Di antara kita banyak yang bermasalah dengan pola tidur. Ada yang mudah tidur sulit bangun. Ada mudah tidur dan mudah bangun. Ada yang mudah tidur sulit bangun, atau ada yang sulit tidur dan sulit bangun.
Ibu saya merupakan satu orang yang mengalami kasus sulit tidur dan mudah bangun. Beliau sering mengantuk, tetapi ketika tidur, jarang merasakan nikmatnya nyenyak. Beliau mudah sekali terbangun karena sesuatu yang sepele. Hanya karena suara cecak bertelur, beliau merasa terganggu dan terbangun dari tidurnya yang jelas tidak nyenyak itu. Esok paginya beliau uring-uringan, mengeluh capek, sakit badan, dan lain-lain. Ketika seluruh aktivitas utama telah selesai, beliau merasa mengantuk, tetapi tetap tidak bisa tertidur.
Tentu, harapan ibu saya adalah ketika terbangun pada pagi hari, tubuh terasa segar, pikiran terang, dan hati pun senang. Ibu saya pun mengeluhkan hal ini kepada dokter keluarga. Selain itu, ada beberapa anggota keluarga, sahabat, teman, atau kenalan yang sarannya bisa diikuti. Sekarang ibu saya relatif dapat mengatasi kesulitan tidurnya perlahan-lahan.
Begini di antaranya.
- Jam tidur rutin.
Artinya, tidur yang berpola dengan waktu yang sama. Misalnya, jika hari ini mulai tidur pukul 09.00, esok hari pun mulai tidur pada waktu yang sama. Jika hari ini bangun pukul 04.00, besok pun demikian. Teruslah begitu sehingga menjadi suatu habitual action.
Tidur yang berpola akan memudahkan kita untuk mengatur jadwal harian kita. Konsistensi adalah hal penting untuk melatih kedisiplinan kita. Jika untuk tidur saja kita disiplin, saya kira untuk hal lainnya pun dapat diberlakukan demikian. Sedapatnya, jadwal tidur tidak terganggu oleh hal-hal yang tidak terlalu mendesak. Korbankanlah sesuatu yang sifatnya kurang penting, seperti menonton acara televisi atau hanya sekadar berselancar di internet. Akan lebih baik jika kegiatan-kegiatan tersebut memiliki jadwal tersendiri pada waktu lainnya.
Jika waktu tidur sudah tiba, tetapi kita belum mengantuk, lakukan saja aktivitas tertentu.
2. Usahakan tidur dengan durasi yang sama setiap hari.
Sebaiknya, kita membiasakan tidur tidak terlalu larut ataupun terlalu cepat. Bagi orang dewasa seperti ibu saya, sebetulnya tidur selama 5 jam sudah sangat cukup dengan syarat tidur tersebut berkualitas. Setiap orang memiliki durasi tidur yang berbeda. Namun, kisaran waktu tidur normal bagi orang dewasa adalah sekitar 5 – 8 jam sehari. Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit akan menyebabkan tubuh kurang bugar. Wajah kita tampak kurang segar, pikiran kita tidak jernih dan suasana hati pun terganggu.
3. Membersihkan tubuh dan merapikan tempat tidur sebelum berangkat tidur.
Membersihkan diri dan tempat kita adalah kebiasaan baik yang telah menjadi contoh para anutan kita sejak zaman dahulu. Kebersihan pun akan membuat kita nyaman saat tidur dan tentu hal ini akan meningkatkan kualitas tidur kita menjadi lebih nyenyak.
4. Berdoa sebelum tidur.
Doa-doa sebelum tidur bahkan telah dibiasakan sejak kecil, sejak kita baru bisa berbicara. Doa-doa juga menenangkan diri, mendekatkan kita kepada Tuhan kita, dan membuat kita merasa terlindungi dari berbagai pikiran negatif dan mimpi buruk.
5. Matikan lampu kamar.
Jika takut gelap, kita bisa menggunakan lampu tidur yang redup. Hal ini akan membuat tubuh menjadi rileks. Hanya dalam keadaan yang benar-benar gelap tubuh menghasilkan Melantonin, salah satu hormon dalam sistem kekebalan yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat.
6.Mematikan semua alat elektronik .
Radiasi alat elektronik ini akan mengganggu kesehatan kita. Tidur tenang tanpa gangguan bunyi, getar, panas, atau frekuensi apa pun jauh lebih menyehatkan tubuh. Selain itu, kita pun membantu Bumi kita untuk beristirahat dan menghemat energinya.
7. Makan malam secukupnya, setidaknya dua jam sebelum tidur.
Perut yang terlalu kenyang mengakibatkan ketidaknyamanan pada perut. Berdasarkan yang dialami beberapa orang, tidur dalam keadaan baru makan menyebabkan sebah pada perut dan akhirnya akan mengganggu pencernaan. Kenyenyakan pun akan terganggu karena sistem pencernaan harus bekerja ketika kita tidur. Dampak yang timbul yang paling membuat tidak nyaman adalah kemungkinan terjadinya konstipasi dan perut menjadi buncit.
8. Tetap makan malam, tapi hindari ngemil.
Tidak perlu takut gemuk bila makan malam karena porsi yang cukup dan gizi seimbang. Syaratnya, pada poin 7 tadi, makanlah setidaknya 2 jam sebelum tidur. Para penderita penyakit lambung disarankan untuk tetap makan malam. Tidur dalam kondisi perut kosong dan lapar akan menyebabkan lambung tetap bekerja sehingga penyakit lambung justru akan semakin parah. Ngemil setelah makan dan sebelum tidur juga sebaiknya dihindarkan. Hal ini justru dapat menimbulkan kegemukan atau memicu penyakit lainnya.
9. Minum susu
Fungsi kandungan gizi pada susu pun akan bekerja pada saat kita tidur sehingga manfaat susu akan sangat optimal jika kita meminumnya beberapa saat sebelum tidur. Jika tidak ingin makan malam dengan porsi berat, disarankan meminum segelas susu dengan beberapa biskuit atau makanan ringan lain yang bergizi tinggi.
10. Kosongkan pikiran.
Serahkan saja urusan siang hari pada waktunya. Pada malam hari, tubuh kita memiliki hak untuk beristirahat total tanpa gangguan apa pun, termasuk berbagai pikiran atau perasaan kita. Semua hal ada porsinya.
11. Gunakan bantal, kasur, dan seprai yang nyaman, tidak terlalu tinggi.
Bahkan ada yang menyarankan bahwa sebaiknya tidak tidur dengan menggunakan bantal. Ini sangat baik untuk tulang punggung. Perangkat tidur yang baik akan membantu kita untuk tidur lebih nikmat sehingga pegal-pegal otot dan sakit pinggang atau punggung pun teratasi.
12. Aromaterapi
Ada wewangian tertentu (jika kita menyukai wewangian) yang menimbulkan efek tenang pada kita. Menyemprotkan wewangian tersebut pada bantal, seprai, atau ruangan sebelum tidur dapat digunakan sebagai aromaterapi.
13. Miring ke kanan.
Posisi miring ke kiri atau bertelungkup akan menyebabkan tertekannya dada kita. Dikhawatirkan bertelungkup akan mengganggu kerja jantung. Tidur telentang pun kurang disarankan biasanya mulut menganga dan kemungkinan pada kasus tertentu justru menimbulkan dengkuran. Kerongkongan menjadi kering, bisa jadi akan tersedak atau batuk-batuk karena ada sesuatu yang memasuki mulut kita: debu, serangga, dan sebagainya.
13. Jika sangat lelah, sebelum tidur disarankan meninggikan posisi kaki daripada tubuh dan kepala.
Hal ini akan melancarkan peredaran darah dan mengembalikan aliran darah ke jantung lebih mudah.
14. Hindari membaca buku atau menonton tayangan yang berat.
Ini senada dengan poin 10. Hindari membaca buku/menonton tayangan TV atau film horor, misalnya. Juga yang memicu pikiran bekerja, seperti politik dan berita kriminal yang melelahkan.
15. Dengarkan musik lembut
Musik lembut berguna menciptakan suasana tenang. Instrumental, contohnya. Tiap orang berbeda-beda tergantung minat. Saya bisa tidur lelap jika mendengarkan rekaman wayang kulit dari radio. Intonasi, lagu dan alunan musik yang cenderung monoton membuat kita lebih mudah memejamkan mata.
Demikian sejumlah kiat yang dihimpun dari pengalaman beberapa orang, termasuk saya sendiri. Kenikmatan tidur tak tergantikan oleh apa pun, sebab tidur cukup adalah salah satu syarat sehat.
One comment
Stress : 7 Cara Mengusirnya -
4 Kiat Merawat Hubungan Keluarga di Era Teknologi
Related Batik Search
posisi kaki saat tidur untuk capek, cecak bertelur, mendoakan agar orang cepat tidur dengan nyenyak, mencegah mulut menganga saat tidur, tips hati dan pikiran terang, membuat badan mudah tidur nyenyak, apa yang menyebabkan ketika kita tidur lebih dari 8 jam, doa untuk tidur nyenyak, perut sebah setiap bangun tidur, syarat tidur berkualitas,