Motif Batik, Tumpah Ruah di Sebuah Pesta

Hari Minggu lalu, saya menghadiri pesta pernikahan salah seorang sepupu dari pihak bapak. Pesta diselenggarakan di sebuah gedung dan dilaksanakan dalam nuansa adat Yogyakarta. Ya, sepupu saya adalah anak dari adik bapak yang notabene berasal dari Yogyakarta.

Suasana pesta berlangsung khidmat. Saat saya tiba di lokasi, pengantin dan keluarganya sedang melaksanakan prosesi adat, berjalan menuju pelaminan. Para sinden dan alunan musik gamelan mengiringi langkah keluarga yang sedang berbahagia itu.

Ada satu hal yang memanjakan mata saya. Sejauh mata memandang, yang tampak adalah barisan keluarga pengantin dan panitia pesta yang mengenakan batik berwarna cerah.

Ketika iring-iringan pengantin sudah duduk di tempat masing-masing, para tamu dipersilakan menikmati hidangan. Pada saat ini mata saya lebih dimanjakan lagi. Bagaimana tidak? Hampir seluruh undangan yang hadir, mengenakan batik!

Senang sekali berada di tempat yang “banjir” batik. Tengok ke kiri, seorang bapak mengenakan batik berwarna merah. Tengok ke kanan, seorang ibu muda mengenakan kain batik biru nan elegan. Menoleh ke belakang, seorang gadis remaja mengenakan gaun cantik berwarna hijau toska.

Saya pun mengambil kamera saku yang memang sengaja disiapkan dari rumah. Lalu, saya langsung mengambil gambar motif-motif batik pada pakaian para undangan tersebut. Saya tidak peduli kualitas foto. Yang penting, saya bisa mengamati motif-motif dan warna batik lebih lama, nanti setelah acara usai.

Inilah motif-motif batik yang dikenakan oleh para undangan itu:

Garuda Kotak

Motif ini terdapat pada kain yang dikenakan oleh keluarga pengantin. Dasar kain berwarna putih, bermotif kotak-kotak dengan posisi vertikal. Jadi, dari kejauhan, motif kain ini seperti belah ketupat yang berjajar memenuhi seluruh permukaan kain. Pada bagian dalam kotak terdapat corak sayap garuda. Motif sayap pada masing-masing kotak, berbeda ukuran. Sayap-sayap itu berwarna cokelat tua.

Kain digunakan sebagai bawahan, dengan cara dililit. Uniknya, kain ini digunakan oleh kaum pria. Tentu saja cara melilitnya tidak terlalu ketat seperti jika dikenakan oleh kaum wanita. Sehingga, meskipun memakai kain, kaum pria tetap dapat melangkahkan kaki lebar-lebar.

Kawung Hitam Putih

Motif kawung adalah motif yang pertama kali saya kenal sebagai motif batik. Dahulu, motif ini terkesan sangat klasik dan merupakan motif standar pada batik. Kini, saya bisa melihat motif ini di mana saja. Sebab, motif ini diterapkan pada berbagai macam model pakaian, termasuk pakaian pesta.

Pada pesta ini, saya melihat motif kawung dikenakan oleh wanita setengah baya sebagai pakaian atasan. Warna dasarnya putih, dengan motif elips berwarna hitam. Jika dilihat dari jauh, motif ini membentuk sebuah kelopak berbentuk lonjong yang saling berhubungan. Motif ini menyebar di seluruh permukaan batik, sehingga tidak bisa ditentukan bagian ujung atau pangkalnya.

Naga Merah dan Ayam Jago

Model pakaian yang paling banyak dikenakan pada acara itu adalah kemeja batik. Salah satunya berwarna dasar merah cerah. Batik ini tidak memiliki banyak motif. Hanya ada satu motif naga berukuran besar yang tampak dominan.

Gambar kepala naga berada di bagian dada kanan dan tubuhnya memanjang ke kemeja bagian perut menuju pinggang kiri, lalu melingkar ke kemeja bagian belakang. Motif naga ini berakhir dengan gambar ekor yang berada di bagian punggung atas sebelah kanan. Gambar naga tersebut terlihat seperti melilit tubuh pemakainya. Bila kemeja ini dibentangkan, naga akan tampak  utuh dari kepala hingga ekor.

Meskipun hanya ada satu motif dominan, batik ini tidak terlihat sepi. Sebab, terdapat motif ayam jago dalam ukuran kecil yang tersebar di seluruh permukaan batik.

Sawat Cokelat

Kemeja batik yang dikenakan oleh seorang laki-laki berbadan tinggi ini tidak terlalu mencolok. Warna dasarnya cokelat muda. Motifnya kecil-kecil dan banyak. Motif yang paling besar berupa gambar yang bentuknya seperti sisir. Bagian atasnya terdapat gambar beberapa helai daun yang menempel pada sisir tersebut. Gambar ini menyebar di seluruh kemeja.

Selain itu, terdapat gambar helaian-helaian daun dengan ukuran yang lebih kecil dari gambar sisir. Lalu, ada gambar berbentuk ulat kecil yang juga menyebar pada seluruh kemeja. Juga, terdapat motif-motif seperti telur ikan sebagai dasar, yang menutupi permukaan kemeja.

Seluruh motif pada batik ini berwarna cokelat tua. Inilah motif batik yang terkenal sebagai motif sawat pengantin.

Sayap Burung Hijau Tua

Kemeja batik yang satu ini langsung menarik perhatian saya karena warna dan motifnya yang menarik perhatian. Warna dasar dari kemeja batik ini adalah hijau muda. Motifnya berupa gambar sayap yang terbentang, berukuran sebesar telapak tangan orang dewasa. Sayap-sayap ini berwarna hijau tua dan saling berpasangan.

Dari jauh, motif sayap pada batik ini dapat terlihat jelas. Jarak antara sayap yang satu dengan yang lain memang agak berjauhan, tetapi terdapat pada seluruh kemeja. Menurut saya, motif ini cocok untuk pemakainya karena ia berbadan agak besar.

Gunungan Dalam Segitiga

Motif batik benar-benar kaya ragam. Maestro batik seperti tidak pernah kehabisan ide dalam menciptakan motif. Kemeja yang satu ini buktinya.

Kemeja batik ini tampak berbeda dari yang lain. Warna dasarnya putih. Motifnya berupa garis. Garis-garis tersebut menyatu secara horizontal dan membentuk barisan segitiga. Motif ini memenuhi kemeja, dari bagian atas hingga bagian bawah.

Segitiga-segitiga berwarna cokelat muda yang berbaris itu tidak tampil kosong melompong. Di bagian dalamnya terdapat motif gunungan wayang berwarna keemasan. Motif gunungan ini tampak menonjol dan warna emasnya membuat kemeja batik menjadi lebih istimewa

Hati dan Parang

Mungkin, inilah perpaduan motif batik yang tak biasa. Motif parang pada kemeja ini tampak seperti motif parang pada umumnya. Klasik dan berwarna cokelat tua. Namun, motif parang menjadi tidak terlalu klasik ketika disandingkan dengan motif hati.

Dengan adanya motif berbentuk hati, kemeja batik ini menjadi lain daripada yan lain. Sebab, motif ini bukan motif asli batik. Apalagi, motif parang yang selama ini identik dengan warna cokelat atau biru tua, kini hadir dengan warna merah muda.

Motif hati pada kemeja batik ini tampak dominan. Motifnya tersebar di seluruh permukaan dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Sementara, motif parang menjadi motif latar dan menghiasi seluruh permukaan batik dengan jarak yang rapat.

Bambu Cokelat

Motif rumpun bambu ini hadir pada rok batik yang dikenakan seorang ibu muda. Warna dasar rok adalah krem. Di bagian bawahnya dihias dengan rumpun bambu berwarna cokelat tua, dari bagian depan hingga bagian belakang rok. Saat diamati, bentuk motif-motif rumpun bambu itu tidak ada yang sama.

Kembang Sepatu Keunguan

Jika dahulu kaum laki-laki tampak aneh saat mengenakan pakaian berwarna merah muda, kini tidak lagi. Permainan tabrak warna sudah lama terjadi. Kaum laki-laki tak tabu lagi mengenakan pakaian berwarna khas wanita.

Kemeja batik berwarna merah muda keunguan ini dikenakan oleh seorang laki-laki dewasa. Warna dasarnya adalah merah muda dan di sekitarnya dihiasi dengan motif kembang sepatu berwarna keunguan. Selain kembang sepatu, ada juga hiasanya helaian-helaian daun dengan warna senada

Matahari Oranye

Motif matahari muncul dalam baju batik yang dikenakan oleh seorang ibu berkerudung. Baju batik lengan panjang itu berwarna dasar putih. Motif yang menghias berupa bulatan-bulatan seperti matahari berwarna oranye terang. Motif matahari itu tersebar di seluruh permukaan baju.

Pada motif-motif matahari itu terdapat motif pendar cahaya berupa garis-garis berwarna cokelat tua. Garis-garis ini saling menghubungkan antara gambar matahari yang satu dengan yang lain. Meskipun berwarna oranye, batik yang dikenakan oleh ibu berkerudung ini tidak tampat terlalu mencolok.

Itulah sebagian motif batik yang saya jumpai pada sebuah pesta pernikahan. Hari itu, batik seakan tumpah ruah. Uniknya, tidak ada satu orang pun yang mengenakan batik dengan motif atau warna yang sama persis.Tentu saja masih banyak motif lain yang tak mungkin saya sebutkan satu per satu. Karena, motif batik memang sangat kaya.

One thought on “Motif Batik, Tumpah Ruah di Sebuah Pesta

Comments are closed.