<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BatikIndonesia.com</title>
	<atom:link href="http://batikindonesia.com/88/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://batikindonesia.com/88</link>
	<description>100% Hanya Batik Tulis dan Cap Asli Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Feb 2013 08:21:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Motif Batik Daerah-Daerah di Indonesia</title>
		<link>http://batikindonesia.com/88/533/motif-batik-daerah-daerah-di-indonesia/</link>
		<comments>http://batikindonesia.com/88/533/motif-batik-daerah-daerah-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jun 2012 16:10:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batikindonesia.com/88/?p=533</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kamu berpikir, kapan batik mulai ada? Kalau diurut-urut, ternyata usia batik sudah sangat tua. Mungkin sudah lebih dari 500 tahun. Dahulu, batik dikenal sebagai pakaian khusus untuk lingkungan keraton. Bahkan, ada motif batik tertentu yang tidak boleh dikenakan oleh orang luar keraton. Namun, kini batik milik semua orang. Maksudnya, siapa pun boleh mengenakan batik. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah kamu berpikir, kapan batik mulai ada? Kalau diurut-urut, ternyata usia batik sudah sangat tua. Mungkin sudah lebih dari 500 tahun.</p>
<p>Dahulu, batik dikenal sebagai pakaian khusus untuk lingkungan keraton. Bahkan, ada motif batik tertentu yang tidak boleh dikenakan oleh orang luar keraton. Namun, kini batik milik semua orang. Maksudnya, siapa pun boleh mengenakan batik.</p>
<p>Pada masa penjajahan, terjadi pertukaran budaya. Orang-orang Belanda yang tinggal di Indonesia harus beradaptasi dalam soal pakaian. Karena itu, banyak orang Belanda yang mengenakan celana pangsi dengan motif batik.</p>
<p>Sebaliknya, orang-orang pribumi banyak yang tertarik dengan makanan yang biasa dikonsumsi oleh para penjajah, terutama penganan berupa roti.</p>
<p>Selain tertarik untuk mengenakan pakaian berupa batik, ada beberapa warga negara Belanda yang sangat berminat untuk mengembangkan usaha batik. Tak mengherankan jika banyak dari mereka yang lebih hafal dan mengerti mengenai motif-motif batik nusantara, dibanding orang pribumi.</p>
<p>Para pengusaha batik asal Eropa itu memang memiliki kreasi motif batik dengan ciri khas tersendiri. Tetapi, mereka juga mempelajari tentang seluk beluk motif batik nusantara yang terdapat di pulau-pulau di Indonesia.</p>
<p><strong>Motif Batik Pesisir</strong></p>
<p>Motif-motif batik pesisir sangat diminati oleh kaum Indo-Eropa (warga negara Eropa yang tinggal di Indonesia). Batik Prankemonan dan batik Pastromanan merupakan batik-batik pesisir yang dikelola oleh kaum Indo-Eropa.</p>
<p>Motif batik pesisir memiliki banyak corak, yaitu berupa motif rengrengan besar, motif bangau, bebek ngoyor, bunga teratai, dan sepasang cendrawasih.</p>
<p>Warna batik pesisir tidak sekadar cokelat atau soga, tetapi berwarna-warni seperti merah, kuning, hijau, dan biru. Warna yang segar inilah yang membuat batik pesisir semakin diminati.</p>
<p><strong>Motif Batik Keraton</strong></p>
<p>Batik-batik yang cantik ini pada mulanya diciptakan di keraton. Pakaian ini biasa dikenakan pada acara adat dan upacara kerajaan.</p>
<p>Batik-batik ini tidak dibuat secara sembarangan. Pada proses pembuatannya, selain memerlukan ketekunan yang tinggi, masing-masing motif batik juga memiliki makna folosofi yang sangat dalam. Karena itulah, seperti yang telah disebutkan di awal, ada beberapa motif batik yang tidak boleh dikenakan oleh orang di luar keraton. Motif-motif itu adalah motif Parang Rusak, Parang Barong, dan Udan Liris.</p>
<p><strong>Motif Batik Cina</strong></p>
<p>Motif-motif batik pesisir tidak hanya dipengaruhi oleh corak Belanda, tetapi juga dipengaruhi oleh motif Cina. Ciri khas dari  batik motif Cina ini adalah isen-isen (hiasan pengisi latar) yang padat.</p>
<p>Motif-motif yang terdapat pada batik ini adalah motif burung Hong, motif Kilin, motif Kura-kura, motif Naga, dan masih banyak lagi. Masing-masing motif memiliki makna yang berbeda.</p>
<p>Nama-nama pengusaha batik Cina Peranakan antara lain Oey Soe Tjoen (1901-1975), The Tie Siet (membuka usaha batik pada 1920-1950an), Oey Soen King (kelahiran tahun 1861), Oey Kok Sing, dan Oei Khing Liem (yang membuka usaha batik tahun 1910).</p>
<p>Motif-motif pada batik  Cina Peranakan adalah motif pagi sore, motif buket bunga peony, motif bangau mencari kutu, motif buket bunga soka latar kawatan, dan motif jagad manuk.</p>
<p><strong>Motif Batik Jawa Timur</strong></p>
<p>Jawa Timur menyimpan 1.001 macam batik yang tersebar di seluruh daerah. Batik-batik itu memiliki keanekaragaman motif yang sangat mengagumkan. Setiap daerah di provinsi ini memiliki motif batik dengan ciri khas yang berbeda-beda.</p>
<p>Di Bangkalan, motif batik diberi nama berdasarkan motif pengisinya. Batik Sisik Amparan, berarti motif pengisinya berupa bentuk yang menyerupai sisik ikan yang terhampar di seluruh permukaan. Sisik Bulu, berarti bagian dasar motif batik ini berupa sisik yang berbulu.</p>
<p>Motif batik yang terkenal dari Bangkalan ini adalah motif Kembang Melate, motif Sekoh, motif Thong Centhong, motif Kupu-Kupu, dan motif Koceng Arenduh.</p>
<p>Lain Bangkalan, lain pula motif batik Banyuwangi. Di provinsi ini terdapat 21 motif batik, di antaranya adalah motif Gendo Biru, motif Galaran, motif Blarak Semplah, dan motif Padas Gempal Banyuwangi.</p>
<p>Meskipun batik Blitar masih dalam tahap pengembangan, daerah ini sudah memiliki beberapa motif batik. Motif-motif di daerah ini lebih banyak tampil dalam warna yang lembut. Bisa dipastikan, tidak lama lagi Blitar akan memiliki lebih banyak motif batik, sebab, saat ini banyak perajin batik Blitar yang sedang menimba ilmu tentang perbatikan di daerah Bantul, Yogyakarta.</p>
<p><strong>Motif Batik Kalimantan</strong></p>
<p>Batik Kalimantan terkenal dengan nama sasirangan. Pada dasarnya, kain ini merupakan kain tenun tradisional yang motif-motifnya sama sekali berbeda dengan motif batik di daerah Jawa. Bahkan, hingga saat ini terdapat dua perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan sasirangan adalah batik khas Kalimantan, ada juga yang berpendapat bahwa sasirangan berbeda dengan batik.</p>
<p>Motif-motif batik di Kalimantan Selatan (yang lebih dikenal dengan sebutan kain sasirangan) meliputi motif  dengan gambar-gambar abstrak. Dan motif batik di Kalimantan Tengah (yang dikenal dengan sebutan batik Benang Bintik), meliputi motif Elang, motif Balanga, dan motif Batang Garing.</p>
<p><strong>Motif Batik Sulawesi</strong></p>
<p>Selama ini, batik identik hanya milik Jawa. Jangan salah. Indonesia Timur pun memiliki motif batik tersendiri. Bahkan, motif-motif batik yang ada di Indonesia Timur memiliki ciri khas yang sangat unik. Salah satunya adalah motif batik Sulawesi.</p>
<p>Batik di Sulawesi Selatan memiliki motif batik Toraja, Makassar, dan Bugis. Batik-batik ini dibuat menggunakan teknik yang sama persis dengan pembuatan batik di daerah Jawa.</p>
<p>Sebaliknya, batik-batik di Sulawesi Tengah menggunakan bahan baku yang didatangkan dari Jawa. Sentra pembuatan batik di daerah ini terutama berada di Palu. Motif-motif batik yang diciptakan di Palu adalah motif ukiran rumah adat, motif resplang, motif burung maleo, motif bunga cengkeh, dan motif bunga merayap.</p>
<p><strong>Motif Batik Papua</strong></p>
<p>Corak dan motif batik Papua sangat diminati oleh turis lokal dan mancanegara, lho. Hal ini terjadi karena motif batik Papua benar-benar memiliki ciri khas tersendiri. Motif asmat dan motif patung pada batik Papua tampak sangat berbeda dari batik-batik yang dimiliki daerah lain.</p>
<p>Sedangkan, motif cicak, motif buaya, dan motif berupa lingkaran-lingkaran besar adalah beberapa motif yang digunakan karena merupakan simbol keramat bagi masyarakat Papua.</p>
<p><strong>Motif Batik Nusa Tenggara</strong></p>
<p>Motif batik yang terkenal dari Nusa Tenggara adalah batik Sasambo. Sasambo kependekan dari Sasak Samawa Mbojo, yang merupakan batik resmi di Nusa Tenggara Barat.</p>
<p>Motif batik Sasambo dominan corak geometris. Ada bentuk segitiga, bujursangkar, juga garis-garis berornamen.</p>
<p>Di Nusa Tenggara Timur, pada setiap pulau juga memiliki batik dengan motif tersendiri. Di Pulau Rote, motif daun adalah motif batik yang paling terkenal. Sementara, di Pulau Sumba, motif batik yang paling khas adalah motif hewan.</p>
<p>Batik-batik di Nusa Tenggara ini merupakan batik tenun. Cara pembuatannya ada yang sama dengan teknik pembuatan batik Jawa, ada juga yang berbeda.</p>
<p><strong>Motif Batik Bali</strong></p>
<p>Konon, batik Bali banyak dipasok dari tanah Jawa. Namun, Bali juga memiliki batik khas yang tidak ada atau tidak bisa diproduksi di daerah lain karena menggunakan teknik pembuatan yang sangat sulit.</p>
<p>Motif-motif batik Bali antara lain adalah motif batik Alas Nagari dan  motif batik Pagi Sore.</p>
<p>Jadi, motif batik mana yang paling kamu sukai?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batikindonesia.com/88/533/motif-batik-daerah-daerah-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gambar Batik: Ketika Murid SMP Berkreasi</title>
		<link>http://batikindonesia.com/88/528/gambar-batik-ketika-murid-smp-berkreasi/</link>
		<comments>http://batikindonesia.com/88/528/gambar-batik-ketika-murid-smp-berkreasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 May 2012 08:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batikindonesia.com/88/?p=528</guid>
		<description><![CDATA[Setiap melihat gambar batik, saya teringat pelajaran Kesenian yang diberikan sewaktu duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada suatu hari, ketika jam mata pelajaran Kesenian berlangsung, sang guru memerintahkan murid-murid untuk menggambar batik. Saya yang ―pada saat itu― tidak banyak mengenal batik, merasa bingung. Sebuah pertanyaan besar bermain di benak. Motif apa yang harus [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap melihat gambar batik, saya teringat pelajaran Kesenian yang diberikan sewaktu duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).</p>
<p>Pada suatu hari, ketika jam mata pelajaran Kesenian berlangsung, sang guru memerintahkan murid-murid untuk menggambar batik. Saya yang ―pada saat itu― tidak banyak mengenal batik, merasa bingung.</p>
<p>Sebuah pertanyaan besar bermain di benak. Motif apa yang harus saya buat? Saya sangat jarang melihat gambar batik dan hanya setahun sekali melihat orang berpakaian batik, yaitu pada saat pulang kampung ke Jawa Tengah untuk merayakan lebaran (selain seragam batik sekolah, tentunya).</p>
<p>Ya, saya melihat corak, motif, dan gambar batik hanya pada kain-kain yang dikenakan oleh orang-orang tua di kampung. Pakaian yang mereka kenakan pun terbatas hanya kain yang digunakan untuk bawahan. Tidak ada batik yang tampil dengan model yang unik atau modern.</p>
<p>Berbekal pengetahuan yang sempit tentang batik, saya pun mengingat-ingat motif batik yang satu-dua kali saya lihat pada daster yang ada di lingkungan sekitar.</p>
<p>Setelah mengingat-ingat, saya pun memutuskan untuk menggambar motif kawung. Setelah itu, saya berusaha melihat-lihat gambar batik yang dibuat oleh teman-teman pada kertas gambarnya. Inilah gambar-gambar batik yang saya dan teman-teman buat.</p>
<p><strong>Kawung</strong></p>
<p>Menurut saya, motif kawung sangat mudah dituangkan dalam gambar. Pertama, saya membuat garis tepi. Pak guru meminta kami membuat garis tepi yang unik. Setelah diberi garis tepi, sisa bidang gambar yang ada di bagian atas, bawah, kiri, dan kanan buku gambar, ukurannya harus sama ketika sudah diberi garis tepi.</p>
<p>Setelah itu, bidang gambar yang luas itu saya tarik garis-garis hingga membentuk bujur sangkar-bujur sangkar dalam ukuran kecil. Nah, di bagian dalam bujur sangkar itu, saya tarik garis diagonal pada masing-masing ujungnya, hingga menyerupai huruf X.</p>
<p>Pada masing-masing garis itu saya beri bentuk lengkungan. Saya kerjakan pada seluruh garis. Jadi, dalam bujur sangkar kecil-kecil tersebut tercipta motif kawung. Motif ini termasuk ke dalam motif batik klasik.</p>
<p><strong>Kupu-kupu</strong></p>
<p>Teman sebangku saya menggambar batik motif kupu-kupu. Sebelum menciptakan gambar batik, dia juga membuat garis-garis dan bentuk bujur sangkar, sebagai tempat menggambar kupu-kupu.</p>
<p>Saya tertarik memerhatikan caranya saat membuat kupu-kupu itu. Untuk badan kupu-kupu, dia membuat garis lengkung seperti ketika saya membuat garis lengkung pada motif kawung. Bedanya, di atas pertemuan garis lengkung itu, dia menambahkan sebuah bulatan sebagai kepala kupu-kupu. Lalu, dia menambahkan gambar sungut pada kepala kupu-kupu.</p>
<p>Setelah dia selesai membuat semua pola kupu-kupu, saya semakin takjub. Gambarnya benar-benar mirip dengan gambar batik pada seragam SMP lain. Dia juga memberi warna pada gambar kupu-kupu itu. Gambar batik itu pun semakin cantik.</p>
<p><strong>Daun</strong></p>
<p>Ternyata, teman-teman betul-betul kreatif. Mereka tidak ada yang kehabisan ide dalam membuat gambar batik. Setelah gambar kupu-kupu, ada teman yang menggambar motif daun.</p>
<p>Pola dasarnya sama dengan pola dasar gambar batik kawung yang saya buat. Yaitu berupa bujur sangkar-bujur sangkar yang bagian tengahnya ditarik garis diagonal pada sudut-sudut yang berhadapan.</p>
<p>Bentuk lengkungan pada gambarnya pun sama. Bedanya, lengkungan yang saya fungsikan sebagai gambar motif kawung, dia fungsikan sebagai gambar lembaran daun. Garis-garis diagonal yang tadi juga dimodifikasi, sehingga membentuk tulang daun yang indah.</p>
<p>Saya tersenyum melihat gambar batik itu. Idenya sederhana, tetapi hasilnya membuat saya terpana.</p>
<p><strong>Bunga</strong></p>
<p>Nah, yang ini lebih kreatif. Teman saya yang satu ini memang gudangnya ide bagus. Tak mengherankan jika dia selalu menjadi juara kelas. Ide-idenya selalu segar dan keren. Salah satunya adalah pada gambar batik yang dia buat.</p>
<p>Coba tebak, dia menggambar apa? Bunga! Hmmm … kalau hanya bunga, sih, sudah biasa. Tapi, bunga yang satu ini berbeda.</p>
<p>Dia menggambar bunga pada empat sudut bidang gambar. Lalu, ditariknya garis lengkung naik turun yang menyerupai gelombang, dari sudut atas kiri hingga sudut bawah kanan. Pada setiap lengkungan itu diberi gambar bunga. Yang membuat gambar batik ini lebih keren, dia membubuhkan gambar tokoh-tokoh wayang pada sisi sebelah kanan gambar.</p>
<p>Waah, saya sangat takjub. Jarang lho, ada anak seusia SMP yang hafal tokoh-tokoh wayang. Dia memang mengaku belum terlalu banyak mengetahui tentang wayang. Tapi, dia bisa menjelaskan bahwa yang ada dalam gambar itu adalah tokoh-tokoh Pandawa Lima yaitu Arjuna, Yudhistira, Bima, Nakula, dan Sadewa.</p>
<p>Sedangkan, pada bidang gambar di sebelah kiri, dia menggambar tokoh-tokoh Punakawan, yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.</p>
<p>Saya langsung berdecak kagum. Ketika yang lain ―termasuk saya― baru menggambar batik dengan motif-motif yang sederhana dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar, dia sudah memiliki ide untuk menggambar batik bermotif wayang!</p>
<p><strong>Air</strong></p>
<p>Tidak hanya saya yang kebingungan mencari ide untuk menggambar batik. Teman sebangku saya juga. Setelah melihat-lihat ide teman-teman yang lain, dia pun memutuskan untuk menggambar batik dengan motif butiran air.</p>
<p>Sama seperti yang lain, dia membuat pola berupa kotak-kotak kecil. Tujuannya agar mempermudah membuat gambar tetesan air dengan ukuran yang sama.</p>
<p>Keren juga, gambar batiknya. Dan, menurut saya, menggambar lengkung tetesan-tetesan air itu jauh lebih sulit daripada menggambar lengkung motif kawung. Bagian atas motif tetesan air itu kecil dan semakin ke bawah semakin lebar, seperti kantung atau bohlam.</p>
<p><strong>Segitiga</strong></p>
<p>Awalnya, saya berpendapat bahwa gambar batik berupa segitiga adalah yang termudah. Tinggal menarik garis hingga menjadi bidang-bidang segitiga, beres. Ternyata, saya salah. Teman yang satu ini tidak hanya membuat gambar motif segitiga, tetapi juga menuangkan kreasinya di dalam motif-motif segitiga itu.</p>
<p>Ya, segitiga itu tidak tampil kosong. Di dalamnya dihias berbagai motif seperti bunga, burung, daun, naga, padi, dan bentuk-bentuk seperti yang sering saya temukan pada ukiran.</p>
<p>Wow! Saat ini, bertahun-tahun kemudian, saya baru tahu bahwa gambar batik itu mendekati motif tambal.</p>
<p><strong>Yin dan Yang</strong></p>
<p>Teman saya yang satu ini adalah keturunan etnis Cina. Maka, saya tidak heran jika dia menggambar sebuah motif yang merupakan ciri khas etnis tersebut. Saya baru mengetahui nama gambar itu, setelah saya lulus SMA. Gambar itu adalah yin dan yang.</p>
<p>Saat itu, dia dengan kalem menggoreskan garis-garis lengkung pada semua bidang gambar yang semula berbentuk bujur sangkar. Setiap bujur sangkar diberi garis pembatas di bagian tengah, berupa garis lengkung. Setelah semua gambar selesai, dia memberi warna hitam dan putih, berselang-seling.</p>
<p>Awalnya saya berpendapat bahwa itu bukan gambar batik. Tapi, pak guru kami memperbolehkan si teman menggambar motif tersebut. Alasannya, boleh saja berkreasi untuk mendapatkan motif batik terbaru, yang belum pernah ada sekalipun.</p>
<p>Inilah gambar batik yang paling sederhana dalam pewarnaannya, karena hanya memerlukan warna hitam dan putih. Di antara teman-teman yang membuat gambar batik warna-warni, teman yang ini benar-benar tampil beda. Tampil dengan kreasi motif dan warna yang natural, namun tetap indah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebenarnya, masih banyak gambar batik dengan motif lainnya, yang dibuat oleh teman-teman. Tapi, saya tidak bisa ingat satu per satu, karena kejadian yang sudah sangat lama ini membuyarkan ingatan saya.</p>
<p>Satu hal yang saya ingat, guru yang memberi tugas menggambar batik ini adalah guru olahraga yang sering mendapat cibiran dan dianggap tidak mampu mengajar olahraga, karena sebenarnya dia adalah guru pelajaran kesenian. Namun, saya sangat berterima kasih padanya. Sebab, dialah yang pertama kali memperkenalkan saya ―dan mungkin juga teman-teman yang lain― akan motif batik yang sangat indah.</p>
<p>Terima kasih, Pak S!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batikindonesia.com/88/528/gambar-batik-ketika-murid-smp-berkreasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Baju Batik Warna-Warni dalam Lemari</title>
		<link>http://batikindonesia.com/88/524/baju-batik-warna-warni-dalam-lemari/</link>
		<comments>http://batikindonesia.com/88/524/baju-batik-warna-warni-dalam-lemari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2012 13:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batikindonesia.com/88/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[Pakai baju batik? Tidak salah, tuh? Ingin terlihat lebih tua? Ingin seperti nenek-nenek? Ingin dicap kuno dan ketinggalan jaman? Itu sih, dahulu. Sekarang, anggapan-anggapan seperti itu sudah terlempar jauh-jauh. Tak ada lagi yang menganggap batik sebagai kain kuno. Tak ada lagi yang memandang sebelah mata pada baju batik. Bahkan, negara tetangga pun sempat mengklaim kain [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pakai baju batik? Tidak salah, tuh? Ingin terlihat lebih tua? Ingin seperti nenek-nenek? Ingin dicap kuno dan ketinggalan jaman?</p>
<p>Itu sih, dahulu. Sekarang, anggapan-anggapan seperti itu sudah terlempar jauh-jauh. Tak ada lagi yang menganggap batik sebagai kain kuno. Tak ada lagi yang memandang sebelah mata pada baju batik. Bahkan, negara tetangga pun sempat mengklaim kain batik sebagai  warisan budayanya.</p>
<p>Saya adalah salah satu orang yang menganggap batik sebuah kain yang ketinggalan jaman. Namun, ketika batik menjelma menjadi baju-baju cantik dengan berbagai model dan warna, saya langsung jatuh cinta.</p>
<p>Sekarang, saya menjadi salah satu penggemar baju batik. Koleksi saya memang belum bisa dikatakan banyak. Tapi, di dalam lemari pakaian saya, ada beberapa baju batik yang sangat saya senangi. Tidak percaya? Yuk, ikuti saya menelusuri baju-baju batik dalam lemari.</p>
<p><strong>Kuning</strong></p>
<p>Baju batik ini bisa dikatakan yang paling saya sukai. Modelnya berupa blus lengan pendek. Lengannya berbentuk balon yang dilengkapi kerutan. Bagian kerahnya seperti kerah kemeja biasa, tapi ujungnya membulat. Kerah ini juga dilengkapi kerutan di seluruh bagian.</p>
<p>Pada bagian dada, terdapat aksen kerut dan kancing sebagai pemanis. Aksen kerut ini juga terdapat di bagian pinggang. Selain itu, di pinggang dilengkapi tali serut dan kantung di kiri dan kanan, yang semakin mempercantik blus.</p>
<p>Saya sengaja <em>hunting</em> baju batik ini ketika batik pertama kali dikukuhkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. Saat itu, teman-teman kantor ingin datang ke kantor dengan mengenakan baju batik, tepat di saat hari pengukuhan batik.</p>
<p>Setelah menjelajahi salah satu pusat perbelanjaan, saya pun mendapatkan blus ini. Dan, di hari pengukuhan batik, saya dan teman-teman kantor benar-benar kompak tampil dengan balutan baju batik.</p>
<p><strong>Cokelat</strong></p>
<p>Baju batik warna cokelat yang saya miliki, bermodel blus yang agak panjang dengan motif parang. Seperti batik motif parang pada umumnya, baju ini berwarna cokelat tua dengan kombinasi putih. Motif parang tidak menutupi seluruh permukaan baju, tetapi hanya menghias pada bagian lengan, badan, dan kerah. Sedangkan, pada bagian dada, dikombinasi dengan corak batik pesisir berwarna cokelat tua.</p>
<p>Lengan baju batik ini berupa lengan balon dan bagian kerahnya terdapat banyak kerutan yang berbentuk seperti pita. Di bagian tengah dada diberi hiasan kancing yang terbuat dari batok kelapa.</p>
<p>Baju batik ini sengaja saya cari khusus untuk menghadiri sebuah acara penyerahan hadiah lomba menulis. Kebetulan, <em>dress code</em> acara tersebut boleh pilih pakaian resmi atau batik. Tentu saja saya memilih batik agar lebih simpel dan tampak cerah dengan corak-coraknya.</p>
<p><strong>Biru Tua</strong></p>
<p>Baju batik ini adalah hadiah lebaran dari seorang atasan di kantor. Modelnya sackdress dengan panjang di bawah lutut. Warna dasarnya biru tua yang tampak kehitaman jika dilihat dari jauh. Warna ini mengingatkan saya pada batik-batik kuno yang diproduksi ratusan tahun yang lalu. Namun, modelnya yang modern, membuat baju batik ini jauh dari kesan kuno.</p>
<p>Seluruh permukaan batik menggunakan bahan dan corak yang sama, tanpa kombinasi. Motifnya berupa bunga kecil-kecil yang dipadukan dengan motif geometris.</p>
<p>Baju batik ini agak jarang saya kenakan karena modelnya yang semiformal. Selain itu, ukurannya juga agak kebesaran untuk saya. Saya mengenakannya hanya pada acara kantor yang agak formal seperti <em>meeting</em>.</p>
<p><strong>Biru Muda</strong></p>
<p>Baju batik ini paling sering saya kenakan karena modelnya yang agak santai. Bentuknya berupa blus. Berbeda dari blus-blus yang selama ini saya ketahui, blus ini jika dibentangkan hanya berbentuk persegi panjang dan tidak seperti blus pada umumnya. Kalau dilihat-lihat, potongannya seperti karung terigu.</p>
<p>Bagian lengan blus ini bukan berupa lengan dengan model-model blus yang biasa melainkan seperti kantung terigu yang bagian kanan dan kiri atasnya diberi lubang yang difungsikan sebagai lengan. Bagian pinggangnya dilengkapi tali serut dan kerahnya berbentuk V.</p>
<p>Batik berwarna biru muda ini menggabungnya beberapa motif seperti motif parang dan motif buketan. Saya mengenakannya pada acara-acara santai, termasuk ke kantor pada hari Jum’at.</p>
<p><strong>Merah Muda Keunguan</strong></p>
<p>Saya pernah kebingungan memilih pakaian untuk menghadiri acara keluarga pada lebaran tahun lalu. Akhirnya, saya memilih batik. Batik ini pun tidak mudah saya dapatkan. Sebab, saya ingin mengenakan batik yang sama dengan suami dan anak.</p>
<p>Untuk mencari batik yang satu paket dengan anak, agak sulit. Yang banyak di pasaran hanya batik untuk suami dan istri. Kalaupun ada, modelnya agak terlalu pendek, sehingga saya pikir kurang nyaman dikenakan.</p>
<p>Untunglah saya menemukan batik yang diinginkan. Batik tersebut berwarna merah muda keunguan. Baju batik untuk suami dan anak, bermodel kemeja lengan pendek. Sedangkan, untuk saya, bermodel sackdress.</p>
<p>Baju batik ini bermotif Bunga Tarpote, motif khas asal Madura. Motif ini menghias seluruh permukaan batik. Hanya, di bagian-bagian tertentu seperti bagian depan, warna dasarnya dibuat lebih gelap.</p>
<p>Jadilah saya, suami, dan anak, berlebaran mengenakan batik dengan motif dan warna yang sama.</p>
<p><strong>Merah</strong></p>
<p>Baju batik ini modelnya benar-benar unik. Bagian bawahnya dibuat asimetris, sehingga jika dikenakan, tampak seperti payung yang dikuncupkan.</p>
<p>Saya dan adik-adik kompak membeli baju batik ini di Jalan Malioboro, Yogyakarta. Ketika itu, kami sedang berlibur sekeluarga.</p>
<p>Baju batik ini berwarna merah dengan kombinasi abu-abu kehitaman. Pada bagian yang berwarna merah, baju batik ini bermotif ceplok. Sedangkan, pada bagian yang berwarna abu-abu kehitaman, dihiasi dengan motif matahari berukuran kecil.</p>
<p><strong>Oranye</strong></p>
<p>Akhirnya, saya berhasil memiliki baju batik bermotif megamendung. Ya, motif ini memang dikenal sebagai motif batik khusus untuk kaum pria. Sehingga, megamendung hanya menghiasi batik-batik model kemeja.</p>
<p>Setelah bertahun-tahun menunggu, saya pun mendapatkan baju batik model sackdress dengan motif asal Cirebon ini. Warna dasarnya oranye, dan motif megamendungnya berwarna putih.</p>
<p>Saking senangnya dengan baju batik ini, saya mengenakannya pada hampir setiap acara. Tentu saja acara yang dihadiri oleh orang yang berbeda-beda.</p>
<p><strong>Merah Kombinasi Kuning</strong></p>
<p>Baju batik ini adalah hadiah dari adik saya. Katanya, modelnya cocok untuk ke kantor. Ya, baju batik dengan model blazer ini bisa dikenakan untuk acara yang santai maupun ke kantor.</p>
<p>Seperti halnya blazer resmi, bagian kerah baju batik ini berbentuk kerah jas. Yang membuat baju ini tampak unik, terdiri atas dua warna yaitu merah dan kuning, dengan warna merah di bagian dalam dan warna kuning di bagian luarnya.</p>
<p>Baju batik ini dapat digunakan bolak-balik. Jika hari ini saya mengenakan dengan warna merah di bagian luar, besok saya bisa mengenakannya dengan bagian warna kuning di bagian luar. Seru, kan?</p>
<p>Lengannya lebih panjang daripada baju berlengan pendek biasa. Dalam dunia mode, lengan seperti ini disebut lengan 7/8. Saya yang merasa tampak lebih gemuk jika mengenakan lengan 7/8, selalu menggulungnya hingga sebatas siku.</p>
<p>Motif baju batik ini berupa bunga-bunga berwarna putih di seluruh permukaannya. Motif ini saling menyatu dan jika ditelusuri, tidak ada bagian yang terputus</p>
<p><strong>Abu-abu</strong></p>
<p>Awalnya, saya tidak berniat untuk membeli baju batik. Tapi, ketika melihat gerai pakaian bermerk yang sedang menggelar diskon, saya pun menghampiri. Ternyata, ada satu baju batik yang menarik perhatian.</p>
<p>Model baju batik itu, lagi-lagi, sackdress. Warnanya abu-abu dan bahannya sangat halus. Motifnya cenderung abstrak dan ada beberapa corak seperti motif buketan, parang, truntum, dan ceplok yang menghias bagian-bagian tertentu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Itulah baju-baju batik yang ada di dalam lemari saya. Rasanya, saya tidak akan pernah berhenti mengenakan batik. Kalau perlu, saya akan mengenakan baju batik setiap hari, dalam segala suasana.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batikindonesia.com/88/524/baju-batik-warna-warni-dalam-lemari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yuk, Tengok Model Baju Batik di Pasaran!</title>
		<link>http://batikindonesia.com/88/521/yuk-tengok-model-baju-batik-di-pasaran/</link>
		<comments>http://batikindonesia.com/88/521/yuk-tengok-model-baju-batik-di-pasaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 May 2012 14:03:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batikindonesia.com/88/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Di sini batik. Di sana batik. Di mana-mana ada batik. Tampaknya usaha pemerintah untuk memasyarakatkan batik, telah berhasil. Di mana saja kita berada, batik selalu tampak seliweran. Bukan hanya pemakainya, tapi juga penjualnya. Pasar mana yang tidak menjual batik? Pusat perbelanjaan mana yang tidak memiliki toko khusus batik? Mal mana yang tidak menyediakan gerai batik? [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Di sini batik. Di sana batik. Di mana-mana ada batik. Tampaknya usaha pemerintah untuk memasyarakatkan batik, telah berhasil. Di mana saja kita berada, batik selalu tampak seliweran. Bukan hanya pemakainya, tapi juga penjualnya.</p>
<p>Pasar mana yang tidak menjual batik? Pusat perbelanjaan mana yang tidak memiliki toko khusus batik? Mal mana yang tidak menyediakan gerai batik? Tidak ada, bukan?</p>
<p>Banyaknya penjual batik membuat pakaian batik yang ditawarkan bervariasi. Banyak juga toko batik yang menjual batik, yang modelnya banyak terdapat di toko-toko lain. Namun, ada model-model baju batik yang khusus dijual di toko tertentu. Kalau teliti saat berbelanja, kamu bisa mendapatkan model baju batik yang tidak pasaran.</p>
<p>Model baju apa saja yang dibuat dari kain batik?</p>
<p><strong>Sackdress</strong></p>
<p>Merupakan busana wanita dengan bentuk terusan hingga selutut. Biasanya pakaian model sackdress dikenakan untuk segala acara, baik acara santai seperti jalan-jalan atau berbelanja, maupun acara resmi seperti menghadiri pesta pernikahan.</p>
<p>Semenjak batik popular, banyak sackdress batik yang bermunculan. Di antara semua model baju batik, saya paling senang dengan model yang satu ini. Pasalnya, model-model sackdress yang dibuat benar-benar cantik dan elegan.</p>
<p>Bagian bawah sackdress kebanyakan dibuat sampai di bawah lutut. Tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek untuk saya. Bagian atasnya berupa kerah yang lumayan tertutup. Sedangkan, bagian belakangnya biasanya dilengkapi karet, sehingga, jika dikenakan, sackdress menjadi pas tetapi tidak ketat.</p>
<p>Motif-motif batik yang digunakan untuk membuat sackdress juga bervariasi. Ada yang satu motif untuk seluruh permukaan sackdress, ada yang dikombinasikan dengan kain polos, ada juga yang motifnya –menurut istilah saya- tabrakan. Motif tabrakan itu biasanya dibuat dari kombinasi dua atau lebih kain batik.</p>
<p>Saya biasanya mengenakan sackdress untuk menghadiri acara yang resmi seperti pesta pernikahan atau meeting di kantor. Untuk acara santai, saya tidak memilih sackdress sebab rasanya kurang praktis.</p>
<p><strong>Kemeja</strong></p>
<p>Menurut saya, inilah satu-satunya model baju batik untuk pria. Untunglah motif, warna, dan pilihan bahannya bisa dikatakan tak terhingga. Jadi, meskipun hampir tidak ada pilihan model lain, kaum pria tidak akan bosan dengan kemeja.</p>
<p>Uniknya, dalam sebuah pesta pernikahan, saya sama sekali tidak melihat tamu yang memakai kemeja dengan motif sekaligus warna yang sama. Kalau pun motifnya sama, katakanlah motif kawung, ukuran motif, corak dasar, warna, dan kombinasi motif lainnya, sama sekali berbeda.</p>
<p>Itu berarti kemeja batik diproduksi dalam jumlah yang tinggi. Jadi, jangan takut bertemu “kembaran” ketika menghadiri acara yang mengharuskan berbusana kemeja batik.</p>
<p><strong>Bolero</strong></p>
<p>Tahu bolero, kan? Model pakaian ini khusus wanita. Bentuknya seperti rompi, tetapi berlengan. Ukurannya juga lebih pendek daripada rompi. Panjangnya hanya sebatas punggung dan dikenakan sebagai pakaian luaran.</p>
<p>Belakangan, bolero makin popular. Awalnya, model pakaian ini hanya dibuat dari bahan polos. Tapi kini banyak bolero yang dibuat dari kain bermotif batik.</p>
<p>Seiring berkembangnya waktu, bolero dari kain batik ini diciptakan bolak-balik dengan warna dan motif yang berbeda. Artinya, satu potong bolero memiliki dua warna yang berbeda, yang dapat dikenakan pada kesempatan yang berbeda pula. Keren, kan?</p>
<p><strong>Dress Panjang</strong></p>
<p>Kamu mengenakan pakaian muslimah? Dress panjang bermotif batik dapat dijadikan pilihan saat menghadiri acara-acara resmi. Dress panjang ini memang diciptakan khusus untuk para muslimah yang ingin tampil <em>up to date</em> dengan kain khas Indonesia. Jangan lupa, padankan dengan kerudung warna senada.</p>
<p>Tidak memakai pakaian muslimah? Boleh kok, mengenakan dress panjang motif batik. Apalagi kalau sedang ingin tampil anggun dan feminin. Ada juga dress panjang motif batik dengan lengan pendek, bahkan tanpa lengan.</p>
<p>Model baju batik ini bervariasi. Ada yang di bagian pinggangnya dilengkapi kerut, ada yang diciptakan sekaligus dengan ikat pinggang yang disebut obi. Selain itu, ada dress panjang bermotif batik yang bagian bawahnya bisa dimodifikasi menggunakan tali. Jadi, pakaian itu bisa dipendekkan. Bahkan, ada yang bisa diubah menjadi rok panjang.</p>
<p><strong>Syal</strong></p>
<p>Di negara-negara empat musim, syal sangat penting dimiliki. Pada musim gugur, orang-orang yang tinggal di negara subtropis itu sudah mulai menyiapkan syal untuk menahan hawa dingin. Saat musim dingin tiba, syal seakan-akan menjadi pakaian yang wajib dikenakan jika tidak ingin kedinginan.</p>
<p>Di Indonesia, syal menjadi salah satu pelengkap busana yang sangat digemari. Dan, boleh percaya boleh tidak, hampir seluruh syal yang diproduksi, bermotif batik! Keren, ya.</p>
<p>Cobalah keluar rumah. Di jalan, di mal, di kendaraan umun, di tempat-tempat umum maupun di kantor-kantor, banyak orang mengenakan syal bermotif batik. Pakaian ini berbentuk seperti selendang yang tidak terlalu lebar. Umumnya dikenakan dengan cara dililitkan di leher atau disampirkan di pundak.</p>
<p>Hebatnya, syal tidak hanya untuk kaum wanita. Kaum pria pun bisa mengenakan pakaian yang satu ini. Karena itu, produsen syal bermotif batik patut bergirang hati.</p>
<p><strong>Blus</strong></p>
<p>Ingin mengenakan pakaian batik yang simpel? Tidak usah khawatir. Kini, banyak diciptakan blus batik yang modelnya simpel dan tidak terlalu banyak detail. Blus ini bisa dikenakan untuk ke kantor, ke acara pesta pernikahan, maupun ke acara santai seperti minum kopi bersama teman-teman.</p>
<p>Untuk membedakan jenis acara, kenakan blus batik dengan model, motif, dan bahan yang yang sesuai dengan acara. Misalnya, kenakan blus batik dengan bahan silk yang licin mengilap untuk datang ke pesta pernikahan. Sebaliknya, kamu bisa mengenakan blus batik dengan bahan katun untuk menghadiri pertemuan yang sifatnya santai.</p>
<p><strong>Celana Pangsi</strong></p>
<p>Awalnya, celana pangsi dikenakan oleh kaum pria Belanda pada masa penjajahan di Indonesia. Cuaca Indonesia yang panas membuat mereka memilih celana pangsi berbahan batik yang nyaman.</p>
<p>Celana pangsi juga sempat dikenal sebagai celana khas laki-laki etnis Betawi. Sebab, dalam kegiatan sehari-hari, kaum laki-laki Betawi selalu mengenakan celana model ini.</p>
<p>Batik yang digunakan untuk membuat celana pangsi dipilih dari bahan yang lembut dan menyerap keringat. Karena itu, celana ini menjadi favorit para pria, sebagai pakaian sehari-hari di rumah.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, celana pangsi tidak lagi menggambarkan ciri khas suatu etnis. Sebab, celana ini sudah banyak diproduksi. Bukan tidak mungkin suatu saat kelak celana pangsi berbahan batik akan menjadi favorit kaum wanita.</p>
<p><strong>Baju Kelelawar</strong></p>
<p>Oke, namanya memang bukan benar-benar baju kelelawar. Tapi, pakaian model ini terkenal dengan sebutan itu. Pasalnya, pada bagian bawah lengan pakaian ini berbentuk lebar seperti sayap kelelawar.</p>
<p>Baju batik dengan model kelelawar ini merupakan modifikasi terbaru. Dengan adanya model ini, batik benar-benar telah berubah. Dia tidak lagi sebagai pakaian kuno yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang tua di desa, tetapi tampil modis dengan model yang <em>up to date</em>.</p>
<p><strong>Kaus</strong></p>
<p>Inilah satu lagi bukti dari gebrakan baik. Dahulu, batik identik dengan baju resmi. Sekarang tidak lagi, karena batik telah diciptakan dalam bentuk kaus. Ingin bersantai tapi tetap trendi? Pilihlah model baju batik dengan bahan kaus.</p>
<p><strong>Rok</strong></p>
<p>Rok batik tampak tidak terlalu popular dibanding baju untuk atasan. Namun, jika kamu menelusuri pusat perbelanjaan, kamu akan menemukan rok batik yang elegan. Kalau kamu bosan dengan bawahan celana panjang, rok batik ini bisa menjadi pilihan yang tepat.</p>
<p><strong>Daster</strong></p>
<p>Pakaian ini bisa dikatakan sebagai model baju batik yang paling popular. Ketika batik sudah tidak lagi dicap sebagai pakaian kuno namun belum juga menjadi pakaian modern, daster dengan bahan batik sudah memenuhi seluruh toko-toko batik.</p>
<p>Hingga kini, daster batik masih menjadi ikon pakaian tidur atau pakaian santai yang paling melekat di benak semua orang.</p>
<p>Itulah model baju batik yang terdapat di pasaran. Selain yang sudah disebutkan di atas, tentu saja masih ada beberapa model baju batik lainnya. Dan, tidak menutup kemungkinan, di masa yang akan datang, model baju batik akan semakin beragam.</p>
<p>Bravo, batik!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batikindonesia.com/88/521/yuk-tengok-model-baju-batik-di-pasaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aneka Perwajahan Batik Kontemporer</title>
		<link>http://batikindonesia.com/88/518/aneka-perwajahan-batik-kontemporer/</link>
		<comments>http://batikindonesia.com/88/518/aneka-perwajahan-batik-kontemporer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 May 2012 01:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batikindonesia.com/88/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang disampaikan salah satu pemenang Lomba Blog Entry Batik Indonesia bekerja sama dengan Blogfam beberapa waktu lalu, Barokah Ruziati, rasa cinta dan kebanggaan pada batik akan semakin dalam apabila karya seni satu ini tidak hanya diaplikasikan pada busana. Baik busana untuk menghadiri acara resmi seperti pernikahan maupun pakaian sehari-hari. Sebenarnya pakaian itu sendiri memiliki [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang disampaikan salah satu pemenang Lomba Blog Entry Batik Indonesia bekerja sama dengan Blogfam beberapa waktu lalu, <a href="http://bruziati.wordpress.com/2012/03/26/batik-seribu-kisah-dalam-sehelai-kain/" target="_blank">Barokah Ruziati</a>, rasa cinta dan kebanggaan pada batik akan semakin dalam apabila karya seni satu ini tidak hanya diaplikasikan pada busana. Baik busana untuk menghadiri acara resmi seperti pernikahan maupun pakaian sehari-hari. Sebenarnya pakaian itu sendiri memiliki banyak ragam dan komponen, sehingga pengejawantahannya bisa lebih luas lagi.</p>
<p>Di antara sejumlah jenis pakaian berbahan dan motif batik (untuk sehari-hari) serta pelengkapnya yang saya ketahui:</p>
<p>1. Daster</p>
<p>2. Pakaian tidur/pakaian rumah dua potong, terdiri dari atasan dan celana. Bisa pendek atau panjang.</p>
<p>3. Selendang. Bukan hanya untuk pakaian pesta, tapi juga menggendong dan membuai bayi.</p>
<p>4. Kerudung. Belum lama ini saya mendapat ide, yang bisa jadi bukan hal baru, untuk mengenakan kain batik sebagai kerudung. Saya pribadi masih kesulitan mencari kerudung yang memang berbahan batik, jadi lebih sering memodifikasi kain sarung yang lebar dan bahannya sejuk itu. Kesulitannya hanyalah rata-rata motif batik cenderung &#8220;ramai&#8221; sehingga harus senantiasa memadukan dengan pakaian yang polos tanpa corak.</p>
<p>5. Celana pangsi, bisa dipakai pria dan wanita. Salah satu dosen <em>native speaker</em> semasa saya kuliah dulu sangat gemar memakai celana model ini dengan bahan kain batik Yogya dan Bali. Wajar saja sebab hawa lingkungan kampus tergolong panas baginya.</p>
<p>6. Sarung yang dijadikan selimut. Ini bagian kehidupan masa kecil saya tiap kali pulang kampung. Cuaca di sana relatif tidak panas, tidak juga dingin. Jadi lebih nyaman apabila tidur memakai sarung batik saja.</p>
<p>Benda lain yang tak kalah akrabnya ialah seprai. Kendati cuaca di kediaman kami termasuk sejuk, bahkan sering berubah dingin pada waktu-waktu tertentu, seprai batik tetap menjadi pilihan untuk melapisi kasur. Alasan paling kuat, apa lagi kalau bukan karena mudah dibenahi, dicuci dan disetrika. Toh hawa dingin bisa diatasi dengan selimut dan mantel.</p>
<p>Mukena batik pun termasuk pernik yang saya sukai. Ada pendapat bahwa sebaiknya mukena berwarna putih saja dan polos, sehingga saya mengurungkan niat mengenakan mukena yang bercorak penuh seperti suatu tren beberapa tahun silam. Mukena batik menciptakan semacam siasat kreatif, tetap putih dan bahannya sejuk, tepi-tepinya saja yang dihiasi kain bermotif. Terlihat cantik tentunya, saya meyakini bahwa beribadah pun perlu memperhatikan penampilan yang bersih, rapi, dan menarik sebab Allah sangat menyukai keindahan selama tidak berlebihan.</p>
<p>Masih ingat sampul buku tulis bermotif batik? Sekarang ini mungkin jarang yang memakai buku tulis, terkait perangkat teknologi dan adanya jenis catatan berupa <em>binder</em> berikut <em>loose leaf</em>-nya. Bahkan keponakan saya yang masih SD pun menyukai <em>binder</em> untuk tulis-menulis. Tidak ada salahnya memberlakukan sampul bermotif batik tadi untuk buku-buku pegangan. Akan sangat menarik juga bila sampul buku catatan dihiasi sedikit corak batik, demikian pula amplop dan kertas. Sedikit saja di pojoknya, sebagai pemanis yang secara implisit mengajarkan anak mengenal unsur budaya Indonesia.</p>
<p>Hobiis membaca buku seperti saya gemar mengoleksi pembatas buku. Kadang bisa dibuat sendiri memanfaatkan berbagai barang yang ada. Ini salah satu benda yang bisa disisipi unsur batik, secara penuh atau selaku aksesoris. Misalnya pembatas berpola batik Basurek untuk buku agama, pola batik Priangan yang ceria untuk buku remaja yang ringan, dan pola Kumpeni untuk buku sejarah.</p>
<p>Bicara soal batik Basurek ini, saya teringat beberapa kerabat yang tidak suka memajang foto dan gambar makhluk hidup di rumah. Mengingat batik Basurek peruntukannya khusus, ini bisa jadi alternatif untuk dibingkai dan menjadi hiasan dinding. Bukan berarti pola batik lainnya tidak cocok. Teknik memasang potongan-potongan kain yang demikian dapat tergolong prakarya, seperti halnya guru dan orangtua yang memajang hasil karya murid atau anak-anak di tembok rumah sebagai tanda mata dan apresiasi.</p>
<p>Masih terkait prakarya, penerjemah dan editor Nita Candra yang hobi kerajinan tangan mengkreasikan potongan kain batik. Sebagaimana terlihat di <a href="http://nitacandra.multiply.com/journal/item/124/Crafting_Batik_Pouch_and_Scrunchies" target="_blank">postingan blognya ini</a>, beliau mengolah batik menjadi wadah aksesoris mungil dan ikat rambut elastis yang cantik.</p>
<p>Batik pun dapat dipergunakan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar. Bukan hanya terkait sejarah dan aktivitas membatik yang belakangan dijadikan ekstrakurikuler di sejumlah sekolah. Berdasarkan gambar batik yang ada, contohnya pola batik dongeng, guru bahasa Indonesia dapat meminta murid menggunakan imajinasi dan mengarang cerita. Bisa juga dalam mata pelajaran kesenian, murid didorong menggambar bentuk-bentuk lain menurut hikayat yang diketahuinya. Untuk anak yang masih kecil, keragaman pola dan corak batik menjadi salah satu sarana mengenalkan bentuk dan warna pula. Sejenis metode yang senada dengan kartu A-B-C yang sekarang banyak digunakan secara edukatif.</p>
<p>Pernah lihat kalender berhias motif batik? Saya belum. Jika sedang berada di ruang tunggu dokter dan tidak ada buku/majalah yang bisa dibaca untuk mengisi waktu, saya sering melihat-lihat kalender yang tergantung di dinding. Umumnya berhiaskan kalimat motivasi dengan tampilan gambar yang mirip presentasi Power Point atau Clip Art. Memang ini bermanfaat, seperti halnya poster-poster mengandung pesan kesehatan di ruang tunggu tersebut. Guna menciptakan alternatif menghilangkan jenuh, apalagi jika pasien mendapat giliran yang mengharuskan menunggu sangat lama, salah satunya adalah corak batik. Yang kalem-kalem dan tidak membuat pusing, cocok dipandangi orang yang sedang tidak enak badan. Sebenarnya bagi saya, salah satu yang membuat tegang di tempat praktik dokter adalah cat putih dan jas putih yang dikenakan tenaga medis. Namun sangat sukar, bahkan hampir mustahil, membayangkan dokter di negara kita ini mengenakan jas berwarna lain. Apalagi bermotif.</p>
<p>Di era teknologi, blog bukan lagi barang asing. Memanjakan mata bisa dengan memakai <em>background</em> batik atau tepi-tepinya saja agar lebih ramah pengguna, mengingat koneksi internet kadang-kadang lambat. Cara lain, menggunakan pernik batik itu sebagai pemanis <em>header</em>. Saya membayangkan uniknya theme komputer, baik desktop maupun laptop/netbook dan perangkat lainnya, yang bernapaskan batik. Katakanlah kursor <em>mouse</em>-nya berbentuk canting, pesan <em>error</em>-nya menghasilkan nada gamelan, dan <em>wallpaper</em>-nya dari aneka batik yang disusun menjadi kolase. Apalagi sekarang ini sarung laptop bermotif batik dan ransel batik mulai disukai anak-anak muda, pertanda batik makin berterima di segala kalangan dan lapisan masyarakat kita.</p>
<p>Salah satu fitur sebuah akun e-mail gratis, versi webnya, memungkinkan kita mengganti-ganti <em>template</em>. Saya sendiri baru melakukannya belum lama ini, terkait koneksi yang jarang bersahabat. Di situlah lahan &#8220;promosi&#8221; motif batik, yang dibuat jarang dan tidak rapat gambarnya, sehingga tidak tumpang tindih dengan deretan isi e-mail.</p>
<p>Tikar tergolong perlengkapan rumah yang saya sukai, terkait kepraktisan dan nilai bersahaja yang ada di dalamnya. Boleh dikatakan, saya cenderung &#8220;ndeso&#8221; karena lebih akrab dengan tikar ketimbang karpet. Menyangkut permadani, bila ada karpet Persia, bukankah menarik juga jika ada karpet batik dari Indonesia?:)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batikindonesia.com/88/518/aneka-perwajahan-batik-kontemporer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gambar Batik yang Universal</title>
		<link>http://batikindonesia.com/88/508/gambar-batik-yang-universal/</link>
		<comments>http://batikindonesia.com/88/508/gambar-batik-yang-universal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2012 09:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batikindonesia.com/88/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang saya kagumi dari gambar atau pola batik, hasilnya sedemikian rupa indah sehingga pria pun bisa mengenakannya tanpa merasa &#8220;risi&#8221;. Lihat saja foto di bawah ini, bahan seragam keluarga untuk pernikahan keponakan kami dua bulan lagi. Bahan satu ini diperuntukkan yang pria, termasuk suami saya. Jika diamat-amati, polanya jelas mengandung bunga tapi sama [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Satu hal yang saya kagumi dari gambar atau pola batik, hasilnya sedemikian rupa indah sehingga pria pun bisa mengenakannya tanpa merasa &#8220;risi&#8221;. Lihat saja foto di bawah ini, bahan seragam keluarga untuk pernikahan keponakan kami dua bulan lagi.</p>
<p><a href="http://batikindonesia.com/88/wp-content/uploads/2012/05/Basut.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-509" src="http://batikindonesia.com/88/wp-content/uploads/2012/05/Basut-400x300.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Bahan satu ini diperuntukkan yang pria, termasuk suami saya. Jika diamat-amati, polanya jelas mengandung bunga tapi sama sekali tidak terlihat feminin. Bahkan berwibawa dikenakan oleh pria, ditambah warna cokelatnya yang tegas dan anggun. Permainan warna &#8220;kalem&#8221; yang menjurus gelap, keperakan dan warna merah redup membuat motif kain tersebut tetap gagah untuk busana lelaki.</p>
<p>Batik memang serupa lukisan, hasil karya seni yang memadukan ketelitian, kerja keras dan cinta selain tentunya kreativitas dan inspirasi yang bisa dijemput dari sana-sini. Masih bicara mengenai busana resmi pria, saya menjenguk lagi perihal gambar bunga di seragam pada kesempatan lain. Ini pun dikenakan oleh suami.</p>
<p><a href="http://batikindonesia.com/88/wp-content/uploads/2012/05/Batik.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-510" src="http://batikindonesia.com/88/wp-content/uploads/2012/05/Batik-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Dibandingkan yang sebelumnya, baju batik ini lebih ramai didominasi bentuk bunga. Warnanya pun kuning, tapi dengan kecerdikan perajin/perancang tidak jatuh &#8220;kewanita-wanitaan&#8221;. Kuningnya &#8220;dimatikan&#8221; oleh warna dasar yang gelap, kontras namun tetap enak dipandang. Sulur-sulur tanaman merambat yang berbunga pada pola itu menciptakan suasana tumbuh subur dan berkembang yang memang pas dengan suasana kehidupan pengantin. Membuka lembaran baru, bukan hanya bagi kedua mempelai yang memperoleh pasangan, tetapi juga keluarga yang semakin besar. Ibarat pohon yang terus tumbuh bersemi.</p>
<p>Walaupun demikian, tidak berarti motif tersebut mutlak &#8220;milik&#8221; kaum lelaki. Kombinasi bunga dan warna gelap itu tetap cocok untuk diolah menjadi busana wanita, termasuk saya yang pada dasarnya memfavoritkan warna-warna seperti demikian.</p>
<p>Saya teringat pengalaman belum lama ini di Cilacap, kota yang dikenal dengan slogan Cilacap Bercahaya. Sebagai bagian wilayah Jawa Tengah, bahkan merupakan salah satu kabupaten terbesar, Cilacap pun tidak luput dari perkembangan karya seni batik. Saya gembira sekali mendapati busana batik seperti dalam foto di bawah ini, sebab dominan warnanya adalah abu-abu. Menurut saya warna dasar seperti itu cukup jarang dibandingkan cokelat atau sogan.</p>
<p><a href="http://batikindonesia.com/88/wp-content/uploads/2012/05/pekalongan.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-511" src="http://batikindonesia.com/88/wp-content/uploads/2012/05/pekalongan-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Ternyata ini merupakan batik Pekalongan. Hanya saja motifnya sudah hasil kombinasi. Pola parang dengan garis-garis khas menjadikan busana ini terlihat resmi, padahal karena bahannya yang sejuk, saya mengenakan dalam perjalanan ke luar kota. Mungkin karena terkesan seperti &#8220;busana ke undangan&#8221; itu, sepanjang perjalanan saya terus dipanggil &#8220;Ibu&#8221;. Tapi toh usia saya sudah pantas sekali dipanggil demikian, dan saya pikir motif ini menghasilkan aura berwibawa tersendiri. Bandingkan dengan yang lebih ceria seperti bunga yang dipadukan warna cerah-cerah <a href="http://batikindonesia.com/batik/images/23627" target="_blank">di san</a>a atau <a href="http://batikindonesia.com/batik/images/22349" target="_blank">di situ</a>.</p>
<p>Apakah motif yang dihasilkan harus selalu bernada &#8220;serius&#8221; atau berat? Tentu saja tidak. Mari kita lihat batik Tasikmalaya yang <a href="http://batikindonesia.com/batik/images/21375" target="_blank">ini</a> dan <a href="http://batikindonesia.com/batik/images/21387" target="_blank">itu</a>. Mungkin terkesan kurang &#8220;batik&#8221; dalam arti tidak seperti kebanyakan gambar yang kita kenal, tapi ini suatu terobosan sehingga batik dapat dipakai di kesempatan santai. Bisa dibuat baju rumah (bukan hanya daster), jalan-jalan, atau baju anak. Hitam yang menjadi dasarnya tidak menciptakan &#8220;perintang&#8221; sehingga kesan ceria tetap tertangkap dari pola tersebut.</p>
<p>Kembali pada masalah warna yang berperan penting untuk menonjolkan seni batik, terkhusus polanya, saya dibuat kagum lagi. Dalam perbatikan dan kombinasinya, tidak ada istilah &#8220;tabrak warna yang gagal&#8221; atau bahasa gaulnya semasa saya masih remaja, &#8220;cacat mode&#8221;. Perhatikan saja foto di bawah ini.</p>
<p><a href="http://batikindonesia.com/88/wp-content/uploads/2012/05/bubeti_euis.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-512" src="http://batikindonesia.com/88/wp-content/uploads/2012/05/bubeti_euis-449x300.jpg" alt="" width="449" height="300" /></a></p>
<p>Merah dan cokelat kekuningan sebenarnya tidak terlalu &#8220;dekat&#8221;, tetapi batik menjadikannya pas dan enak dipandang. Bahkan motif kain dan selendang batik yang terkesan &#8220;kaku&#8221;, toh ini pesta pernikahan, mendukung busana merah menyala yang dikenakan kedua tamu dalam hari bersejarah kakak saya sekitar empat tahun yang lalu.</p>
<p><a href="http://batikindonesia.com/88/wp-content/uploads/2012/05/dtg5.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-513" src="http://batikindonesia.com/88/wp-content/uploads/2012/05/dtg5-449x300.jpg" alt="" width="449" height="300" /></a></p>
<p>Demikian pula biru dan cokelat, seperti dikenakan Ua (Pakde) saya yang menggantikan almarhum Bapak ketika sungkem pengantin. Biru yang muda dan polos diberi corak batik yang kalem dan formal. Busana senada dikenakan oleh kedua besan. Secara psikologis, biru menyejukkan. Motif parang pada batik di kopiah, sejenis selendang dan sarung yang dililitkan ke tubuh para pagar bagus tampak sederhana, namun saya yakin butuh kesabaran tinggi untuk mengerjakannya.</p>
<p><a href="http://batikindonesia.com/88/wp-content/uploads/2012/05/huaplingkung.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-514" src="http://batikindonesia.com/88/wp-content/uploads/2012/05/huaplingkung-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p>Namun ketika melihat foto kedua kakak ini, saya baru sadar akan kejelian mereka memilih motif kain yang dipakai waktu itu. Putih memang warna wajib pengantin, tapi batik yang berwarna biru muda kombinasi putih sangat pas untuk kakak yang sama-sama merupakan anggota TNI Angkatan Laut. Gambarnya memang bukan ikan, teripang, atau makhluk penghuni laut lain yang khas pola batik pesisir, tapi bebungaan yang cocok dalam pernikahan. Biru dan putih melambangkan warna ombak, buih, burung camar, sehingga tercipta paduan konsep yang indah lagi menyejukkan.</p>
<p>Bagaimanapun, motif-motif resmi yang kadang tampak monoton tapi penuh ketegasan dan memancarkan wibawa tadilah yang menjadi &#8220;seragam wajib&#8221; dalam pernikahan. Ini berlaku utamanya bagi keluarga pengantin, baik pria maupun wanita. Di sinilah permainan warna tadi kembali berkreasi.</p>
<p><a href="http://batikindonesia.com/88/wp-content/uploads/2012/05/rini2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-515" src="http://batikindonesia.com/88/wp-content/uploads/2012/05/rini2-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Dalam foto ini, keponakan saya yang masih SD cocok-cocok saja mengenakan kain batik berwarna cokelat-kuning dengan gambar bunga. Tapi untuk tetap menjaga penampilannya sebagai kanak-kanak, busana atasannya dipilih yang hijau cerah. Hijau crong, kata anak gaul, hijau daun pisang atau istilah saya, hijau Gedebage. Mengapa disebut demikian? Karena hijaunya mirip angkutan umum Gedebage-Stasiun di Bandung yang begitu khas sehingga orang pasti hafal dan tidak bingung mencarinya.</p>
<p>Bunga yang berukuran cukup besar, dibedakan dengan kontrasnya warna kuning cerah itu cukup menarik perhatian saya. Ibarat sisipan dalam pola jalin-menjalin berwarna gelap, saya membayangkan semacam hadiah kejutan yang menyenangkan.</p>
<p>Kebanyakan pola geometris baik kotak, jajaran genjang, segitiga, dan banyak mengandung garis membuat saya kian takjub dan mengacungkan jempol entah untuk keberapa kalinya. Mata saya silindris sehingga kesulitan melihat garis yang sejajar. Taruh kata menonton film 3 D saja tidak ada pengaruhnya bagi saya. Menarik garis dengan bantuan mistar pun sering kali dikritik. Pasalnya, saya kira sudah lurus semua tapi ternyata miring. Alangkah gawatnya bila saya mengerjakan karya batik, bisa-bisa menghasilkan &#8216;desain baru&#8217; yang bersaing dengan kubisme dan abstrak.</p>
<p>Omong-omong mengenai gambar di kain batik, sekarang sedang tren batik yang dihiasi gambar klub sepakbola, bola, simbol tim terkenal. Memang sejauh ini, setahu saya masih terkait tim sepakbola mancanegara. Tapi ini inspirasi baru untuk menggalakkan dan memperdalam kecintaan pada batik di hati segala kalangan. Dengan demikian konsumen bangga memakainya. Ini tak ubahnya batik dongeng yang dapat menjadi sarana memperkenalkan kearifan lokal, khususnya wayang yang memang dekat sekali dengan batik.</p>
<p>Berhubung saya agak jenuh dengan motif batik yang begitu-begitu lagi pada pesta pernikahan atau acara resmi lainnya, saya membayangkan alangkah serunya jika ada batik motif grup rock terkenal. Katakanlah, untuk zaman saya, Bon Jovi atau Rolling Stones dengan gambar lidah menjulur yang populer itu. Atau The Beatles pun tak apa-apa:))</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batikindonesia.com/88/508/gambar-batik-yang-universal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Motif Batik, Tumpah Ruah di Sebuah Pesta</title>
		<link>http://batikindonesia.com/88/499/motif-batik-tumpah-ruah-di-sebuah-pesta/</link>
		<comments>http://batikindonesia.com/88/499/motif-batik-tumpah-ruah-di-sebuah-pesta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 11:34:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batikindonesia.com/88/?p=499</guid>
		<description><![CDATA[Hari Minggu lalu, saya menghadiri pesta pernikahan salah seorang sepupu dari pihak bapak. Pesta diselenggarakan di sebuah gedung dan dilaksanakan dalam nuansa adat Yogyakarta. Ya, sepupu saya adalah anak dari adik bapak yang notabene berasal dari Yogyakarta. Suasana pesta berlangsung khidmat. Saat saya tiba di lokasi, pengantin dan keluarganya sedang melaksanakan prosesi adat, berjalan menuju [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Minggu lalu, saya menghadiri pesta pernikahan salah seorang sepupu dari pihak bapak. Pesta diselenggarakan di sebuah gedung dan dilaksanakan dalam nuansa adat Yogyakarta. Ya, sepupu saya adalah anak dari adik bapak yang notabene berasal dari Yogyakarta.</p>
<p>Suasana pesta berlangsung khidmat. Saat saya tiba di lokasi, pengantin dan keluarganya sedang melaksanakan prosesi adat, berjalan menuju pelaminan. Para sinden dan alunan musik gamelan mengiringi langkah keluarga yang sedang berbahagia itu.</p>
<p>Ada satu hal yang memanjakan mata saya. Sejauh mata memandang, yang tampak adalah barisan keluarga pengantin dan panitia pesta yang mengenakan batik berwarna cerah.</p>
<p>Ketika iring-iringan pengantin sudah duduk di tempat masing-masing, para tamu dipersilakan menikmati hidangan. Pada saat ini mata saya lebih dimanjakan lagi. Bagaimana tidak? Hampir seluruh undangan yang hadir, mengenakan batik!</p>
<p>Senang sekali berada di tempat yang “banjir” batik. Tengok ke kiri, seorang bapak mengenakan batik berwarna merah. Tengok ke kanan, seorang ibu muda mengenakan kain batik biru nan elegan. Menoleh ke belakang, seorang gadis remaja mengenakan gaun cantik berwarna hijau toska.</p>
<p>Saya pun mengambil kamera saku yang memang sengaja disiapkan dari rumah. Lalu, saya langsung mengambil gambar motif-motif batik pada pakaian para undangan tersebut. Saya tidak peduli kualitas foto. Yang penting, saya bisa mengamati motif-motif dan warna batik lebih lama, nanti setelah acara usai.</p>
<p>Inilah motif-motif batik yang dikenakan oleh para undangan itu:</p>
<p><strong>Garuda Kotak</strong></p>
<p>Motif ini terdapat pada kain yang dikenakan oleh keluarga pengantin. Dasar kain berwarna putih, bermotif kotak-kotak dengan posisi vertikal. Jadi, dari kejauhan, motif kain ini seperti belah ketupat yang berjajar memenuhi seluruh permukaan kain. Pada bagian dalam kotak terdapat corak sayap garuda. Motif sayap pada masing-masing kotak, berbeda ukuran. Sayap-sayap itu berwarna cokelat tua.</p>
<p>Kain digunakan sebagai bawahan, dengan cara dililit. Uniknya, kain ini digunakan oleh kaum pria. Tentu saja cara melilitnya tidak terlalu ketat seperti jika dikenakan oleh kaum wanita. Sehingga, meskipun memakai kain, kaum pria tetap dapat melangkahkan kaki lebar-lebar.</p>
<p><strong>Kawung Hitam Putih</strong></p>
<p>Motif kawung adalah motif yang pertama kali saya kenal sebagai motif batik. Dahulu, motif ini terkesan sangat klasik dan merupakan motif standar pada batik. Kini, saya bisa melihat motif ini di mana saja. Sebab, motif ini diterapkan pada berbagai macam model pakaian, termasuk pakaian pesta.</p>
<p>Pada pesta ini, saya melihat motif kawung dikenakan oleh wanita setengah baya sebagai pakaian atasan. Warna dasarnya putih, dengan motif elips berwarna hitam. Jika dilihat dari jauh, motif ini membentuk sebuah kelopak berbentuk lonjong yang saling berhubungan. Motif ini menyebar di seluruh permukaan batik, sehingga tidak bisa ditentukan bagian ujung atau pangkalnya.</p>
<p><strong>Naga Merah dan Ayam Jago</strong></p>
<p>Model pakaian yang paling banyak dikenakan pada acara itu adalah kemeja batik. Salah satunya berwarna dasar merah cerah. Batik ini tidak memiliki banyak motif. Hanya ada satu motif naga berukuran besar yang tampak dominan.</p>
<p>Gambar kepala naga berada di bagian dada kanan dan tubuhnya memanjang ke kemeja bagian perut menuju pinggang kiri, lalu melingkar ke kemeja bagian belakang. Motif naga ini berakhir dengan gambar ekor yang berada di bagian punggung atas sebelah kanan. Gambar naga tersebut terlihat seperti melilit tubuh pemakainya. Bila kemeja ini dibentangkan, naga akan tampak  utuh dari kepala hingga ekor.</p>
<p>Meskipun hanya ada satu motif dominan, batik ini tidak terlihat sepi. Sebab, terdapat motif ayam jago dalam ukuran kecil yang tersebar di seluruh permukaan batik.</p>
<p><strong>Sawat Cokelat</strong></p>
<p>Kemeja batik yang dikenakan oleh seorang laki-laki berbadan tinggi ini tidak terlalu mencolok. Warna dasarnya cokelat muda. Motifnya kecil-kecil dan banyak. Motif yang paling besar berupa gambar yang bentuknya seperti sisir. Bagian atasnya terdapat gambar beberapa helai daun yang menempel pada sisir tersebut. Gambar ini menyebar di seluruh kemeja.</p>
<p>Selain itu, terdapat gambar helaian-helaian daun dengan ukuran yang lebih kecil dari gambar sisir. Lalu, ada gambar berbentuk ulat kecil yang juga menyebar pada seluruh kemeja. Juga, terdapat motif-motif seperti telur ikan sebagai dasar, yang menutupi permukaan kemeja.</p>
<p>Seluruh motif pada batik ini berwarna cokelat tua. Inilah motif batik yang terkenal sebagai motif sawat pengantin.</p>
<p><strong>Sayap Burung Hijau Tua</strong></p>
<p>Kemeja batik yang satu ini langsung menarik perhatian saya karena warna dan motifnya yang menarik perhatian. Warna dasar dari kemeja batik ini adalah hijau muda. Motifnya berupa gambar sayap yang terbentang, berukuran sebesar telapak tangan orang dewasa. Sayap-sayap ini berwarna hijau tua dan saling berpasangan.</p>
<p>Dari jauh, motif sayap pada batik ini dapat terlihat jelas. Jarak antara sayap yang satu dengan yang lain memang agak berjauhan, tetapi terdapat pada seluruh kemeja. Menurut saya, motif ini cocok untuk pemakainya karena ia berbadan agak besar.</p>
<p><strong>Gunungan Dalam Segitiga</strong></p>
<p>Motif batik benar-benar kaya ragam. Maestro batik seperti tidak pernah kehabisan ide dalam menciptakan motif. Kemeja yang satu ini buktinya.</p>
<p>Kemeja batik ini tampak berbeda dari yang lain. Warna dasarnya putih. Motifnya berupa garis. Garis-garis tersebut menyatu secara horizontal dan membentuk barisan segitiga. Motif ini memenuhi kemeja, dari bagian atas hingga bagian bawah.</p>
<p>Segitiga-segitiga berwarna cokelat muda yang berbaris itu tidak tampil kosong melompong. Di bagian dalamnya terdapat motif gunungan wayang berwarna keemasan. Motif gunungan ini tampak menonjol dan warna emasnya membuat kemeja batik menjadi lebih istimewa</p>
<p><strong>Hati dan Parang</strong></p>
<p>Mungkin, inilah perpaduan motif batik yang tak biasa. Motif parang pada kemeja ini tampak seperti motif parang pada umumnya. Klasik dan berwarna cokelat tua. Namun, motif parang menjadi tidak terlalu klasik ketika disandingkan dengan motif hati.</p>
<p>Dengan adanya motif berbentuk hati, kemeja batik ini menjadi lain daripada yan lain. Sebab, motif ini bukan motif asli batik. Apalagi, motif parang yang selama ini identik dengan warna cokelat atau biru tua, kini hadir dengan warna merah muda.</p>
<p>Motif hati pada kemeja batik ini tampak dominan. Motifnya tersebar di seluruh permukaan dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Sementara, motif parang menjadi motif latar dan menghiasi seluruh permukaan batik dengan jarak yang rapat.</p>
<p><strong>Bambu Cokelat</strong></p>
<p>Motif rumpun bambu ini hadir pada rok batik yang dikenakan seorang ibu muda. Warna dasar rok adalah krem. Di bagian bawahnya dihias dengan rumpun bambu berwarna cokelat tua, dari bagian depan hingga bagian belakang rok. Saat diamati, bentuk motif-motif rumpun bambu itu tidak ada yang sama.</p>
<p><strong>Kembang Sepatu Keunguan</strong></p>
<p>Jika dahulu kaum laki-laki tampak aneh saat mengenakan pakaian berwarna merah muda, kini tidak lagi. Permainan tabrak warna sudah lama terjadi. Kaum laki-laki tak tabu lagi mengenakan pakaian berwarna khas wanita.</p>
<p>Kemeja batik berwarna merah muda keunguan ini dikenakan oleh seorang laki-laki dewasa. Warna dasarnya adalah merah muda dan di sekitarnya dihiasi dengan motif kembang sepatu berwarna keunguan. Selain kembang sepatu, ada juga hiasanya helaian-helaian daun dengan warna senada</p>
<p><strong>Matahari Oranye</strong></p>
<p>Motif matahari muncul dalam baju batik yang dikenakan oleh seorang ibu berkerudung. Baju batik lengan panjang itu berwarna dasar putih. Motif yang menghias berupa bulatan-bulatan seperti matahari berwarna oranye terang. Motif matahari itu tersebar di seluruh permukaan baju.</p>
<p>Pada motif-motif matahari itu terdapat motif pendar cahaya berupa garis-garis berwarna cokelat tua. Garis-garis ini saling menghubungkan antara gambar matahari yang satu dengan yang lain. Meskipun berwarna oranye, batik yang dikenakan oleh ibu berkerudung ini tidak tampat terlalu mencolok.</p>
<p>Itulah sebagian motif batik yang saya jumpai pada sebuah pesta pernikahan. Hari itu, batik seakan tumpah ruah. Uniknya, tidak ada satu orang pun yang mengenakan batik dengan motif atau warna yang sama persis.Tentu saja masih banyak motif lain yang tak mungkin saya sebutkan satu per satu. Karena, motif batik memang sangat kaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batikindonesia.com/88/499/motif-batik-tumpah-ruah-di-sebuah-pesta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aneka Baju Batik Untuk Muslimah</title>
		<link>http://batikindonesia.com/88/497/aneka-baju-batik-untuk-muslimah/</link>
		<comments>http://batikindonesia.com/88/497/aneka-baju-batik-untuk-muslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 00:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batikindonesia.com/88/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Sejak mengenakan busana muslimah, mau tak mau saya lebih sering menyambangi konter pakaian muslimah di gerai tertentu atau toko yang khusus menjual pernak-pernik perlengkapan muslim dan muslimah. Namun seiring perkembangan mode dan perubahan fisik yang saya alami, pilihan di toko menjadi lebih terbatas. Toko khusus busana muslim tidak selalu menyediakan apa yang saya butuhkan, sebab [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak mengenakan busana muslimah, mau tak mau saya lebih sering menyambangi konter pakaian muslimah di gerai tertentu atau toko yang khusus menjual pernak-pernik perlengkapan muslim dan muslimah. Namun seiring perkembangan mode dan perubahan fisik yang saya alami, pilihan di toko menjadi lebih terbatas. Toko khusus busana muslim tidak selalu menyediakan apa yang saya butuhkan, sebab kadang-kadang model dan motifnya terlalu &#8220;resmi&#8221; untuk dikenakan sehari-hari. Untuk yang satu ini, saya lebih kerap mendatangi konter pakaian hamil karena ukurannya lebih nyaman.</p>
<p>Jadi bagaimana dong, menyiasatinya? Menjahit sendiri (maksudnya memesan ke penjahit langganan). Kendati tidak selalu persis, pilihan ini menjadikan muslimah lebih bebas berkreasi sesuai harapan dan kebutuhan, lebih-lebih menyangkut model dan ukuran. Bahannya juga bisa didiskusikan bersama. Batik yang rata-rata sejuk di badan adalah salah satu opsi yang bisa digunakan. Apa saja modelnya? Ini yang terpikir oleh saya.</p>
<p>Busana A-line</p>
<p>Ini sebutan untuk gaun/blus/rok yang siluetnya menyerupai huruf A. Sempit di bagian atas, melebar ke bawah. Bagian atasnya yang menyempit bisa ditutupi dengan kerudung yang panjang.</p>
<p>Abaya</p>
<p>Model ini memang identik dengan busana wanita Arab yang umumnya berwarna hitam. Cuaca di daerah tropis membuat kita tidak perlu menjadikan abaya sebagai pelapis atau baju luar, kecuali untuk dikenakan malam hari. Yang penting bahannya tidak menerawang.</p>
<p>Baby Doll</p>
<p>Baju yang cocok sekali untuk wanita hamil, walaupun yang tidak sedang mengandung pun bisa memakainya karena sangat feminin. Baby doll adalah blus bersiluet longgar dengan garis pinggang naik hingga bawah dada, diambil dari model baju tidur pendek dan ringan. Seandainya baby doll-mu polos sekalipun, cocok dikenakan dengan bawahan kain batik untuk acara resmi.</p>
<p>Baju kurung</p>
<p>Model baju yang kebanyakan dipakai wanita Sumatra dan Maluku. Biasanya dipadukan dengan kain atau sarung, baik batik maupun tenunan. Baju kurung adalah baju tradisional berupa atasan panjang mirip tunik. Potongannya longgar, lengannya panjang, lubang lehernya bulat dengan belahan kecil. Baju kurung dan kain batik menghasilkan penampilan yang anggun dan sederhana.</p>
<p>Blouson</p>
<p>Ini istilah Prancis untuk blus. Blouson adalah atasan yang diberi kerutan di pinggang atau bawah pinggang, agar terkesan lebih berisi. Karena rata-rata blouson berlengan pendek atau tidak menutup pinggang, model ini bisa dijadikan pelapis dalam blazer ketika kamu bekerja.</p>
<p>Bolero</p>
<p>Ini model jas pendek sepinggang, terbuka di bagian depan. Bolero merupakan aksen yang manis pada kesempatan semiformal sampai acara-acara resmi. Pilih motif batik berwarna ceria seperti batik Tasik atau Priangan lainnya, dikontraskan dengan blus dan celana panjang atau gaun terusan yang gelap polos.</p>
<p>Cape</p>
<p>Baju luar yang longgar, tanpa lengan, jatuh dari leher menutupi bahu. Tentu saja untuk muslimah yang cocok adalah model panjang. Biasanya diberi lubang di samping untuk keluarnya lengan. Bila dibuat dari kain batik dengan motif warna cerah, selain nyaman untuk berjalan-jalan, bisa dikenakan di waktu santai. Dalamannya bisa berupa blus tangan panjang polos yang tidak terlalu tebal. Padukan dengan celana panjang.</p>
<p>Cheongsam</p>
<p>Ini model yang paling saya suka tiap kali menjahit baju. Ada yang menyebutnya baju kerah Shanghai/Chiang I karena lehernya tinggi. Gaun terusan gaya Cina ini bisa kamu modifikasi agar sesuai untuk muslimah, dibuat tidak ketat di tubuh. Belahan sampingnya disiasati dengan bawahan rok atau celana panjang yang lurus. Hasilnya adalah perpaduan budaya Cina dan Indonesia yang menawan.</p>
<p>Rok Flare</p>
<p>Potongan rok yang bagian atasnya lurus, sedangkan bagian bawahnya melebar.</p>
<p>Hood</p>
<p>Belakangan ini, busana yang dilengkapi hood atau tudung kepala yang menempel tersebut dikenal juga dengan istilah hoodie. Memudahkan bagi kamu karena tinggal membenahi dan mengenakan dalaman kerudung yang nyaman. Hanya saja busana model ini lebih cocok untuk kesempatan santai atau jalan-jalan, bukan acara resmi.</p>
<p>Jas</p>
<p>Kalau ada bolero dari batik, mengapa tidak memakai jas dari batik? Jika diperuntukkan bekerja dan acara resmi lainnya, pilih motif yang tidak ramai dan warnanya kalem. Agar terkesan lebih serius namun &#8220;bersih&#8221;, bisa juga kamu pilih motif batik yang warna dasarnya putih. Tetap rapi, santun, dan enak dipakai.</p>
<p>Jas Nehru</p>
<p>Diambil dari nama Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru yang sering mengenakannya. Jas ini model tutup, berkancing sederet di depan, berkerah tegak, berpotongan agak pas di badan dengan kupnat vertikal dari bahu hingga keliman.</p>
<p>Blus dengan <em>juliette sleeves</em></p>
<p>Seperti apa <em>juliette sleeves</em> itu? Lengannya panjang, menggembung di pangkal lengan, mengetat hingga pergelangan. Namanya diambil dari tokoh Juliet, kekasih Romeo dalam karya Shakespeare yang pasti sudah kamu dengar. Gaya yang feminin sekaligus cocok untuk menghadiri pesta.</p>
<p>Jumpsuit</p>
<p>Di Indonesia, ini disebut celana montir. Bentuknya celana terusan yang menyatu dengan bagian badan atas. Saya bayangkan, nyaman sekali untuk dipakai bersantai di rumah.</p>
<p>Kamisol</p>
<p>Panjangnya sepinggang, bertali bahu, pendek tanpa lengan. Dalaman seperti ini, jika dibuat dari model batik, pasti enak dipakai guna melapisi sweter atau kardigan yang biasanya terbuat dari rajutan. Dengan demikian, kamu tidak kegerahan.</p>
<p>Kebaya</p>
<p>Rata-rata kebaya yang saya temukan, baik kebaya Belanda, kebaya Cina, kebaya Kartini, kebaya Kutubaru, semuanya pas badan dan hanya sebatas pinggang. Belakangan ini model kebaya yang dasar mulai berubah. Kendati bukaannya tetap, bagian bawahnya memanjang di kiri-kanan. Inilah yang cocok dikenakan kamu yang berbusana muslimah. Bahan batik yang sejuk membuat kamu leluasa bergerak dan tidak takut mudah berkeringat. Bisa menghasilkan gaya kebaya modern dengan paduan celana panjang polos atau feminin kontemporer dengan kombinasi rok panjang.</p>
<p>Kemeja</p>
<p>Siapa bilang hanya pria yang boleh memakai kemeja batik? Baik untuk gaya santai sehari-hari maupun rapat yang resmi, kamu bisa mengenakan kemeja batik pula. Tinggal sesuaikan motif dan warnanya, dipertegas kefemininannya dengan aksen renda, lengan berkerut, dan bentuk kancing yang unik. Perlu diperhatikan jarak antar kancing agar tidak terlalu jauh sehingga tubuh tetap tertutup dengan baik.</p>
<p>Blus berkerah pita</p>
<p>Kerahnya panjang melingkari leher, kedua ujungnya dibentuk menjadi pita di depan. Penampilan kamu akan terlihat anggun dan feminin.</p>
<p>Busana berlengan kelelawar</p>
<p>Ketika tulisan ini dibuat, model lengan yang juga disebut <em>batwing sleeves</em> ini sedang tren. Lengannya panjang, lubang lengan dalam hingga mendekati pinggang dan menyempit di pergelangan. Hampir mirip cape yang sudah dijelaskan di atas. Bisa diberi dalaman kaus dan cocok dengan kerudung polos.</p>
<p>Blus lengan lonceng</p>
<p>Lengannya sempit di atas, melebar ke bawah mirip lonceng.</p>
<p>Blus berlengan pagoda</p>
<p>Bahasa mudahnya, tumpuk. Gaya feminin yang pantas untuk ke pesta dan motif batiknya cukup yang simpel saja. Ini model lengannya melebar ke bawah, bertingkat-tingkat mirip pagoda.</p>
<p>Gamis</p>
<p>Gaun terusan yang amat dikenal di kalangan muslimah. Meskipun panjangnya sampai mata kaki, biasanya kamu akan lebih nyaman bergerak bila mengenakan celana panjang pas dari bahan kaus sebagai dalaman.</p>
<p>Banyak ya pilihan kreasi busana muslimah dengan bahan batik? Dengan kreativitas, muslimah pun bisa memadukan karya batik ini untuk tampil feminin, gaya, cocok untuk aneke kesempatan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batikindonesia.com/88/497/aneka-baju-batik-untuk-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Motif Batik dari Berbagai Penjuru Pulau Jawa</title>
		<link>http://batikindonesia.com/88/493/motif-batik-dari-berbagai-penjuru-pulau-jawa/</link>
		<comments>http://batikindonesia.com/88/493/motif-batik-dari-berbagai-penjuru-pulau-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 23:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batikindonesia.com/88/?p=493</guid>
		<description><![CDATA[Bicara batik, kita tidak bisa beranjak dari Pulau Jawa. Meski batik berkembang di banyak wilayah Indonesia, mari kita tengok aneka motif di pulau ini lebih dulu. Batik Priangan Ciri khas batik Priangan adalah warnanya rata-rata cerah. Batik tulis Garut menggambarkan rasa syukur masyarakat atas keindahan alamnya. Keelokan panorama Garut mengundang banyak wisatawan sampai kini, salah [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Bicara batik, kita tidak bisa beranjak dari Pulau Jawa. Meski batik berkembang di banyak wilayah Indonesia, mari kita tengok aneka motif di pulau ini lebih dulu.</p>
<p><strong>Batik Priangan</strong></p>
<p>Ciri khas batik Priangan adalah warnanya rata-rata cerah.</p>
<p>Batik tulis Garut menggambarkan rasa syukur masyarakat atas keindahan alamnya. Keelokan panorama Garut mengundang banyak wisatawan sampai kini, salah satunya yang tersohor adalah Kampung Sampireun.</p>
<p>Pada tahun 1945 lahirlah istilah Batik Garutan, yang mencapai puncak popularitas sekitar pertengahan tahun 1960-an dan 1980-an. Coraknya tegas, warnanya kekuningan, dikenal dengan sebutan <em>gumading</em>. Gumading dianggap sebagai ciri khas batik Ciamis dan Tasikmalaya. Sebenarnya batik-batik itu, juga batik Garut, terinspirasi warna latar batik Banyumas yakni gading. Warnanya lebih muda daripada batik Solo. Namun warna asli batik Banyumasan adalah cokelat dan hitam.</p>
<p>Batik Tasik dan batik Garutan tidak terlalu mencolok perbedaannya. Secara berangsur-angsur, batik Priangan saling memengaruhi. Motif flora dan fauna yang mendominasi disebabkan penduduk Priangan (khususnya di Timur) mencari nafkah sebagai petani. Inspirasi ini bertahan walaupun sekarang pertanian mulai tergusur oleh maraknya pemukiman.</p>
<p>Tetapi meski sama-sama dari Tasik, batik Tasik dan batik Sukaraja (20 kilometer dari pusat kota santri tersebut) tidak persis. Batik Sukapura berwarna merah marun, putih, hitam, dan gading sedangkan batik Tasik lebih berani. Konon warna yang terang itu mencerminkan perangai orang Sunda yang periang.</p>
<p><strong>Batik Cirebon</strong></p>
<p>Dahulu, batik Cirebon termasuk bagian perjalanan Kerajaan Kasepuhan dan Kerajaan Kalitan. Ragam hiasnya simbolis dan mencerminkan dampak kebudayaan Hindu Jawa. Dominasi warna putih, biru, dan cokelat terlihat pada warna dasar yang menjadi kekhasan batik keraton Cirebon.</p>
<p>Selain merupakan salah satu kota Islam tertua di Jawa, Cirebon adalah pusat persinggahan kapal-kapal dari Laut Cina Selatan dan Samudra Hindia. Wajar saja apabila corak batiknya dipengaruhi kombinasi motif Cina, Eropa, Arab, Hindu, di samping Cirebon.</p>
<p>Salah satu contoh yang menampakkan perpaduan pengaruh itu adalah kain panjang bangbangan koleksi Hartono Sumarsono. Badannya berupa burung hong, kepalanya pucuk rebung. Dalam kultur Cina, burung hong mencerminkan sifat <em>yin</em>, kelembutan dan keanggunan, sementara budaya Jawa kuno memandang burung tersebut sebagai penolak bala.</p>
<p>Alam sekitarlah yang menjadi sumber ilham para pembatik Cirebon, sebut saja terumbu karang pada motif Sunyaragi. Sunyaragi adalah nama cagar budaya dan di dalamnya terdapat bangunan mirip candi. Ada juga motif dari lingkungan keraton semisal Kereta Singa Barong, Naga Seba, ayam alas, dan wadas. Lainnya ialah aneka corak bernuansa laut, di antaranya ikan, udang, rumput laut dan kapal keruk. Menilik ragam motifnya ini, saya pikir batik Cirebon senada dengan misi menyelamatkan lingkungan hidup dan bumi kita yang mulai terancam pemanasan global. Di satu sisi mengundang turis berdatangan ke kawasan wisata sehingga menjadi promosi yang dapat meningkatkan pendapatan daerah dan mungkin juga makin mempopulerkan karya batiknya. Tapi di sisi lain, perlu pemantauan agar cagar tersebut tidak rusak dan batik ini bisa menjadi semacam perantara untuk mengampanyekan kesadaran lingkungan.</p>
<p>Yang paling diingat orang sekaligus dijadikan lambang kota tersebut adalah motif awan Mega Mendung. Bentuknya mirip awan bergumpal-gumpal. Ini merepresentasikan awan sebagai pembawa hujan dan mendatangkan kesuburan. Jadi Mega Mendung bukan hanya kawasan di sekitar Puncak daerah Bogor. Mengenal motif satu ini membuat saya sadar, tidak boleh panik atau mengomel jika melihat awan mendung. Turunnya hujan adalah berkah, karena bagaimanapun banyak makhluk hidup membutuhkan air, bukan?</p>
<p>Sanggar batik Pak Katura di Trusmi, wilayah Plered, membagi corak batik Cirebon menjadi lima: wadasan (keraton), geometris yang didesain dengan bantuan penggaris, byur dengan bunga dan daun-daunan mengitari ornamen utama, semarangan yakni penataan dengan ornamen sama, dan pangkaan yaitu lukisan pohon dan bunga-bunga secara lengkap, kadang disertai burung atau kupu-kupu di atasnya.</p>
<p><strong>Batik Indramayu</strong></p>
<p>Ciri khas batik Dermayon, demikian sebutan lain batik Indramayu, ialah gambar datar flora dan fauna. Mata pencaharian penduduk kota ini adalah nelayan dan hal tersebut memengaruhi ragam hias batiknya dengan jelas. Selain itu, kebudayaan Cina, seni dan kepercayaan Hindu berperan dalam bentuk-bentuk yang tampak sampai sekarang. Sifatnya cenderung dinamis dan bermacam-macam. Tidak mengherankan, kebanyakan produk seni budaya merupakan bagian akulturasi dan asimilasi atau perbauran budaya yang berlainan.</p>
<p>Motif Banji Tepak salah satu yang dihasilkan di Indramayu. Secara umum, banji sendiri adalah simbol keadilan dan kemakmuran. Banji Tepak terdiri dari 38 submotif, di antaranya semen, kembang gempol, dan sawat suri. Tepak adalah kotak untuk menyimpan perhiasan dan diletakkan di bagian dalam tembok, di bawah ubin tepatnya, dalam kondisi terkunci.</p>
<p>Motif Obar-abir berbentuk dasar segitiga. Terinspirasi peristiwa ombak besar disertai angin kencang. Para pelaut menyelamatkan diri dan terdampar di Pantai Tirtamaya.</p>
<p>Pada kain bermotif Perang Teja<strong>, </strong>yang tergambar adalah kisah peperangan rakyat Indramayu dengan serdadu Belanda sepanjang tepi kali Cimanuk. Wah, lagi-lagi saya baru tahu. Di Bandung juga ada Jalan Cimanuk.</p>
<p>Ada lagi motif Srintil. Srintil adalah sejenis burung yang hidup dan beterbangan di kawasan pantai Indramayu. Sering kali burung Srintil tersangkut jala nelayan.</p>
<p>Kapal Kandas pun bisa menjadi motif kain batik dengan latar belakang kisah yang mengharukan.  Konon suatu hari di desa Paoman, seorang istri nelayan menunggu suaminya yang melaut berbulan-bulan dan tak kunjung pulang. Muncullah bayangan perahu yang terdampar di karang. Gambar ini merupakan harapan akan keselamatan serta keberhasilan membawa ikan yang besar-besar.</p>
<p>Ada lagi motif Jendral Pesta,  dahulu dikenakan oleh Gubernur Hindia Belanda ketika  menghadiri pesta penobatan Ratu Wilhelmina.</p>
<p>Selain itu, ada motif Puyong<strong>.  </strong>Puyong adalah burung berparuh besar dan berleher panjang yang bentuknya menyerupai merpati. Burung ini hidup bebas di hutan, kebanyakan di Pulau Nila. Konon di pulau tersebut, para nelayan asal Paoman kerap bersembunyi.</p>
<p><strong>Batik Banten</strong></p>
<p>Pelbagai macam motif dan corak batik Banten sudah didaftarkan secara resmi di lembaga hak intelektual tertinggi Indonesia. Sumber desain yang serba indah itu adalah benda-benda kuno dari Kesultanan Banten.</p>
<p>Motif Datulaya yang paling terkenal dan disebut-sebut sebagai ciri khas batik Banten.  Datulaya berarti tempat tinggal pangeran. Dasarnya belah ketupat berbentuk bunga, dan lingkaran yang dibingkai sulur-sulur daun. Warna dasarnya biru, divariasikan dengan sulur daun abu dan dasar kainnya berwarna kuning.</p>
<p>Pangeran yang dimaksud adalah Sultan Hasanuddin. Motifnya diambil dari ruang keluarga kesultanan tersebut.</p>
<p>Warna batik Banten sangat meriah. Itu merupakan hasil perpaduan warna-warna pastel yang ceria namun lembut. Warna ini konon sulit ditiru perajin batik dari daerah lain karena menggunakan air Banten asli yang kabarnya menguatkan warna.</p>
<p>Kombinasi warna ini juga dipengaruhi tanah. Ketika dicelup, warna-warna terang tadi berubah menjadi nuansa pastel yang lebih kalem. Warna-warna tersebut mencerminkan  karakter orang Banten yang bersemangat, ekspresif tetapi rendah hati.</p>
<p>Semangat kesultanan dan sejarah semakin terlihat pada nama-nama motif batik Banten kebanyakan. Ada Sabakingking (dari gelar Sultan Hasanuddin), Kawangsan (ada hubungannya dengan Pangeran Wangsa), Kapurban (ada kaitan dengan gelar Pangeran Purba), serta Mandalikan (berhubungan dengan Pangeran Mandalika). Ada lagi motif Srimanganti yaitu tempat raja bertatap muka dengan rakyat dan motif Surosowan, yaitu ibukota kesultanan Banten. Semuanya merupakan ragam hias dari karya seni abad ke-17 yang dibangkitkan kembali.</p>
<p><strong>Batik Solo</strong></p>
<p>Solo adalah daerah &#8220;wajib&#8221; disorot apabila kita membahas batik di Pulau Jawa atau batik secara keseluruhan. Salah satu motifnya adalah Wahyu Tumurun, artinya restu dari Tuhan Yang Maha Esa. Diharapkan berkat datang sehingga pangkat naik, atasan memberikan penghargaan, kehidupan membaik, dan rezeki pun melimpah. Motifnya terbilang simpel, seperti juga Sidomulyo. Sido dalam bahasa Jawa berarti ‘jadi’, sedangkan mulyo berarti mulia. Singkatnya, pola Sidomulyo mengandung harapan untuk memperoleh kebahagiaan dan ketenteraman dari Tuhan.</p>
<p>Untuk perkawinan, ada yang namanya motif Semen Rante. Dalam motif ini, gambar rantai dipadukan dengan bunga kantil. Bunga tersebut terkenal sebagai simbol panjang umur. Biasanya kain batik bermotif Semen Rante dijadikan bingkisan lamaran supaya hubungan kedua calon mempelai semakin erat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batikindonesia.com/88/493/motif-batik-dari-berbagai-penjuru-pulau-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kreasi Batik Untuk Aneka Busana Pesta</title>
		<link>http://batikindonesia.com/88/479/kreasi-batik-untuk-aneka-busana-pesta/</link>
		<comments>http://batikindonesia.com/88/479/kreasi-batik-untuk-aneka-busana-pesta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 01:19:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batikindonesia.com/88/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[Harus diakui, batik terlalu identik dengan seremoni, perayaan, dan acara-acara resmi seperti pesta yang diharapkan sekali seumur hidup. Apa lagi kalau bukan pernikahan. Lebih-lebih di banyak kesempatan, dengan berbagai alasan, akad nikah dan resepsi sering dilangsungkan pada hari yang berbeda. Belum lagi ada yang kemudian mengadakan upacara ngunduh mantu dan sejenisnya. Model Paling Umum Paling [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Harus diakui, batik terlalu identik dengan seremoni, perayaan, dan acara-acara resmi seperti pesta yang diharapkan sekali seumur hidup. Apa lagi kalau bukan pernikahan. Lebih-lebih di banyak kesempatan, dengan berbagai alasan, akad nikah dan resepsi sering dilangsungkan pada hari yang berbeda. Belum lagi ada yang kemudian mengadakan upacara ngunduh mantu dan sejenisnya.</p>
<p><strong>Model Paling Umum</strong></p>
<p>Paling sering, kain batik dikenakan selaku bawahan dalam acara-acara seperti ini. Wanita, mulai dari pengantin selaku ratu sehari sampai panitia dari pihak keluarga besarnya, mengenakan kain tersebut yang berwiru-wiru. Jelas, alas kakinya harus selop atau sandal berhak agak tinggi supaya ujung kain yang menjuntai tidak terinjak. Namun belakangan ini sudah muncul siasat baru, memodifikasi kain tersebut sehingga berbentuk rok lebar yang nyaman dan tidak mengekang gerak. Di samping bawahan, kadang-kadang batik berupa selendang juga melengkapi penampilan. Ini pun membutuhkan teknik tersendiri, misalnya memasang cukup erat dan tidak menjuntai atau merosot sehingga mengganggu ketika bersantap hidangan di tempat pesta.</p>
<p>Untuk para pria juga masih berupa bawahan, hanya saja dililitkan dan dipadukan dengan celana panjang guna mempermudah gerakan. Tanpa bermaksud merendahkan nilainya, busana bawahan jarang menarik perhatian kecuali orang-orang yang memang meminati batik secara menyeluruh baik sejarah maupun seni kerajinannya. Terkait upaya melestarikan karya berharga ini, perlu dipersering memakai batik selaku baju atasan yang lebih &#8220;terlihat jelas&#8221;.</p>
<p><strong>Nyaman Untuk Busana Pengantin</strong></p>
<p>Di hari bersejarah saat naik pelaminan, tentu kamu menginginkan kenyamanan dan terobosan yang kreatif pula. Di kawasan tempat saya bermukim ini cukup banyak jasa rias pengantin yang juga menyewakan busana dan dipajang di etalase-etalase sehingga terlihat dari pinggir jalan. Yang membuat saya heran, mengapa model dan bahannya rata-rata senada? Brokat, renda, atau bahan lain yang mengilat dengan warna mencorong. Terus terang meskipun ketika menikah saya tidak mengadakan pesta, duduk dan berdiri beberapa jam dalam ruangan yang penuh tamu cukup membutuhkan tenaga. Belum lagi udara di dalam ruangan tersebut.</p>
<p>Mungkin tidak ada salahnya sekali-sekali memodifikasi busana pengantin dengan konsep yang berbeda. Dengan sanggul dan aneka pernik menghiasi rambut, ditambah riasan wajah, kamu sudah terlihat istimewa di hari yang penting. Akan semakin cantik dengan gaun pengantin bermotif batik. Dalam bayangan saya, perlu ditepiskan persepsi bahwa terusan batik terlalu santai dan identik dengan baju rumahan atau baju tidur. Pilih motif-motif yang cocok untuk pernikahan dan terkesan resmi. Motif yang berderet rapi, simetris dan ukuran gambarnya kecil-kecil sangat pantas dalam kesempatan seperti ini. Garutan Parang Cantel yang berwibawa, Ceplok Purbonegoro, atau Truntum Glebak Kanthil yang mengandung harapan akan keberkahan dalam berumah tangga. Tentu saja senada dengan busana untuk mempelai prianya.</p>
<p>Bila tidak terlalu suka terusan, busana panjang yang dikombinasikan dengan kain polos pun tak kalah eloknya. Diharapkan dengan strategi ini, kamu dan pasanganmu tidak terlalu kegerahan sepanjang acara, tetap menikmati hari besarmu, segar dan rupawan sebagaimana yang disukai para tamu ketika memandang pengantin.</p>
<p><strong>Kreasi Menarik Untuk Panitia dan Penyambut Tamu</strong></p>
<p>Untuk panitia acara pernikahan pun, ini dapat diberlakukan. Berbusana anggun sekaligus dituntut gesit menyambut tamu, tetap rapi, tersenyum sepanjang waktu, adalah keharusan yang tidak mudah. Untuk itu, busana yang enak dipakai dan tidak mengurangi kecantikan adalah jalan keluar yang perlu dipertimbangkan. Karena kebanyakan pagar ayu adalah remaja atau wanita-wanita muda yang belum menikah, motif berwarna cerah menjadi pilihan yang cocok. Di antaranya Jambian yang didominasi merah, Pekalongan Merak Bang Biru Latar Pecah Kopi, Buketan Madura, bahkan motif Kontemporer dari Pekalongan atau Sidoarjo.</p>
<p><strong>Aneka Pilihan Untuk Tetamu</strong></p>
<p>Para tamu undangan diuntungkan karena berpeluang mematut diri lebih leluasa lagi. Santun, bernuansa &#8220;pesta&#8221;, namun ada semacam kode tak tertulis terutama bagi para wanitanya untuk tidak &#8220;menyaingi&#8221; kegemerlapan pengantin wanita. <a href="http://batikindonesia.com/batik/images/18227" target="_blank">Dress batik tulis Kompeni motif Shanghai biru</a> yang simpel ini tetap tampak anggun dan bisa dipadankan dengan celana panjang polos sesuai selera dan kepribadian kamu. Putih untuk memperoleh kesan cerah, biru yang senada, atau bahkan hitam yang elegan.</p>
<p>Kamu suka pakai bolero seperti <a href="http://batikindonesia.com/batik/bolero-batik-cap-motif-bunga-pink-kombinasi-kuning/" target="_blank">ini</a>? Tetap manis dan pantas, lho, untuk dikenakan menghadiri undangan pernikahan. Padukan dengan blus tangan panjang dan celana panjang hitam bila suka, atau gaun terusan polos yang nyaman tetapi tidak menyilaukan. Keuntungan memakai busana berwarna terang seperti bolero tersebut, kamu tidak perlu merias wajah terlalu &#8220;berat&#8221;. Yang penting tidak pucat dan rambut ditata serapi mungkin.</p>
<p>Keuntungan lain mengenakan busana batik adalah tidak diperlukannya perhiasan yang banyak. Jika kamu memakai gaun terusan batik, misalnya, atau tunik di bawah lutut, cukup kenakan gelang atau kalung polos berwarna senada (bahannya bebas) sebagai aksen. Dengan demikian kesan yang muncul tidak kelewat &#8220;ramai&#8221;, tetap anggun dan enak dilihat.</p>
<p>Bagaimana dengan pria? Menghadiri pesta, sekalipun di tempat terbuka, membutuhkan taktik khusus agar tetap nyaman dan tidak kepanasan. Sekarang ini cukup banyak kemeja batik yang bahannya tidak mengilat, motifnya bersahaja tetapi tidak menghilangkan kesan gagah dan kesantunan dalam acara-acara resmi. Bisa juga mengenakan kemeja batik bertangan pendek yang disukai anak-anak muda. Bahan yang relatif tidak panas memperbanyak pilihan, warna terang atau gelap tidak lagi jadi kendala.</p>
<p>Kemudahan lain yang ditawarkan busana batik adalah ketika kamu dan pasangan ingin berbusana &#8220;seragam&#8221; tapi tidak terlalu kembar. Cukup samakan warna dasarnya. Karena pilihan pakaian untuk laki-laki relatif terbatas, opsi lainnya untuk wanita adalah tetap memakai busana atasan polos dengan bawahan kain batik motif senada atau selendangnya saja yang dari batik serupa. Jika kamu masih remaja dan gemar memakai jins, tidak ada salahnya memadupadankan dengan atasan batik yang ceria pada kesempatan seperti ini. Yang penting jins-mu tidak belel, tidak bolong atau bertambal, dan sebisa mungkin warnanya tua sehingga tetap cocok untuk acara resmi.</p>
<p>Tetap lebih suka kain batik sebagai bawahan? Tidak masalah. Modifikasi saja modelnya ala rok panjang yang menyamankan gerak, terutama bila kamu cenderung tomboy seperti saya. Bisa dibuat melebar atau lurus saja sesuka hatimu. Atau kamu bisa mengenakan <em>sackdress</em> (gaun terusan dengan tangan bertali spageti) dari batik yang bermotif warna cerah dan dipadukan dengan blus tangan panjang yang polos. Beri aksen dengan lengan berenda atau ujung bawah yang asimetris. Model-model simpel seperti ini pun cocok jika hendak menghadiri pernikahan dengan membawa adik atau anak yang masih kecil.</p>
<p>Masih banyak sudut yang bisa dieksplorasi untuk mengenakan batik dalam berbagai kesempatan. Penampilan tidak membosankan, namun di sisi lain menjaga keanggunan dan kesantunan di acara-acara yang resmi dan menuntut kekhidmatan. Mode pada dasarnya merupakan lahan kreatif dan kita bisa menciptakan tren sendiri. Jadi bagaimanapun kepribadianmu, berapa pun usiamu, tak usah ragu lagi memakai batik mulai sekarang.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batikindonesia.com/88/479/kreasi-batik-untuk-aneka-busana-pesta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
