Membatik Sebagai Bahan Ajar Muatan Lokal SMA

Batik yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi sekarang sudah resmi menjadi budaya bangsa. Maka batik patutlah kita lestarikan agar tidak punah oleh jaman.

Saat ini generasi-generasi muda sudah kurang tertarik dengan seni membatik. Jika diperhatikan di seluruh daerah Indonesia seni membatik hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah tua saja. Keprihatinan akan kelestarian seni membatik membuat sebuah sekolah menengah atas di daerah Sokaraja, Banyumas memutuskan untuk membuat kurikulum batik sebagai bahan ajar muatan lokal.

Anda bisa melihat bagaimana cuplikan singkat para siswa SMAN 1 Sokaraja membatik di link youtube diatas

Setiap harinya para siswa diberi kesempatan membatik selama 2 jam dengan dibimbing oleh guru dan tenaga ahli. Batik-batik yang dibuat para siswa ini akan dijadikan seragam kelas masing-masing siswa. Video yang diunggah oleh akun Net. Biro Jawa Tengah ini diunggah pada tanggal 14 April 2016.

Melihat video ini haruslah kita bangga dan mendukung kebijakan sekolah dalam membuat kurikulum batik. Hal ini dikarenakan sekolah telah mengajarkan kepada generasi muda untuk menyukai seni membatik serta memberikan keterampilan lebih yang di kemudian hari bisa bermanfaat bagi generasi muda ini.

Apabila anda tertarik melihat bagaimana proses belajar mengajar kurikulum batik serta bagaimana hasil karya para siswa SMAN 1 Sokaraja ini, silakan anda saksikan di link youtube berikut ini. Selamat menyaksikan!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *