupaten tapin aku dilahirkan dan juga dibesarkan. melihat situasi tentang perkembangan pakaian khas indonesia yaitu batik sangatlah ketinggalan di tempatku..

Setelah beranjak ke bangku kuliah aku lalu mulai mengenal dengan batik, namun lain hal lagi ciri khas kami di kalimantan kami sebut sebagai kain sasirangan yg coraknya kurang lebih dengan batik.. dari sini mulailah aku mencoba menganalkannya pada teman dekat dan orang2 dikampung saya.

Yg bikin aku serasa malu pernah dulu aku saking sukanya sama batik dan sasirangan hampir tiap hari aku pakai batik malah ditertawakan sama kawan2ku mereka bilang kamu ini gila batik yach awas lo ntar muka kamu mirip batik lo, kata temanku. tapi hal semacam itu aku tepis begitu saja, org yg bukan warga Indonesia aja memakai batik kenapa kita tidak… pokoknya batik selalu dah..

ini cerita singkatku…

Photo dan artikel kiriman dari Hendra Gunawan di banjarmasin


14
Oct 11

Special batik for batik day

Kantorku yg dulu, sering sekali dikunjungi oleh partner dari luar indonesia. dan setiap kali ada tamu datang, pasti batik menjadi salah satu souvenir untuk mereka. bahkan ketika kami mengadakan conference untuk 10 negara asia-pasific, kami sengaja memberikan berbagai souvenir khas indonesia termasuk selendang batik, tempat pensil, dll.

Nah ketika ramainya batik diakui oleh negara tetangga, kami ikut geram. dan ketika diresmikan hari batik tahun 2009 lalu, kamipun sepakat, hari itu seisi kantor harus mengenakan koleksi batiknya, dan kita ambil waktu untuk sengaja foto bersama.. (ini antara special day atau memang pada hobby foto sih..:p)

yang jelas, kami bangga punya batik, dan sebelum ada hari batik-pun, kami sudah mempromosikan batik kepada tamu2 kami dan mereka sangat senang sekali dgn motif yg unik dan indah…

bravo batik indonesia!!

Photo dan artikel kiriman dari Maria di Jakarta