Balikpapan, Kota Minyak di Pesisir Timur Kalimantan

Balikpapan, sebuah kota dengan jumlah penduduk 701.066 jiwa, merupakan kota di provinsi Kalimantan Timur. Kota tersebut memiliki nama asli Balipapan atau Balikappan dalam logat Banjar. Julukan lain yang melekat erat dengan Balikpapan adalah Banua Patra (Kota Minyak) dan Bumi Manuntung.

https://www.youtube.com/watch?v=kBWGf6S9Pmk

Logo dari kota ini, beruang madu, adalah salah satu satwa di Indonesia yang nyaris punah. Di sisi lain, seperti kota-kota di Indonesia, kota ini menyimpan kekayaan alam dan budaya yang memesona.

Asal-usul Balikpapan pun bervariasi, termasuk yang akan kita simak berikut ini.

Legenda Putri yang Terikat di Papan

Salah satu legenda mengisahkan seorang putri yang dilepas ayahnya supaya terhindar dari tangkapan musuh. Ayahnya yang juga seorang raja lantas mengikat anaknya di atas papan. Sayangnya, papan tadi terbalik akibat empasan gelombang dan terdampar di satu pantai.

Seorang nelayan yang menemukan papan tadi terkejut saar mendapati sesosok putri terikat di sana. Konon sang putri berasal dari Kerajaan Pasir dan tempat dia terdampar tadi lantas diberi nama Balikpapan.

Tempat Tinggal Suku Balik

Secara geografis, wilayah Balikpapan terdiri dari 85% bukit dan 12% daerah dataran sempit, terutama yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai dan sungai pesisir pantai. Kondisi tanah di Balikpapan sebagian besar mengandung tanah merah dan kurang subur, karena sifatnya yang asam (gambut).

Kota ini juga berbatasan langsung dengan Selat Makassar. Julukan Kota Minyak yang disematkan untuk Balikpapan merujuk pada pelabuhan minyak dan laut komersial di bagian teluk.

Kemudian, Balikpapan menjadi tempat tinggal dari suku Balik yang termasuk ke dalam suku minoritas di kota tersebut. Suku Balik termasuk ke bagian suku Paser, karena dianggap masih serumpun dan sering disebut sebagai Paser-Balik.

Di sisi lain, sebenarnya suku Balik enggan disamakan dengan Paser, sebab mereka mempunyai beberapa perbedaan. Selain Balik, ada juga suku Banjar yang masuk ke Balikpapan dan menyerap gaya hidup dan unsur-unsur lokal di sana melalui pernikahan antar suku.

Selepas mengenal toporafi dan profil suku, mari kenali tiga tempat wisata di Balikpapan.

Hutan Bakau Margomulyo

Tempat ini merupakan hutan kota yang berada di sekitar pusat kota. Di sana wistawan dapat menyusuri sebuah jembatan kayu sepanjang 800 meter.

Sesuai nama, Hutan Bakau Margomulyo adalah rumah bagi tumbuhan bakau serta fauna seperti aneka burung dan bekantan. Mengunjungi Hutan Bakau Margumulyo pun dapat dilakukan tanpa perlu membeli tiket alias gratis.

Tugu Monpera

Masyarakat Balikpapan mengenal Monpera sebagai simbol keberanian saat para pejuang tempo dahulu berusaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tugu Monpera yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman ini mempunyai latar belakang taman dan pantai berpasir putih yang indah. Sehingga sayang rasanya kalau kita tidak menyempatkan diri untuk mengunjungi monumen tersebut.

Pantai Kemala

Disebut juga sebagai Pantai Polda, destinasi wisata ini terletak di Jalan Jendeal Sudirman dan tak jauh dari Tugu Menpora. Pantai Kemala pun dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi masyarakat lokal maupun turis. Di sini kita bisa menikmati pemandangan pantai, jalan-jalan, atau mengabadikan matahari terbenam dalam sebuah potret.

Jangan sampai lupa untuk menikmati makanan khas Balikapapn seperti bandeng, kepiting, dan mi soba lada hitam.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *