Artikel Batik di BatikIndonesia.com


Batik Klasik Pesisir Juwana

Batik tidaklah selebarkain semata. Ada nilai besar yang terkandung didalam kain itu. Di Nusantara ini Bati merupakan budaya rakyat yang sudah mendarah daging, terutama di Jawa. Hampir dipastikan semua daerah mempunyai budaya batik. Namun demikian batik yang dihasilkan berbeda-beda dan itu merupakan karakter tersendiri dari daerah itu.

Juwana salah satunya, daerah pantura di sebelah timur Pati sebelum kota Rembang. Daerah pesisir yang mempunyai budaya batik. Daerah ini dahulu kala sebagai sebagai tempat mendarat dan berangkat barang dagangan masa penjajahan. Yang terkenal dengan pelabuhan Djoana ketika itu.

Tak heran kota kecil ini mempunyai tradisi batik. Motif yang berkembang ada dua. Motif kerajaan dan motif pesisiran. Motif kerajaan memang secara geografis masih dekat dengan Solo. Dan motif ala pesisiran karena memang banyak pengaruh dari berbagai macam hal.

Sekarang budaya batik diJuwana ini berkembang di dua desa kembar yakni didea Bakaran Wetan dan Bakaran Kulon. Hamoir semua ibu rumah tangga beraktifitas membatik setiap harinya.

Membatik didesa ini sudah mendarah daging. Begitu juga masyarakat sekitarnya. Batik yang terkenal dengan sebutan batik bakaran ini menjadi hal yang sudah mentradisi. Salah satu contoh, hampir setiap orang tua memakai jaret batik bakaran. Selain itu setiap kali acara pernikahan, khitanan, dan lain sebagainya pasti yang dijadikan buah tangannya atau serah terimanya adalah batik bakaran juwana, artinya batik sudah merakyat walaupu harganya mahal. Batik yang ada disini semuanya batik tulis (tradisional) dan selalu dipertahankan.

Batik diatas adalah salah satu batik kunanya. Usianya sekitar 35 tahun. Dibatik oleh mbah Siti, sekarang sudah meninggal. Jenis bahanya sangat halus kalau sekarang jenis ini sudah tidak keluar. Panjangnya 3 M lebarnya 1,06 M. MOtifnya namanya motif esok-sore (pagi-sore). Yang atas motif Liris (udan liris) artinya hujan rintik-rintik. Motif liris didalam kerajaan adalah motif kebesaran raja. Sebagai simbol sebuah kebesaran/ kekuasaan sang raja.

Dan yang kedua adalah motif naga raja dengan latar Gandrung. Naga raja adalah sebuah motif yang menyimbolkan sebuah power/ kekuasaan yang dimiliki. Dengan latar gandrung yang memberi makna sebuah kerinduan/ ada rasa kasih-sayang.

Kedua motif ini memang pas dan sesuai (sangat sinkron).

Batik esok-sore memang sudah berkembang sudah lama. Banyak para pembatik tua juwana kalau ditanya kapan mulai ada batik esok-sore, jawabnya sejak kecil saya membatik motif ini sudah ada.

Satu lembar kain memiliki dua motif merupakan sebuah kelebihan batik ini. Karena dalam satu waktu memiliki 2 motif yang berbeda. Pagi memakia motif liris, dan sorenya memakai motif naga raja. Sehingga bagi masyarakat biasa dulunya lebih membeli batik ini.

Photo dan artikel kiriman dari Irham di Juwana


Related Posts with Thumbnails

Related Posts

Khazanah Budaya Batik Juwana, Modifikasi Motif Udan Liris, Batik Motif Kereta Kencana dan Sidak (Inspeksi Mendadak) ke rakyat, Batik Bakaran ‘Jelang Punah’, Nyi Sabillah, Pembawa Batik Bakaran, Akar Budaya Batik Bakaran Pati, Konser Musik Klasik, Batik Yogya: 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui, Batik on Brass Paint Relief Art, Membayangkan Motif Batik yang Seabrek, Batik Jawa Hokokai Khas Kain Pagi-Sore, Kisah Klasik Bin House, Motif Batik dalam Kehidupan Keraton Cirebon, Batik China Peranakan, megamendung

Punya photo batik atau cerita yang lebih seru dari ini? Klik disini untuk Kirim cerita batikmu di sini

Mau dapat bonus 5 ribu rupiah?, sekaligus cerita batik, info produk batik terbaru? Join klub batik kami di sini

-

Leave a comment

Cari Jual Beli Batik Online: apa itu batik klasik ?, motif klasik batik, corak batik klasik, istilah motif batik klasik, gambar batik motif satwa jogja, kain batik ratu ratih dan semen roma, apakah batik clasik itu, nama batik klasik, Motif Batik Tulis Halus, motif batik klasik,