Batik Madura
Batik Madura: 4 Hal yang Perlu Kamu Ketahui
Apa yang ada di pikiranmu begitu mendengar nama Madura?
Aha! Pasti jawabannya sate, ya? Memang, di berbagai kota hampir selalu kita temukan penjual sate Madura. Sate Madura terkenal lezat dan digemari banyak orang. Lalu apa lagi? Karapan sapi? Garam? Atau ramuan jamu Madura yang terkenal manjur khasiatnya?
Kalau batik Madura, kenalkah kamu?
Oke, Madura memang tidak dikenal sebagai kota batik. Tapi jangan salah. Sekali saja kamu melihat kain batik Madura, hatimu akan langsung tertambat. Terutama pada batik tulis Madura. Apalagi, batik tulis Madura proses pembuatannya sangat unik. Keindahan Batik Madura pun sudah dikenal hingga mancanegara.
1. Warna Batik Madura
Batik Tulis Madura melalui proses pewarnaan yang khas. Pewarna yang digunakan hampir seluruhnya merupakan bahan pewarna alami. Berbagai bagian dari tumbuhan digunakan untuk mewarnai batik Tulis Madura, seperti kulit mundu, kayu jirek, kayu jambal, akar buah mengkudu, atau kulit buah jelawe. Bahan pewarna alami tersebut membuat warna pada batik Madura tahan lama.
Batik Madura sendiri dikenal dengan warna-warnanya yang mencolok mata. Kebanyakan dominan warna kuning, merah, dan hijau.
2. Motif
Batik Madura sangat kaya motif. Aneka flora dan fauna diabadikan dalam selembar kain batik. Senjata pun memberi inspirasi bagi batik Madura, terbukti dengan keberadaan motif mata tombak. Motif lain dari batik madura diantaranya adalah kipas, kapal, rumput laut, dan belah ketupat.
Salah satu ciri khas yang cukup unik pada batik Madura adalah retakan alami yang dibentuk oleh pecahan lilin pada proses pewarnaan. Retakan-retakan tersebut justru membuat batik Madura terlihat lebih indah.
3. Batik Gentongan
Batik Madura yang paling terkenal dan tidak ditemukan di daerah lain adalah batik gentongan. Disebut batik gentongan karena proses pembuatannya yang menggunakan gentong sebagai alat merendam kain.
Perendaman kain batik pada pewarna di dalam gentng dilakukan dalam waktu yang lama. Gentong yang sudah diberi air dan pewarna disimpan dalam ruangan tertutup. Ruangan harus benar-benar kedap cahaya.
Pengrajin batik akan mencelup-celupkan kain di dalam air rendaman selama 24 jam. Ia harus mengulang proses tersebut keesokan harinya. Begitu seterusnya selama 6 bulan. Bahkan, ada yang melakukan proses ini selama setahun nonstop.
Itu sebabnya, warna batik gentongan tahan sangat lama, bahkan hingga puluhan tahun. Harganya? Jangan ditanya. Setelah melalui proses yang rumit dan memakan waktu lama, wajar saja kalau kain batik gentongan berharga jutaan rupiah.
5. Membeli Batik Madura secara Online
Buka saja batikIndonesia.com. Halaman-halaman yang merujuk pada toko online yang menjual batik akan bermunculan.
Setelah membaca beberapa info di atas tentang batik Madura, sudah tergambar bukan, seperti apa ciri batik Madura? Jangan sampai terkecoh dan salah memilih. Jika sudah menjatuhkan pilihan, hubungi costumer service. Toko online sangat marak di era digital ini. Hanya toko online yang pelayanannya baik, cepat, dan menyediakan produk sesuai spesifikasi yang dipajang di website yang layak dipercaya.
Selamat berbelanja!




Komplek Kimia Farma, Jl. Laut Banda, Duren Sawit - Jakarta Timur. Mohon hubungi kami melalui telpon atau email sebelum melakukan kunjungan.