Gambar Batik: Ketika Murid SMP Berkreasi

Setiap melihat gambar batik, saya teringat pelajaran Kesenian yang diberikan sewaktu duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pada suatu hari, ketika jam mata pelajaran Kesenian berlangsung, sang guru memerintahkan murid-murid untuk menggambar batik. Saya yang ―pada saat itu― tidak banyak mengenal batik, merasa bingung.

Sebuah pertanyaan besar bermain di benak. Motif apa yang harus saya buat? Saya sangat jarang melihat gambar batik dan hanya setahun sekali melihat orang berpakaian batik, yaitu pada saat pulang kampung ke Jawa Tengah untuk merayakan lebaran (selain seragam batik sekolah, tentunya).

Ya, saya melihat corak, motif, dan gambar batik hanya pada kain-kain yang dikenakan oleh orang-orang tua di kampung. Pakaian yang mereka kenakan pun terbatas hanya kain yang digunakan untuk bawahan. Tidak ada batik yang tampil dengan model yang unik atau modern.

Berbekal pengetahuan yang sempit tentang batik, saya pun mengingat-ingat motif batik yang satu-dua kali saya lihat pada daster yang ada di lingkungan sekitar.

Setelah mengingat-ingat, saya pun memutuskan untuk menggambar motif kawung. Setelah itu, saya berusaha melihat-lihat gambar batik yang dibuat oleh teman-teman pada kertas gambarnya. Inilah gambar-gambar batik yang saya dan teman-teman buat.

Kawung

Menurut saya, motif kawung sangat mudah dituangkan dalam gambar. Pertama, saya membuat garis tepi. Pak guru meminta kami membuat garis tepi yang unik. Setelah diberi garis tepi, sisa bidang gambar yang ada di bagian atas, bawah, kiri, dan kanan buku gambar, ukurannya harus sama ketika sudah diberi garis tepi.

Setelah itu, bidang gambar yang luas itu saya tarik garis-garis hingga membentuk bujur sangkar-bujur sangkar dalam ukuran kecil. Nah, di bagian dalam bujur sangkar itu, saya tarik garis diagonal pada masing-masing ujungnya, hingga menyerupai huruf X.

Pada masing-masing garis itu saya beri bentuk lengkungan. Saya kerjakan pada seluruh garis. Jadi, dalam bujur sangkar kecil-kecil tersebut tercipta motif kawung. Motif ini termasuk ke dalam motif batik klasik.

Kupu-kupu

Teman sebangku saya menggambar batik motif kupu-kupu. Sebelum menciptakan gambar batik, dia juga membuat garis-garis dan bentuk bujur sangkar, sebagai tempat menggambar kupu-kupu.

Saya tertarik memerhatikan caranya saat membuat kupu-kupu itu. Untuk badan kupu-kupu, dia membuat garis lengkung seperti ketika saya membuat garis lengkung pada motif kawung. Bedanya, di atas pertemuan garis lengkung itu, dia menambahkan sebuah bulatan sebagai kepala kupu-kupu. Lalu, dia menambahkan gambar sungut pada kepala kupu-kupu.

Setelah dia selesai membuat semua pola kupu-kupu, saya semakin takjub. Gambarnya benar-benar mirip dengan gambar batik pada seragam SMP lain. Dia juga memberi warna pada gambar kupu-kupu itu. Gambar batik itu pun semakin cantik.

Daun

Ternyata, teman-teman betul-betul kreatif. Mereka tidak ada yang kehabisan ide dalam membuat gambar batik. Setelah gambar kupu-kupu, ada teman yang menggambar motif daun.

Pola dasarnya sama dengan pola dasar gambar batik kawung yang saya buat. Yaitu berupa bujur sangkar-bujur sangkar yang bagian tengahnya ditarik garis diagonal pada sudut-sudut yang berhadapan.

Bentuk lengkungan pada gambarnya pun sama. Bedanya, lengkungan yang saya fungsikan sebagai gambar motif kawung, dia fungsikan sebagai gambar lembaran daun. Garis-garis diagonal yang tadi juga dimodifikasi, sehingga membentuk tulang daun yang indah.

Saya tersenyum melihat gambar batik itu. Idenya sederhana, tetapi hasilnya membuat saya terpana.

Bunga

Nah, yang ini lebih kreatif. Teman saya yang satu ini memang gudangnya ide bagus. Tak mengherankan jika dia selalu menjadi juara kelas. Ide-idenya selalu segar dan keren. Salah satunya adalah pada gambar batik yang dia buat.

Coba tebak, dia menggambar apa? Bunga! Hmmm … kalau hanya bunga, sih, sudah biasa. Tapi, bunga yang satu ini berbeda.

Dia menggambar bunga pada empat sudut bidang gambar. Lalu, ditariknya garis lengkung naik turun yang menyerupai gelombang, dari sudut atas kiri hingga sudut bawah kanan. Pada setiap lengkungan itu diberi gambar bunga. Yang membuat gambar batik ini lebih keren, dia membubuhkan gambar tokoh-tokoh wayang pada sisi sebelah kanan gambar.

Waah, saya sangat takjub. Jarang lho, ada anak seusia SMP yang hafal tokoh-tokoh wayang. Dia memang mengaku belum terlalu banyak mengetahui tentang wayang. Tapi, dia bisa menjelaskan bahwa yang ada dalam gambar itu adalah tokoh-tokoh Pandawa Lima yaitu Arjuna, Yudhistira, Bima, Nakula, dan Sadewa.

Sedangkan, pada bidang gambar di sebelah kiri, dia menggambar tokoh-tokoh Punakawan, yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.

Saya langsung berdecak kagum. Ketika yang lain ―termasuk saya― baru menggambar batik dengan motif-motif yang sederhana dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar, dia sudah memiliki ide untuk menggambar batik bermotif wayang!

Air

Tidak hanya saya yang kebingungan mencari ide untuk menggambar batik. Teman sebangku saya juga. Setelah melihat-lihat ide teman-teman yang lain, dia pun memutuskan untuk menggambar batik dengan motif butiran air.

Sama seperti yang lain, dia membuat pola berupa kotak-kotak kecil. Tujuannya agar mempermudah membuat gambar tetesan air dengan ukuran yang sama.

Keren juga, gambar batiknya. Dan, menurut saya, menggambar lengkung tetesan-tetesan air itu jauh lebih sulit daripada menggambar lengkung motif kawung. Bagian atas motif tetesan air itu kecil dan semakin ke bawah semakin lebar, seperti kantung atau bohlam.

Segitiga

Awalnya, saya berpendapat bahwa gambar batik berupa segitiga adalah yang termudah. Tinggal menarik garis hingga menjadi bidang-bidang segitiga, beres. Ternyata, saya salah. Teman yang satu ini tidak hanya membuat gambar motif segitiga, tetapi juga menuangkan kreasinya di dalam motif-motif segitiga itu.

Ya, segitiga itu tidak tampil kosong. Di dalamnya dihias berbagai motif seperti bunga, burung, daun, naga, padi, dan bentuk-bentuk seperti yang sering saya temukan pada ukiran.

Wow! Saat ini, bertahun-tahun kemudian, saya baru tahu bahwa gambar batik itu mendekati motif tambal.

Yin dan Yang

Teman saya yang satu ini adalah keturunan etnis Cina. Maka, saya tidak heran jika dia menggambar sebuah motif yang merupakan ciri khas etnis tersebut. Saya baru mengetahui nama gambar itu, setelah saya lulus SMA. Gambar itu adalah yin dan yang.

Saat itu, dia dengan kalem menggoreskan garis-garis lengkung pada semua bidang gambar yang semula berbentuk bujur sangkar. Setiap bujur sangkar diberi garis pembatas di bagian tengah, berupa garis lengkung. Setelah semua gambar selesai, dia memberi warna hitam dan putih, berselang-seling.

Awalnya saya berpendapat bahwa itu bukan gambar batik. Tapi, pak guru kami memperbolehkan si teman menggambar motif tersebut. Alasannya, boleh saja berkreasi untuk mendapatkan motif batik terbaru, yang belum pernah ada sekalipun.

Inilah gambar batik yang paling sederhana dalam pewarnaannya, karena hanya memerlukan warna hitam dan putih. Di antara teman-teman yang membuat gambar batik warna-warni, teman yang ini benar-benar tampil beda. Tampil dengan kreasi motif dan warna yang natural, namun tetap indah.

 

Sebenarnya, masih banyak gambar batik dengan motif lainnya, yang dibuat oleh teman-teman. Tapi, saya tidak bisa ingat satu per satu, karena kejadian yang sudah sangat lama ini membuyarkan ingatan saya.

Satu hal yang saya ingat, guru yang memberi tugas menggambar batik ini adalah guru olahraga yang sering mendapat cibiran dan dianggap tidak mampu mengajar olahraga, karena sebenarnya dia adalah guru pelajaran kesenian. Namun, saya sangat berterima kasih padanya. Sebab, dialah yang pertama kali memperkenalkan saya ―dan mungkin juga teman-teman yang lain― akan motif batik yang sangat indah.

Terima kasih, Pak S!

 

 

2 thoughts on “Gambar Batik: Ketika Murid SMP Berkreasi

  1. Berkreasi dalam motif batik sangat luas dan dalam,alam disekeliling kita dapat dijadikan sumber inspirasi membuat motif batik tidak hanya flora dan fauna tetapi juga dalam kehidupan modern dan menginspirasi kita membuat motif batik keseharian : gambar komputer, telepon, radio, pesawat terbang, kereta api, handphone, sepeda motor dll dapat mengilhami membuat motif batik.

Comments are closed.