Berlibur bersama anak?
Rasanya inilah yang paling ditunggu para orangtua.
Padatnya pekerjaan dan jenuhnya rutinitas membuat kita memerlukan jeda sejenak. Ambillah cuti selama beberapa hari dan rencanakan untuk berlibur. Apalagi, waktu yang diambil tepat bersamaan dengan liburan anak sekolah. Selain menyegarkan pikiran, kita juga bisa lebih mendekatkan diri dengan anak.
Selain ekstra senang, membawa anak berlibur juga membutuhkan eskstra perhatian. Pasalnya, kondisi anak tidak bisa disamakan dengan kondisi orang dewasa. Apalagi jika usia anak masih terlalu kecil.
Banyak yang harus disiapkan oleh orangtua ketika berlibur bersama anak. Tanpa persiapan yang matang, acara berlibur hanya akan menjadi rutinitas mengasuh anak yang pindah ke tempat lain.
Agar liburan bersama anak jadi menyenangkan, sebaiknya baca dahulu kiat-kiat berikut ini.
1. Usia Anak
Pilihlah tempat berlibur yang sesuai dengan usia anak. Untuk anak berusia 0-3 tahun, ajaklah ke tempat rekreasi yang tidak terlalu jauh dari rumah. Usahakan masih berada di dalam kota. Liburan bagi anak usia ini ibaratnya sebagai pemanasan. Fisik anak-anak usia ini juga belum terlalu kuat bila diajak bepergian jauh.
Mereka pun belum bisa mengingat tempat-tempat yang dikunjungi. Satu hal lagi, usia batita masih sangat aktif. Tidak cukup satu pakaian untuk satu hari. Bila bepergian jauh, konsekuensinya adalah harus membawa pakaian lebih dari satu stel untuk satu hari.
Untuk anak usia 4-6 tahun, sudah bisa diajak berlibur ke luar kota. Anak-anak usia ini sudah bisa diberi pengertian mengenai kondisi yang harus dilalui. Misalnya jalanan macet, tempat peristirahatan yang hanya bisa disinggahi beberapa jam sekali, serta keadaan mobil yang sempit karena harus berbagi tempat dengan barang-barang bawaan.
Mulai usia 7 tahun ke atas, anak-anak sudah bisa diajak berlibur ke tempat yang lebih jauh seperti ke luar negeri. Anak usia ini sudah lebih mandiri. Mereka sudah bisa mengurus diri sendiri seperti mandi, ganti baju, dan makan sendiri.
Pakaiannya juga bisa “irit”. Cukup satu baju untuk satu hari. Jadi, kita tidak perlu membawa persediaan pakaian mereka terlalu banyak.
2. Rencana yang Matang
Buatlah perencanaan liburan yang matang. Siapkan segala sesuatunya kira-kira 5-4 bulan sebelum liburan. Susunlah jadwal perjalanan, pembuatan paspor, pemesanan tiket pesawat, pemilihan penginapan, pemilihan tempat wisata, sedini mungkin.
Dengan waktu yang panjang, kita bisa memilih penginapan dan fasilitas lainnya yang cocok dan nyaman untuk anak-anak.
Sebaiknya, kunjungi tempat berlibur yang sudah pernah kita kunjungi. Tujuannya agar kita sudah tahu kondisi tempat itu, baik tentang angkutan umumnya, makanan, serta kebiasaan-kebiasaan masyarakat setempat. Sehingga, anak pun jadi nyaman.
Bila berlibur ke tempat seperti water park atau theme park, pilihlah yang wahananya cocok untuk anak-anak dan dewasa. Dengan demikian, kita bisa terus berdampingan bersama anak selama menikmati wahana-wahana tersebut.
Jika memilih berlibur ke tempat bersejarah, sebaiknya kita sudah mengetahui sejarah dan cerita-cerita menarik dari tempat itu. Selain sebagai pendamping, kita pun bisa menjadi guide bagi anak-anak.
Hindari berwisata ke tempat dengan rute yang jauh, apalagi tempat itu hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Contohnya, ke tempat air terjun yang harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 5 km, mendaki gunung, atau menjelajahi beberapa pulau dengan menyeberang menggunakan perahu kecil. Tempat-tempat tersebut kurang aman dan nyaman bagi anak-anak. Kecuali jika anak sudah beranjak remaja atau menjelang dewasa.
3. Transportasi
Pemilihan transportasi termasuk hal yang sangat penting saat berlibur membawa anak. Bagaimana pun, perjalanan yang panjang akan memengaruhi kondisi anak.
Anak usia di bawah lima tahun memiliki kondisi psikologis yang lebih rentan. Sehingga, jika merasa bosan, gugup, takut, atau tidak nyaman dengan lingkungan sekitar, mereka dapat bereaksi cukup ekstrim.
Untuk menghemat waktu, gunakan transportasi pesawat. Tempat duduk yang terbaik bagi anak adalah di bagian baris pertama kelas ekonomi, karena ruangannya lebih lebar. Jika tidak berhasil mendapatkan tempat ini, beri anak tempat duduk di tengah, dengan diapit dua orang dewasa.
Bawalah penutup telinga untuk anak. Pasang saat lepas landas dan mendarat untuk mengurangi tekanan udara pada telinga anak.
Jika membawa bayi, pesanlah tempat tidur khusus untuk bayi. Usahakan mendapat kursi yang berdekatan dengan si bayi agar kita nyaman selama di perjalanan.
Jaga kenyamanan anak. Suhu di kabin bisa sangat dingin. Karena itu, bawalah selimut atau sweater agar anak tidak kedinginan.
Sesekali, ajak anak berjalan-jalan ke depan atau belakang pesawat. Tujuannya untuk mencegah agar anak tidak bosan dan juga untuk melemaskan kaki, terutama bila penerbangan memakan waktu belasan atau puluhan jam.
Jika berlibur menggunakan kendaraan pribadi (mobil), siapkan kendaraan dengan baik. Periksa keadaan kendaraan, terutama rem, roda, dan mesin. Lakukan service ke bengkel sebelum dan sesudah berlibur dan bukan saat sedang berlibur.
Jangan lupa cek kelengkapan kendaraan, seperti surat-surat. Bagaimana pun, tujuan berlibur adalah untuk bersenang-senang. Kalau surat-surat kendaraan tidak lengkap atau ada yang tertinggal, bisa repot.
Dalam menempuh perjalanan jauh, penumpang dan pengemudi akan sama lelahnya. Karena itu, persiapkan fisik sebaik mungkin. Bagi pengemudi, harus cukup tidur (sekitar 5-6 jam), sebelum berangkat.
Usahakan tidak makan makanan berat 1,5 jam sebelum berangkat. Tujuannya untuk mencegah rasa mual berlebihan dan kemungkinan mabuk darat.
Lakukan riset lokasi tempat peristirahatan sebelumnya, isi bahan bakar penuh saat keberangkatan, dan sediakan peralatan perbaikan darurat di mobil.
4. Perbekalan
Mengajak anak berlibur, sudah pasti harus membawa perbekalan ekstra. Bukan berarti berlebihan, tapi juga jangan sampai kekurangan.
Salah satu bekal yang harus dibawa adalah pakaian. Bawalah pakaian anak lebih banyak, terutama jika anak masih balita. Seperti yang kita ketahui, anak balita sedang aktif-aktifnya. Mereka juga belum mampu menjaga kebersihan sendiri. Baju yang dipakai akan cepat basah terkena keringat dan cepat kotor.
Bawalah mainan atau buku. Benda-benda ini sangat berguna untuk mengisi waktu anak saat menunggu bis, selama di pesawat, juga pada saat menunggu pesanan makanan. Dengan bermain atau membaca, perhatian anak akan teralih. Mereka pun akan terhindar dari kebosanan.
Pada saat berlibur, aktivitas anak semakin tinggi. Karena itu, mereka cenderung merasa lapar terus. Sediakan makanan dalam jumlah cukup. Jangan biarkan mereka dalam keadaan lapar atau haus. Anak-anak yang lapar atau haus, biasanya akan sangat rewel.
Makanan kesukaan anak, buah-buahan, susu dalam botol, dan air mineral adalah bekal yang sebaiknya dibawa untuk menjaga asupan anak-anak saat menempuh perjalanan.
Jangan lupakan tissue basah dan cairan pencuci tangan. Dua benda ini akan sangat diperlukan untuk membersihkan anak-anak, selama dalam perjalanan. Dengan demikian, anak-anak tetap terjaga kebersihannya.
Agar liburan tetap nyaman, jaga kesehatan anak-anak. Sertakan obat-obatan dan vitamin dalam tas. Bawalah dalam kemasan kecil agar praktis. Apalagi jika bepergian ke luar negeri. Karena, obat-obatan yang ada di Indonesia, belum tentu ada di luar negeri.
Bagaimana pun, berlibur itu harus benar-benar menghibur. Jangan sampai kegiatan menyenangkan yang satu ini berantakan hanya karena salah strategi.
Nah, mulailah menyiapkan segala sesuatunya dan … selamat berlibur
19 Tips Mudah Bangun Pagi -
Ayu Dewi, Batik adalah Hakekat untuk Saling Berbagi
Related Batik Search
tips menghemat baju jika berpergian sama anak anak, tempat libur yang aman untuk anak anak , tempat libur yang aman untuk anak anak , tempat yang cocok untuk membawa bayi, tips liburan keluar negeri bersama balita, tips liburan bersama sikecil, tempat wisata anak nyaman, persiapam berlibur bersaa bayi, membawa anak mendaki gunung, liburan ke bali bersama anak 1 tahun,