Baju Batik Warna-Warni dalam Lemari

Pakai baju batik? Tidak salah, tuh? Ingin terlihat lebih tua? Ingin seperti nenek-nenek? Ingin dicap kuno dan ketinggalan jaman?

Itu sih, dahulu. Sekarang, anggapan-anggapan seperti itu sudah terlempar jauh-jauh. Tak ada lagi yang menganggap batik sebagai kain kuno. Tak ada lagi yang memandang sebelah mata pada baju batik. Bahkan, negara tetangga pun sempat mengklaim kain batik sebagai  warisan budayanya.

Saya adalah salah satu orang yang menganggap batik sebuah kain yang ketinggalan jaman. Namun, ketika batik menjelma menjadi baju-baju cantik dengan berbagai model dan warna, saya langsung jatuh cinta.

Sekarang, saya menjadi salah satu penggemar baju batik. Koleksi saya memang belum bisa dikatakan banyak. Tapi, di dalam lemari pakaian saya, ada beberapa baju batik yang sangat saya senangi. Tidak percaya? Yuk, ikuti saya menelusuri baju-baju batik dalam lemari.

Kuning

Baju batik ini bisa dikatakan yang paling saya sukai. Modelnya berupa blus lengan pendek. Lengannya berbentuk balon yang dilengkapi kerutan. Bagian kerahnya seperti kerah kemeja biasa, tapi ujungnya membulat. Kerah ini juga dilengkapi kerutan di seluruh bagian.

Pada bagian dada, terdapat aksen kerut dan kancing sebagai pemanis. Aksen kerut ini juga terdapat di bagian pinggang. Selain itu, di pinggang dilengkapi tali serut dan kantung di kiri dan kanan, yang semakin mempercantik blus.

Saya sengaja hunting baju batik ini ketika batik pertama kali dikukuhkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. Saat itu, teman-teman kantor ingin datang ke kantor dengan mengenakan baju batik, tepat di saat hari pengukuhan batik.

Setelah menjelajahi salah satu pusat perbelanjaan, saya pun mendapatkan blus ini. Dan, di hari pengukuhan batik, saya dan teman-teman kantor benar-benar kompak tampil dengan balutan baju batik.

Cokelat

Baju batik warna cokelat yang saya miliki, bermodel blus yang agak panjang dengan motif parang. Seperti batik motif parang pada umumnya, baju ini berwarna cokelat tua dengan kombinasi putih. Motif parang tidak menutupi seluruh permukaan baju, tetapi hanya menghias pada bagian lengan, badan, dan kerah. Sedangkan, pada bagian dada, dikombinasi dengan corak batik pesisir berwarna cokelat tua.

Lengan baju batik ini berupa lengan balon dan bagian kerahnya terdapat banyak kerutan yang berbentuk seperti pita. Di bagian tengah dada diberi hiasan kancing yang terbuat dari batok kelapa.

Baju batik ini sengaja saya cari khusus untuk menghadiri sebuah acara penyerahan hadiah lomba menulis. Kebetulan, dress code acara tersebut boleh pilih pakaian resmi atau batik. Tentu saja saya memilih batik agar lebih simpel dan tampak cerah dengan corak-coraknya.

Biru Tua

Baju batik ini adalah hadiah lebaran dari seorang atasan di kantor. Modelnya sackdress dengan panjang di bawah lutut. Warna dasarnya biru tua yang tampak kehitaman jika dilihat dari jauh. Warna ini mengingatkan saya pada batik-batik kuno yang diproduksi ratusan tahun yang lalu. Namun, modelnya yang modern, membuat baju batik ini jauh dari kesan kuno.

Seluruh permukaan batik menggunakan bahan dan corak yang sama, tanpa kombinasi. Motifnya berupa bunga kecil-kecil yang dipadukan dengan motif geometris.

Baju batik ini agak jarang saya kenakan karena modelnya yang semiformal. Selain itu, ukurannya juga agak kebesaran untuk saya. Saya mengenakannya hanya pada acara kantor yang agak formal seperti meeting.

Biru Muda

Baju batik ini paling sering saya kenakan karena modelnya yang agak santai. Bentuknya berupa blus. Berbeda dari blus-blus yang selama ini saya ketahui, blus ini jika dibentangkan hanya berbentuk persegi panjang dan tidak seperti blus pada umumnya. Kalau dilihat-lihat, potongannya seperti karung terigu.

Bagian lengan blus ini bukan berupa lengan dengan model-model blus yang biasa melainkan seperti kantung terigu yang bagian kanan dan kiri atasnya diberi lubang yang difungsikan sebagai lengan. Bagian pinggangnya dilengkapi tali serut dan kerahnya berbentuk V.

Batik berwarna biru muda ini menggabungnya beberapa motif seperti motif parang dan motif buketan. Saya mengenakannya pada acara-acara santai, termasuk ke kantor pada hari Jum’at.

Merah Muda Keunguan

Saya pernah kebingungan memilih pakaian untuk menghadiri acara keluarga pada lebaran tahun lalu. Akhirnya, saya memilih batik. Batik ini pun tidak mudah saya dapatkan. Sebab, saya ingin mengenakan batik yang sama dengan suami dan anak.

Untuk mencari batik yang satu paket dengan anak, agak sulit. Yang banyak di pasaran hanya batik untuk suami dan istri. Kalaupun ada, modelnya agak terlalu pendek, sehingga saya pikir kurang nyaman dikenakan.

Untunglah saya menemukan batik yang diinginkan. Batik tersebut berwarna merah muda keunguan. Baju batik untuk suami dan anak, bermodel kemeja lengan pendek. Sedangkan, untuk saya, bermodel sackdress.

Baju batik ini bermotif Bunga Tarpote, motif khas asal Madura. Motif ini menghias seluruh permukaan batik. Hanya, di bagian-bagian tertentu seperti bagian depan, warna dasarnya dibuat lebih gelap.

Jadilah saya, suami, dan anak, berlebaran mengenakan batik dengan motif dan warna yang sama.

Merah

Baju batik ini modelnya benar-benar unik. Bagian bawahnya dibuat asimetris, sehingga jika dikenakan, tampak seperti payung yang dikuncupkan.

Saya dan adik-adik kompak membeli baju batik ini di Jalan Malioboro, Yogyakarta. Ketika itu, kami sedang berlibur sekeluarga.

Baju batik ini berwarna merah dengan kombinasi abu-abu kehitaman. Pada bagian yang berwarna merah, baju batik ini bermotif ceplok. Sedangkan, pada bagian yang berwarna abu-abu kehitaman, dihiasi dengan motif matahari berukuran kecil.

Oranye

Akhirnya, saya berhasil memiliki baju batik bermotif megamendung. Ya, motif ini memang dikenal sebagai motif batik khusus untuk kaum pria. Sehingga, megamendung hanya menghiasi batik-batik model kemeja.

Setelah bertahun-tahun menunggu, saya pun mendapatkan baju batik model sackdress dengan motif asal Cirebon ini. Warna dasarnya oranye, dan motif megamendungnya berwarna putih.

Saking senangnya dengan baju batik ini, saya mengenakannya pada hampir setiap acara. Tentu saja acara yang dihadiri oleh orang yang berbeda-beda.

Merah Kombinasi Kuning

Baju batik ini adalah hadiah dari adik saya. Katanya, modelnya cocok untuk ke kantor. Ya, baju batik dengan model blazer ini bisa dikenakan untuk acara yang santai maupun ke kantor.

Seperti halnya blazer resmi, bagian kerah baju batik ini berbentuk kerah jas. Yang membuat baju ini tampak unik, terdiri atas dua warna yaitu merah dan kuning, dengan warna merah di bagian dalam dan warna kuning di bagian luarnya.

Baju batik ini dapat digunakan bolak-balik. Jika hari ini saya mengenakan dengan warna merah di bagian luar, besok saya bisa mengenakannya dengan bagian warna kuning di bagian luar. Seru, kan?

Lengannya lebih panjang daripada baju berlengan pendek biasa. Dalam dunia mode, lengan seperti ini disebut lengan 7/8. Saya yang merasa tampak lebih gemuk jika mengenakan lengan 7/8, selalu menggulungnya hingga sebatas siku.

Motif baju batik ini berupa bunga-bunga berwarna putih di seluruh permukaannya. Motif ini saling menyatu dan jika ditelusuri, tidak ada bagian yang terputus

Abu-abu

Awalnya, saya tidak berniat untuk membeli baju batik. Tapi, ketika melihat gerai pakaian bermerk yang sedang menggelar diskon, saya pun menghampiri. Ternyata, ada satu baju batik yang menarik perhatian.

Model baju batik itu, lagi-lagi, sackdress. Warnanya abu-abu dan bahannya sangat halus. Motifnya cenderung abstrak dan ada beberapa corak seperti motif buketan, parang, truntum, dan ceplok yang menghias bagian-bagian tertentu.

 

Itulah baju-baju batik yang ada di dalam lemari saya. Rasanya, saya tidak akan pernah berhenti mengenakan batik. Kalau perlu, saya akan mengenakan baju batik setiap hari, dalam segala suasana.