Tips Gampang di BatikIndonesia.com


Asty Ananta, Antara Batik dan Persahabatan

Bagi seorang Annastya Yuntya Eka Wardhani, atau yang akrab dipanggil Asty Ananta, wanita yang mengenakan batik akan membuat auranya terlihat berbeda. Selain fashionable, batik juga menunjukkan bagaimana seorang wanita menghargai kekayaan bangsanya.

Batik dengan warna-warna cerah selalu jadi perhatian Asty.

Meskipun demikian, tak jarang juga Asty membeli batik-batik dengan kombinasi warna gelap seperti coklat-putih, yang merupakan kombinasi batik klasik. Yang jelas, ia pasti langsung membeli bila batik tersebut bermotif ‘penuh’ dengan kombinasi yang jarang ditemukan. Apalagi bila motifnya berupa motif phoenix atau fauna dan berasal dari kota kelahirannya, Semarang.

Batik yang dibuat secara tradisional dengan cara dilukis memang terlihat lebih hidup. Walau begitu, Asty sama sekali tidak anti pada batik yang dibuat dengan cara dicap.

Penggunaan teknologi justru dapat meningkatkan penampilan batik, sebab proses batik cap yang lebih cepat membuat para pengrajin mulai berpikir lebih kreatif untuk menciptakan motif-motif berbeda dari yang sudah ada.

Sebagai pengamat dan penyimak perjalanan batik, Asty bahkan tidak mengira akan muncul batik bermotif logo klub sepak bola.

Kecintaan Asty pada batik ternyata juga membangun hubungan pribadi yang lebih akrab dengan orang lain. Contohnya adalah hubungan dengan sponsornya, desainer Yacinta Palupi, yang diawali dari persamaan cinta akan batik. Hubungan mereka tetap akrab sampai kini, bahkan lebih dari sekadar sponsor dan klien.

Selain dapat menciptakan hubungan pribadi, batik juga banyak memberikan pengalaman berkesan dalam kehidupan Asty.

Salah satunya saat ia bertemu owner sebuah perusahaan dan kolektor barang antik di Semarang yang bernama Pak Handoko.

Pak Handoko memiliki sebuah kampung seni di Ungaran. Dan, ketika Asty mengunjungi tempat itu, Pak Handoko yang tahu bahwa Asty seorang pecinta batik kemudian mengeluarkan banyak sekali kotak berisi kain batik yang cantik. Ternyata, Asty tidak hanya diperbolehkan melihat koleksi batiknya, tetapi diizinkan uantuk memiliki salah satunya.

Awalnya, Asty menolak. Tetapi karena Pak Handoko terus memaksa, akhirnya Asty memilih salah satu kain batik yang memang sudah menarik perhatiannya sejak awal.  Alangkah terkejutnya Asty saat Pak Handoko memuji pilihannya. Sebab, batik itu ternyata berusia lebih dari 50 tahun!

Hingga kini, kain batik yang penuh sejarah dan kenangan itu tersimpan dan terawat dengan baik, sebagai simbol yang mengingatkan Asty pada sebuah nilai persahabatan. Serupa dengan batik yang semakin tua semakin mahal, persahabatan yang terajut selama puluhan tahun tentunya juga tidak dapat digantikan oleh materi sebesar apapun.

Comments are closed.

-

Related Batik Search

batik phoenix berasal, persamaan batik jawa dan medan, asti ananta batik, kampung seni ungaran, persamaan batik jawa dan kain palembang, kampung seni ungaran, perbedaan dan persamaan batik jawa dan batik sumatra, batik asti ananta, perbedaan dan persamaan batik jawa dengan batik palembang, perbedaan dan persamaan batik jawa dengan batik palembang,