Bekerja di kantor terkadang menjadi dilema bagi perempuan. Di satu sisi, dapat memberi tambahan penghasilan karena biaya hidup terus meningkat. Di sisi lain, anak di rumah juga menuntut perhatian lebih.
Atas pertimbangan dua sisi tersebut, banyak perempuan pekerja yang akhirnya memutuskan untuk bekerja di rumah. Apalagi, bekerja di rumah membuat para perempuan menjadi lebih dekat dengan anak. Sehingga, anak akan menjadi lebih terarah di bawah bimbingan ibunya.
Namun, sebelum memutuskan untuk menjadi freelancer atau work at home mom —sebutan untuk ibu yang bekerja di rumah—, banyak hal yang harus dipertimbangkan masak-masak.
Ketika masih bekerja di kantor, kita mungkin berpikir alangkah enaknya bekerja di rumah. Tidak perlu bangun pagi, tidak harus sarapan terburu-buru, dan tidak akan berdesakan dengan penumpang lain di bus ketika berangkat kerja.
Pada kenyataannya, bekerja di rumah memerlukan perjuangan dalam bentuk lain. Memang tidak perlu bermacet-macet ria di jalan, tapi ada hal lain yang sama beratnya dengan mengejar-ngejar bus.
Jika kamu memutuskan bekerja di rumah, inilah hal-hal yang harus diperhatikan:
1. Pilih Pekerjaan yang Disukai
Kalau kamu beranggapan kerja apa saja asalkan dapat uang, sebaiknya ubah pendapatmu. Sebab, mengerjakan sesuatu yang tidak disukai, tidak akan bertahan lama. Sebaiknya pilihlah pekerjaan yang disukai, bahkan sudah menjadi hobi. Hal ini sangat penting, terutama bagi yang bekerja di rumah. Selain lebih memotivasi, kamu pun akan selalu senang mengerjakannya.
Jika kamu tidak memiliki hobi yang bisa dijadikan profesi, jangan bingung. Carilah pekerjaan yang cocok dengan dirimu. Kalau kamu berjiwa kreatif, mulailah dengan berkreasi membuat barang-barang kerajinan. Misalnya barang kebutuhan rumah tangga seperti sarung bantal kursi, tas, boneka, atau menerima pesanan kue. Kalau kamu bertipe pekerja keras, cobalah untuk menggeluti bidang yang sesuai seperti menjadi penulis, web designer, atau penerjemah.
Bisa juga memilih pekerjaan di bidang jasa seperti membuka rental komputer, membuka taman bacaan, atau tempat penitipan anak.
2. Penghasilan
Ada dua kemungkinan mengenai penghasilan orang yang bekerja di rumah. Pertama, penghasilan lebih kecil daripada ketika bekerja di kantor. Hal ini bisa terjadi jika kita belum memiliki banyak relasi yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut. Solusinya, jangan tunggu lagi. Segeralah menjalin relasi dengan dunia luar, seluas-luasnya. Dari jaringan pertemanan itulah info pekerjaan banyak berdatangan.
Kedua, penghasilan yang tak terhingga. Enaknya menjadi pekerja lepas adalah kita bisa mencari penghasilan sebanyak-banyaknya. Pada dasarnya, penghasilan pekerja di rumah itu tidak menentu. Atas dasar inilah biasanya para freelancer mengambil lebih dari satu pekerjaan dalam waktu yang sama.
3. Beban Pekerjaan
Menjadi pekerja di rumah seringkali tidak sesibuk bekerja pada suatu perusahaan. Ada masa sibuk dan masa tenang, sebab jumlah order tidak selalu sama. Pada masa sibuk, biasanya seorang freelancer bekerja hingga 40-50 jam per minggu. Sedangkan pada masa tenang, hanya bekerja 10 jam per minggu.
Kita harus benar-benar menyadari hal ini. Aturlah keuangan seefektif mungkin. Saat masa sibuk, sisihkan lebih banyak uang tabungan untuk menutup kebutuhan ketika masa tenang datang. Pada saat masa tenang, carilah peluang pekerjaan lain untuk menambah penghasilan.
4. Ruang Kerja
Meskipun pekerjaan kita berskala kecil, ciptakanlah ruang kerja yang nyaman. Ruang kerja ini sekaligus bersifat sebagai ruang pribadi untuk memantau pekerjaan. Buatlah ruang kerja, misalnya di sudut ruang tidur, di sisi ruang keluarga, atau di ruang tersendiri.
Dengan adanya ruang kerja, semua peralatan seperti alat tulis, buku anggaran, alat penghitung, dan buku, ada di satu tempat. Jadi kita tidak repot mencari saat membutuhkannya. Jangan lupa lengkapi juga dengan pesawat telepon dan komputer dengan fasilitas internet agar urusan menghubungi klien dapat berjalan lancar.
5. Tahan Godaan
Bekerja di rumah itu banyak godaannya, lho. Tidak percaya? Seorang teman yang bekerja di rumah, sering bercerita. Ketika ia sudah berniat duduk di hadapan komputer, tiba-tiba ia tergoda empuknya kasur. Akhirnya, dengan dalih hanya beristirahat sebentar, ia pun tertidur selama berjam-jam.
Ada lagi. Seorang teman yang lain tergoda menemani anak main game di tengah-tengah mengerjakan tugasnya. Bahkan, alih-alih menyelesaikan tugas, ia cuci mata ke mal.
Kesulitan dalam menghadapi godaan akan semakin menjadi jika kita termasuk orang yang harus terus-menerus didorong dan diberi motivasi dalam bekerja. Apalagi jika kita bukan tipe orang yang berdisiplin tinggi.
Untuk mengatasi itu semua, hanya ada satu cara. Disiplin tinggi. Ingatlah selalu bahwa rumah kita adalah kantor. Meskipun berada di rumah, bukan berarti kita boleh leyeh-leyeh seperti ketika liburan.
6. Tentukan Waktunya
Kunci utama bekerja di rumah adalah pandai mengatur waktu. Aturlah kapan kamu harus bekerja, kapan kamu harus mengurus mengurus anak-anak dan rumah tangga. Pengaturan waktu ini bukan berarti kamu boleh bersikap kaku lho, ya.
Jika kamu sedang bekerja kemudian anak-anak meminta perhatian, jangan pura-pura tidak tahu atau bersikap tidak mau tahu. Sebaiknya, tunda dulu pekerjaan. Uruslah anak hingga ia tenang. Kalau mereka sudah bisa dikendalikan dan dapat bermain sendiri, lanjutkan pekerjaan hingga selesai.
Tidak ada patokan waktu yang pas untuk menentukan berapa lama kamu menyelesaikan pekerjaan di rumah. Bisa jadi, sepanjang berada di rumah, selama itulah jam kerjamu. Namun, jika bisa bekerja sambil mendampingi anak, tentu sangat menyenangkan. Tak terasa, pekerjaan pun cepat selesai.
7. Suasana Sunyi
Suasana bekerja di rumah tidak sama dengan di kantor. Hampir semua kantor memiliki banyak pegawai. Suasananya ramai dan banyak teman. Saat bekerja bisa sambil bercanda dan bertukar cerita pada teman-teman.
Saat bekerja di rumah, kamu harus siap dengan keadaan yang sunyi. Biasanya, paling banyak kamu hanya ditemani dua orang asisten. Kalau kamu belum terbiasa dengan suasana yang sepi, pada awalnya bekerja di rumah akan terasa kurang nyaman.
Tapi, hal ini bisa disiasati, kok. Kamu bisa chatting dengan teman-teman melalui internet. Atau, sesekali bertatap muka.
8. Fasilitas
Bekerja di rumah berarti harus menyediakan tambahan fasilitas sendiri. Fasilitas-fasilitas itu adalah seperangkat komputer atau laptop, internet, sampai asuransi kesehatan.
Agar kamu tenang, persiapkan semua fasilitas tersebut. Segeralah ambil program asuransi ketika kamu memutuskan untuk bekerja di rumah.
9. Raih Keberhasilan
Siapa bilang bekerja di rumah tidak bisa mencapai keberhasilan? Meskipun jam kerja dapat diatur sendiri, target kerja dapat ditentukan sendiri, dan bisa sambil mengawasi anak, bekerja di rumah pun dapat mendatangkan keberhasilan. Asalkan kamu dapat mengantisipasi kendalanya.
Aturlah alat-alat kerja dengan rapi. Susun dokumen-dokumen di ruang kerja, berdekatan dengan peralatan lain yang berhubungan dengan pekerjaan.
Ciptakan suasana kerja yang nyaman, tenang, dan jauh dari gangguan. Jika kamu memutuskan untuk bekerja sambil mengawasi anak, biasakan untuk dapat tetap berkonsentrasi di tengah riuh rendahnya suara anak bermain.
Saat anak pergi ke sekolah atau tidur siang, selesaikan pekerjaan secepat mungkin. Inilah saat yang paling tepat untuk para pekerja di rumah dalam menyelesaikan pekerjaan. Sebab, pada waktu ini kamu bisa konsentrasi bekerja tanpa jeda anak-anak yang minta perhatian.
Ajaklah orang rumah untuk mendukung pekerjaanmu. Beritahu jam kerjamu pada anggota keluarga yang lain, sehingga mereka mengerti dan tidak mengajakmu nonton TV bersama atau memintamu untuk mendengarkan curhatnya, misalnya.
Kalau pekerjaanmu menuntut konsentrasi yang tinggi, buatlah ruang kerja yang terpisah dari rumah utama. Atau, buatlah ruang kerja yang benar-benar privat.
Hal-hal di atas dapat memacumu untuk mencapai keberhasilan, meskipun “hanya” bekerja dari rumah.
Selamat bekerja!
7 comments
11 Cara Jitu Melatih Kemampuan Bahasa Inggris -
Shezy Idris, Hobi Berburu Batik Bareng Suami
Related Batik Search
tips cara menyelesaikan pekerjaan rumah dngan rapih, penghasilan kerajinan dirumah, kiat sukses jual baju dari rumah, sukses bekerja di rumah, penghasilan orang kerja, bila pekerjaan di kantor sepi sebaiknya, sukses bekerja, tips bekerja sukses, Cara membuka tempat usaha penitipan anak, bekerja dengan sukses,
Sangat bermanfaat terutama utk ibu2 yg ingin berbisnis tanpa hrs keluar rumah
suka,kerja keras,sukses
Wah luar biasa,kash solusi doNk buat sya.sya seorng mahasiswa…pa bsnis rmah yg cocok untk saya..
makasih infony semoga bermanfaat bagi saya yg ingin memulai bekerja dari rumah
tq buat sarannya, Gbu
makasih bgt tipsnya, bener2 OK!
Terima kasih ya atas infonya, sangat membantu saya:)