Kreasi Batik Untuk Aneka Busana Pesta

Harus diakui, batik terlalu identik dengan seremoni, perayaan, dan acara-acara resmi seperti pesta yang diharapkan sekali seumur hidup. Apa lagi kalau bukan pernikahan. Lebih-lebih di banyak kesempatan, dengan berbagai alasan, akad nikah dan resepsi sering dilangsungkan pada hari yang berbeda. Belum lagi ada yang kemudian mengadakan upacara ngunduh mantu dan sejenisnya.

Model Paling Umum

Paling sering, kain batik dikenakan selaku bawahan dalam acara-acara seperti ini. Wanita, mulai dari pengantin selaku ratu sehari sampai panitia dari pihak keluarga besarnya, mengenakan kain tersebut yang berwiru-wiru. Jelas, alas kakinya harus selop atau sandal berhak agak tinggi supaya ujung kain yang menjuntai tidak terinjak. Namun belakangan ini sudah muncul siasat baru, memodifikasi kain tersebut sehingga berbentuk rok lebar yang nyaman dan tidak mengekang gerak. Di samping bawahan, kadang-kadang batik berupa selendang juga melengkapi penampilan. Ini pun membutuhkan teknik tersendiri, misalnya memasang cukup erat dan tidak menjuntai atau merosot sehingga mengganggu ketika bersantap hidangan di tempat pesta.

Untuk para pria juga masih berupa bawahan, hanya saja dililitkan dan dipadukan dengan celana panjang guna mempermudah gerakan. Tanpa bermaksud merendahkan nilainya, busana bawahan jarang menarik perhatian kecuali orang-orang yang memang meminati batik secara menyeluruh baik sejarah maupun seni kerajinannya. Terkait upaya melestarikan karya berharga ini, perlu dipersering memakai batik selaku baju atasan yang lebih “terlihat jelas”.

Nyaman Untuk Busana Pengantin

Di hari bersejarah saat naik pelaminan, tentu kamu menginginkan kenyamanan dan terobosan yang kreatif pula. Di kawasan tempat saya bermukim ini cukup banyak jasa rias pengantin yang juga menyewakan busana dan dipajang di etalase-etalase sehingga terlihat dari pinggir jalan. Yang membuat saya heran, mengapa model dan bahannya rata-rata senada? Brokat, renda, atau bahan lain yang mengilat dengan warna mencorong. Terus terang meskipun ketika menikah saya tidak mengadakan pesta, duduk dan berdiri beberapa jam dalam ruangan yang penuh tamu cukup membutuhkan tenaga. Belum lagi udara di dalam ruangan tersebut.

Mungkin tidak ada salahnya sekali-sekali memodifikasi busana pengantin dengan konsep yang berbeda. Dengan sanggul dan aneka pernik menghiasi rambut, ditambah riasan wajah, kamu sudah terlihat istimewa di hari yang penting. Akan semakin cantik dengan gaun pengantin bermotif batik. Dalam bayangan saya, perlu ditepiskan persepsi bahwa terusan batik terlalu santai dan identik dengan baju rumahan atau baju tidur. Pilih motif-motif yang cocok untuk pernikahan dan terkesan resmi. Motif yang berderet rapi, simetris dan ukuran gambarnya kecil-kecil sangat pantas dalam kesempatan seperti ini. Garutan Parang Cantel yang berwibawa, Ceplok Purbonegoro, atau Truntum Glebak Kanthil yang mengandung harapan akan keberkahan dalam berumah tangga. Tentu saja senada dengan busana untuk mempelai prianya.

Bila tidak terlalu suka terusan, busana panjang yang dikombinasikan dengan kain polos pun tak kalah eloknya. Diharapkan dengan strategi ini, kamu dan pasanganmu tidak terlalu kegerahan sepanjang acara, tetap menikmati hari besarmu, segar dan rupawan sebagaimana yang disukai para tamu ketika memandang pengantin.

Kreasi Menarik Untuk Panitia dan Penyambut Tamu

Untuk panitia acara pernikahan pun, ini dapat diberlakukan. Berbusana anggun sekaligus dituntut gesit menyambut tamu, tetap rapi, tersenyum sepanjang waktu, adalah keharusan yang tidak mudah. Untuk itu, busana yang enak dipakai dan tidak mengurangi kecantikan adalah jalan keluar yang perlu dipertimbangkan. Karena kebanyakan pagar ayu adalah remaja atau wanita-wanita muda yang belum menikah, motif berwarna cerah menjadi pilihan yang cocok. Di antaranya Jambian yang didominasi merah, Pekalongan Merak Bang Biru Latar Pecah Kopi, Buketan Madura, bahkan motif Kontemporer dari Pekalongan atau Sidoarjo.

Aneka Pilihan Untuk Tetamu

Para tamu undangan diuntungkan karena berpeluang mematut diri lebih leluasa lagi. Santun, bernuansa “pesta”, namun ada semacam kode tak tertulis terutama bagi para wanitanya untuk tidak “menyaingi” kegemerlapan pengantin wanita. Dress batik tulis Kompeni motif Shanghai biru yang simpel ini tetap tampak anggun dan bisa dipadankan dengan celana panjang polos sesuai selera dan kepribadian kamu. Putih untuk memperoleh kesan cerah, biru yang senada, atau bahkan hitam yang elegan.

Kamu suka pakai bolero seperti ini? Tetap manis dan pantas, lho, untuk dikenakan menghadiri undangan pernikahan. Padukan dengan blus tangan panjang dan celana panjang hitam bila suka, atau gaun terusan polos yang nyaman tetapi tidak menyilaukan. Keuntungan memakai busana berwarna terang seperti bolero tersebut, kamu tidak perlu merias wajah terlalu “berat”. Yang penting tidak pucat dan rambut ditata serapi mungkin.

Keuntungan lain mengenakan busana batik adalah tidak diperlukannya perhiasan yang banyak. Jika kamu memakai gaun terusan batik, misalnya, atau tunik di bawah lutut, cukup kenakan gelang atau kalung polos berwarna senada (bahannya bebas) sebagai aksen. Dengan demikian kesan yang muncul tidak kelewat “ramai”, tetap anggun dan enak dilihat.

Bagaimana dengan pria? Menghadiri pesta, sekalipun di tempat terbuka, membutuhkan taktik khusus agar tetap nyaman dan tidak kepanasan. Sekarang ini cukup banyak kemeja batik yang bahannya tidak mengilat, motifnya bersahaja tetapi tidak menghilangkan kesan gagah dan kesantunan dalam acara-acara resmi. Bisa juga mengenakan kemeja batik bertangan pendek yang disukai anak-anak muda. Bahan yang relatif tidak panas memperbanyak pilihan, warna terang atau gelap tidak lagi jadi kendala.

Kemudahan lain yang ditawarkan busana batik adalah ketika kamu dan pasangan ingin berbusana “seragam” tapi tidak terlalu kembar. Cukup samakan warna dasarnya. Karena pilihan pakaian untuk laki-laki relatif terbatas, opsi lainnya untuk wanita adalah tetap memakai busana atasan polos dengan bawahan kain batik motif senada atau selendangnya saja yang dari batik serupa. Jika kamu masih remaja dan gemar memakai jins, tidak ada salahnya memadupadankan dengan atasan batik yang ceria pada kesempatan seperti ini. Yang penting jins-mu tidak belel, tidak bolong atau bertambal, dan sebisa mungkin warnanya tua sehingga tetap cocok untuk acara resmi.

Tetap lebih suka kain batik sebagai bawahan? Tidak masalah. Modifikasi saja modelnya ala rok panjang yang menyamankan gerak, terutama bila kamu cenderung tomboy seperti saya. Bisa dibuat melebar atau lurus saja sesuka hatimu. Atau kamu bisa mengenakan sackdress (gaun terusan dengan tangan bertali spageti) dari batik yang bermotif warna cerah dan dipadukan dengan blus tangan panjang yang polos. Beri aksen dengan lengan berenda atau ujung bawah yang asimetris. Model-model simpel seperti ini pun cocok jika hendak menghadiri pernikahan dengan membawa adik atau anak yang masih kecil.

Masih banyak sudut yang bisa dieksplorasi untuk mengenakan batik dalam berbagai kesempatan. Penampilan tidak membosankan, namun di sisi lain menjaga keanggunan dan kesantunan di acara-acara yang resmi dan menuntut kekhidmatan. Mode pada dasarnya merupakan lahan kreatif dan kita bisa menciptakan tren sendiri. Jadi bagaimanapun kepribadianmu, berapa pun usiamu, tak usah ragu lagi memakai batik mulai sekarang.

 

One thought on “Kreasi Batik Untuk Aneka Busana Pesta

  1. untuk batin satin lengan pendek apakah cocok dipakai untuk menghadiri resepsi pernikahan?

Comments are closed.